Rombongan Pemprov NTB bersama Forum Wartawan Parlemen (FWP) NTB ‘Menggeruduk’ LPKS PT Citra Karya Sejati (CKS) Cabang Malang Jawa Timur (Jatim) untuk memastikan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB benar-benar mendapat pelatihan ketat sebelum diterbangkan ke luar Negeri. Kunjungan ini menjadi langkah tegas Pemerintah Daerah dalam mengawal kualitas dan perlindungan calon PMI sejak dari proses pelatihan.
SUMBAWAPOST.com, Malang- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Forum Wartawan Parlemen (FWP) NTB menggelar kunjungan kerja ke Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Pelatihan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di PT Citra Karya Sejati (CKS) Cabang Malang Jawa Timur (Jatim) Kamis (14/11/2025). Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial ini perjalanan melihat dari dekat bagaimana calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTB ditempa dan dipoles menjadi tenaga kerja berkelas dunia. Rombongan juga melibatkan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik), Sekretariat DPRD NTB, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).
Kunjungan ini menjadi bagian dari Press Trip Media FWP NTB yang dirancang untuk memberi pemahaman langsung kepada insan pers mengenai proses pelatihan, pembekalan, hingga mekanisme penempatan calon pekerja migran asal NTB sebelum diberangkatkan ke luar negeri.
Plt. Kabid IKP Diskominfotik NTB, Safrudin, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM NTB agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
“Ini merupakan bentuk perhatian pimpinan daerah, terutama Gubernur NTB, terhadap peningkatan kapasitas masyarakat NTB agar menjadi PMI yang profesional dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang PT Citra Karya Sejati Malang, Maria Imelda Indrawati Kusuma, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa lembaga yang telah berdiri selama 12 tahun ini memiliki hubungan panjang dengan NTB dalam menyiapkan calon PMI.
“Hubungan kami dengan NTB sudah lama terjalin. Hingga kini, lebih dari 2.000 warga NTB telah kami latih dan berangkatkan ke luar negeri. Anak-anak NTB memiliki semangat belajar luar biasa,” tuturnya.
LPKS CKS saat ini mempersiapkan peserta untuk ditempatkan di Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia. Para calon PMI dibekali keterampilan rumah tangga, kemampuan komunikasi, serta pelatihan bahasa dan budaya kerja sesuai negara tujuan. Di saat yang sama, CKS juga mulai membuka peluang penempatan di Eropa seperti Polandia, Belanda, dan Spanyol di sektor pertanian, logistik, hingga perawatan lansia.
“Ke depan, kami ingin membuka peluang kerja lebih luas bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk dari NTB, tidak hanya di sektor informal tetapi juga sektor formal seperti kesehatan dan industri jasa,” tambah Imelda.
Perwakilan Disnakertrans NTB, Pradipta Himawan Putra, S.H., mengapresiasi kedisiplinan PT CKS dalam menerapkan pelatihan sesuai standar pemerintah.
“PT CKS termasuk perusahaan yang tertib administrasi dan mengikuti seluruh regulasi. Kami berharap peserta asal NTB terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika kerja, dan memanfaatkan hasil kerja dengan baik untuk membangun ekonomi keluarga sepulang dari luar negeri,” ujarnya.
Dalam sesi akhir kunjungan, rombongan wartawan berdialog dengan para peserta pelatihan asal NTB yang sedang mengikuti kelas bahasa Mandarin dan pelatihan keterampilan domestik. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan tekad kuat untuk meraih kesuksesan bekerja di luar negeri.









