Perebutan kursi Ketua Asprov PSSI NTB mendadak berubah menjadi panggung adu urat syaraf dua mesin politik raksasa di Bumi Gora Yakni Kader Partai Gerindra vs Golkar. Kontestasi yang sejatinya Domain Olahraga kini bergeser menjadi Duel Panas penuh Gengsi. Di kubu berlambang Garuda, Ali Usman Ahim tampil sebagai jagoan baru dengan dukungan struktur Partai yang solid. Di kubu kuning Pohon Beringin, Baihaqi datang membawa kekuatan penuh Golkar berikut jaringan Politik panjang yang siap tempur. Kongres PSSI NTB pun resmi menjelma menjadi arena paling seksi tahun ini, pertarungan sengit Dua Partai besar yang kini merambah ke Rumput hijau.
SUMBAWAPOST.com| Mataram-
Peta politik NTB kembali memanas. Perebutan kursi Ketua Asprov PSSI NTB yang sejatinya ranah olahraga kini berubah menjadi arena duel dua poros besar yakni Gerindra vs Golkar. Dua kader muda yang tengah naik daun, Ali Usman Ahim (Gerindra) dan H. Baihaqi (Golkar), membuat kontestasi ini semakin panas, semakin seksi, dan makin terasa aroma politiknya.
Gerindra mengusung Ali Usman Ahim, Anggota DPRD NTB dari Fraksi Gerindra. Langkah ini bukan sekadar pencalonan biasa Ali dianggap membawa semangat dan visi besar Presiden RI sekaligus Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, yang dikenal memiliki kecintaan mendalam terhadap sepak bola nasional.
Dengan dukungan struktur Gerindra NTB sebagai Partai Penguasa kader Muda Partai Gerindra Ali tampil sebagai penantang yang tidak bisa dipandang enteng.
Dari kubu beringin, H. Baihaqi, kader muda Golkar, ikut turun gelanggang. Kehadirannya membuat pertarungan semakin panas. Posisinya semakin kuat karena berada dalam orbit para tokoh sentral Golkar NTB sebagai Partai Pemenang legislatif DPRD NTB.
Dengan dukungan berlapis dan jaringan panjang, Baihaqi membawa mesin politik kuning beringin yang tak kalah Seksi.
Pertarungan pun melebar dari kontestasi internal sepak bola menjadi adu kekuatan Politik Partai Gerindra vs Partai Golkar. Dua poros Kekuatan kekuasaan kini bertemu di panggung kongres PSSI NTB.
Majunya dua tokoh muda dari dua partai besar mengubah Kongres Asprov PSSI NTB menjadi panggung paling seksi tahun ini. Di balik jargon pembenahan sepak bola, terselip adu gengsi dua partai Besar Nasional, tarik-menarik pengaruh Eksekutif Daerah, uji kekuatan Mesin Politik, hingga manuver awal menuju peta besar politik 2029.
Dengan mesin partai masing-masing yang bekerja senyap namun agresif, perebutan suara voters diprediksi berlangsung ketat. Ali Usman mewakili kekuatan eksekutif Provinsi, sementara Baihaqi datang dengan dukungan penuh dari barisan Golkar.
Anggota DPRD NTB dari Gerindra, Ali Usman Ahim, resmi mendaftar sebagai calon Ketua Asprov PSSI NTB. Ia menegaskan langkahnya maju tak lepas dari komitmennya sebagai kader Gerindra dalam mendukung Visi besar Prabowo Subianto terhadap dunia Sepak Bola.
“Yang pertama yang ingin saya sampaikan, Pak Prabowo di banyak kesempatan beliau ini Presiden suka sepak bola. Dan mudanya pemain sepak bola, dan pernah buat Liga Indonesia Raya, dan memiliki klub sepak bola PS Garuda,” ujarnya.
“Sehingga dengan majunya saya ke PSSI NTB ini merupakan bagian upaya saya menyokong visi misi besar Pak Prabowo,” tegasnya.
Soal dukungan internal Gerindra NTB, ia sangat yakin. “Insya Allah. Sahabat-sahabat saya semua, sevisi. Full dukungan insya Allah,” ujarnya.
Sabtu (29/11/2025), Ali datang mendaftar ke Kantor KONI NTB dengan membawa 14 Voter dukungan resmi. “Intinya harus menang, itu targetnya,” tegasnya.
Ali menegaskan fokus utamanya adalah pembinaan usia dini. “Mustahil bicara prestasi 10-15 tahun ke depan kalau gagal membina anak-anak usia dini,” ujarnya.
Selain memperkuat SSB, Ali menyoroti kemandirian klub, integritas perangkat pertandingan, hingga target ambisius:
“Tahun 2027 saya pastikan ada satu klub NTB yang masuk Liga 2 nasional,”ungkap Ali Usman Ahim.
Di hari yang sama, Sabtu (29/11/2025), kader muda Golkar, H. Baihaqi, resmi mendaftar sebagai calon Ketua Asprov PSSI NTB. Ia datang dengan dukungan 26 suara Voter jumlah terbanyak sejauh ini.
Ketua Pemenangan Baihaqi, Raden Nuna Abriadi, memastikan seluruh berkas lengkap dan resmi terverifikasi.
Menurutnya, Baihaqi maju karena dorongan kuat untuk memajukan sepak bola NTB hingga ke tingkat nasional.
Baihaqi sendiri menegaskan ingin maju untuk perbaikan sepakbola NTB.
“Saya ingin bawa sepak bola NTB maju dan berprestasi,”katanya.
Ia menyoroti multiplier effect sepak bola, pentingnya kompetisi berjenjang, hingga harapan hadirnya klub NTB yang mampu tampil di liga teratas Indonesia.
Ketua Komite Pemilihan, Kurniawan, mengatakan bahwa proses pendaftaran berjalan tertib dan sesuai ketentuan. “Kami menerima dua berkas bakal calon pada hari terakhir pendaftaran. Seluruh proses administrasi berjalan lancar sesuai jadwal,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Komite Pemilihan, Febriyan Anindita, menegaskan bahwa berkas yang diterima masih harus melewati pemeriksaan resmi. “Tanda terima bukan bukti kelulusan administrasi. Komite Pemilihan akan melakukan verifikasi kelengkapan dan keabsahan dokumen pada tahapan berikutnya,” jelasnya.
Berdasarkan tanda terima, kedua bakal calon telah menyerahkan seluruh dokumen wajib, meliputi formulir A1-A2, curriculum vitae, pas foto, fotokopi KTP elektronik, SKCK asli, surat keterangan pengadilan, surat dukungan klub/Askab/Askot, hingga bukti komitmen pendaftaran.
Komite Pemilihan memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi dan agenda yang telah ditetapkan:
1. 30 November-2 Desember 2025: Verifikasi Dokumen Administrasi
2. 3 Desember 2025: Pemberitahuan Kekurangan Berkas
3. 4-5 Desember 2025: Masa Perbaikan dan Pelengkapan Berkas
4. 6 Desember 2025: Pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS)
5. 7-12 Desember 2025: Masa Banding
6. 14 Desember 2025: Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT)
7. 14 Desember 2025: Penyampaian Agenda Kongres kepada Voters
8. 15-20 Desember 2025: Masa Tenang dan Persiapan Logistik
9. 21 Desember 2025: Kongres Pemilihan Ketua PSSI NTB
10. 22 Desember 2025: Pelaporan Hasil Kongres kepada PSSI Pusat
Komite Pemilihan menegaskan bahwa seluruh tahapan akan dijalankan secara Transparan, Akuntabel, dan Berpedoman pada Statuta PSSI.









