Darurat Pernikahan Anak dan Kekerasan Seksual, DPRD NTB Nadirah Dorong Pendidikan Seksual Harus Masuk Kurikulum

Avatar

- Jurnalis

Senin, 26 Mei 2025 - 16:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Fenomena pernikahan anak dan kekerasan seksual di Nusa Tenggara Barat terus menjadi sorotan. Anggota DPRD NTB, Nadirah Al-Habsyi angkat suara dan menegaskan bahwa pendidikan seksual yang komprehensif harus menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan.

“Pencegahan kekerasan seksual harus dimulai dari pendidikan seksual yang menyeluruh, bila perlu Pendidikan Seksual Harus Masuk Kurikulum,” ujar Nadirah saat diwawancarai sejumlah wartawan, Senin (26/5) di Gedung DPRD NTB, Jalan Udayana, Kota Mataram.

Sebagai Ketua DPW PBB NTB sekaligus legislator dari Dapil NTB VI (Bima, Dompu, dan Kota Bima), Nadirah menekankan bahwa pendidikan seksual bukan hanya untuk perempuan, tetapi juga penting bagi laki-laki agar memahami secara utuh dampak dari pernikahan dini dan kekerasan seksual.

“Laki-laki juga harus paham betul bahaya dan konsekuensi dari pernikahan anak dan kekerasan seksual,” tegasnya.

Baca Juga :  Usai Serahkan SK, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Bidik Kebangkitan PBB di Pemilu 2029

Ia juga mengingatkan bahwa kekerasan seksual tidak selalu berbentuk fisik. Masih banyak masyarakat yang belum sadar bahwa bentuk kekerasan bisa berwujud ucapan atau perlakuan verbal yang merendahkan.

“Kekerasan seksual itu macam-macam, termasuk kekerasan verbal. Ini yang sering luput dari perhatian,” jelasnya.

Lebih jauh, Nadirah menyoroti pentingnya peran pemerintah desa dan kerja sama lintas sektor dalam menekan angka pernikahan anak yang masih tinggi di NTB.

“Pemerintah desa punya peran besar. Harus ada kerja sama lintas sektor untuk mencegah praktik pernikahan anak,” ucapnya.

Terkait laporan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram ke Polres Lombok Tengah yang menyeret penghulu dan orang tua karena menikahkan anak di bawah umur, ia mendukung penuh langkah hukum tersebut.

Baca Juga :  Gedung DPRD NTB Hangus, Mori Hanafi Dorong Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Kembali

“Bagus saja dilaporkan. Ini bisa menjadi efek jera. Supaya tidak semudah itu orang tua atau siapa pun menikahkan anak di bawah umur,” ungkapnya.

Nadirah juga mendorong agar pendidikan seksual dijadikan bagian dari kurikulum pendidikan formal sejak tingkat dasar.

“Pendidikan seksual harus diberikan sejak tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Ini sangat penting,” tegasnya.

Sebagai penutup, ia mengajak semua pihak bergandengan tangan melawan praktik pernikahan anak dan kekerasan seksual di NTB.

“Ini tanggung jawab kita bersama. Semua pihak harus berkolaborasi,” pungkasnya.

Dengan nada tegas sekaligus penuh harap, ia menambahkan pesan moral yang menohok: “Sekolahkan, Jangan Seret ke Pelaminan,” seru Mantan Anggota DPRD Dompu dua periode tersebut.

Berita Terkait

DPRD NTB Apresiasi Terobosan Gubernur, Antar-Jemput Gratis Siswa SLB Mulai Januari 2027
Dualisme PPP NTB Memanas, Akri Pegang SK PLT, Muzihir Sebut Tak Sah
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya
Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia
Gubernur NTB Siapkan Kendaraan Antar-Jemput Gratis untuk Siswa SLB Mulai Januari 2027
Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat
Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

DPRD NTB Apresiasi Terobosan Gubernur, Antar-Jemput Gratis Siswa SLB Mulai Januari 2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Dualisme PPP NTB Memanas, Akri Pegang SK PLT, Muzihir Sebut Tak Sah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia

Berita Terbaru