PDB NTB Anjlok, Senator Mirah Soroti Ketergantungan pada Tambang: Diversifikasi Ekonomi Jadi Kebutuhan Mendesak

Avatar

- Jurnalis

Senin, 2 Juni 2025 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram –Anggota DPD RI Dapil NTB Mirah Midadan Fahmid menyoroti kondisi perekonomian Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menunjukkan tren mengkhawatirkan pada awal tahun 2025. Senin (2/06).

Pertumbuhan Ekonomi NTB dari Kacamata Mirah Midadan Fahmid

Jika ditelaah secara regional antar provinsi, NTB menduduki peringkat ke-dua dengan laju pertumbuhan (yoy) terendah yakni sebesar -1,47 persen di atas Papua Tengah (-25,53%). Selain dua provinsi itu, seluruh provinsi memiliki laju pertumbuhan yang bernilai positif. LANTAS?

Mengapa PDB NTB Anjlok?

Distribusi Produk Domestik Bruto
(PDB) NTB sangat terkonsentrasi dengan kegiatan pertambangan.

Titik permasalahan terjadi pada laju pertumbuhan sektor tambang tersebut. Walaupun pertanian dengan distribusi terbesar melaju sebesar 10,28 persen, namun pertumbuhan sektor pertambangan terkontraksi sangat dalam mencapai -30,14 persen menjadikan ekonomi NTB secara agregat terkontraksi signifikan.

Ekspor Tambang Turun Drastis

Hal ini juga sejalan dengan ekspor tambang NTB yang turun drastis.
Pada Februari 2024, ekspor tambang masih mencapai 229,89 juta dolar AS, namun pada Januari dan Februari 2025 tercatat nol, atau turun 100 persen. Ini mencerminkan dampak langsung dari turunnya produksi dan belum adanya penjualan akibat proses transisi dan kehati-hatian dalam pengoperasian smelter.

Ada Apa dengan sektor Tambang di NTB Triwulan I ?

Baca Juga :  AMSI NTB Kecam Mutasi Pejabat yang Digelar Tertutup, Media Diusir dari Pendopo Gubernur?

Laporan BPS 2025 menyebutkan bahwa terjadi penurunan produksi konsentrat dibandingkan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Hal ini terjadi karena PT Amman Mineral Internasional Tbk, tambang terbesar di NTB, berpindah dari fase penambangan bijih berkadar tinggi di Fase 7 ke fase berikutnya (Fase 8) yang sebagian besar masih berisi batuan penutup dan bijih berkadar rendah.

Dampaknya cukup besar yakni:
Produksi tembaga turun 62 persen menjadi 37 juta pon
Emas turun 81 persen menjadi 32.340 ons, Konsentrat turun 554 persen menjadi 79.741 metrik ton kering

Selain itu, tidak ada penjualan pada triwulan 1-2025 – karena perusahaan memilih pendekatan hati-hati dalam proses awal pengoperasian smelter demi menjaga keselamatan.

Senator Mirah Dorong Solusi Pemprov NTB Terkait PDB Anjlok

Melihat kondisi ini, Senator Mirah Midadan Fahmid mendesak Pemerintah Provinsi NTB segera mengambil langkah serius dalam menyikapi ketergantungan ekonomi terhadap sektor tambang.

Berikut empat langkah strategis yang disampaikan oleh Senator Mirah:

1. Diversifikasi Ekonomi Menjadi Urgent Dilakukan

Ketergantungan yang tinggi pada sektor tambang membuat perekonomian daerah rentan terhadap fluktuasi produksi dan harga komoditas. Oleh karena itu, NTB perlu mendorong pengembangan sektor lain seperti pertanian, pariwisata, dan industri pengolahan agar lebih tahan terhadap guncangan eksternal dan mampu menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Baca Juga :  UAS Ceramah Soal Akhirat, Gubernur NTB Belanja Baju Duniawi-Malam yang Penuh Hikmah

2. Menyusun Kebijakan Sektor Ekonomi Non-Ekstraktif

Sudah seharusnya Pemprov NTB melakukan pemetaan potensi, penguatan UMKM, dan pengembangan industri hijau. Karena hal ini menjadi strategi kunci dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan tahan terhadap gejolak komoditas.

3. Perlunya Pengelolaan Ecological Fiscal Transfer (EFT)

Penerapan Ecological Fiscal Transfer (EFT) menjadi strategi potensial bagi NTB dalam mendiversifikasi ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan. Melalui insentif fiskal berbasis kinerja pengelolaan lingkungan, EFT memungkinkan transfer anggaran dari pemerintah pusat hingga ke desa. Skema ini dapat dilakukan melalui empat model transfer fiskal antara provinsi, kabupaten, dan desa serta alokasi berbasis kinerja OPD daerah.

4. Melalui Pengelolaan DBH SDA Minerba

Anggaran DBH SDA Minerba NTB tahun 2024 yang mencapai 35 persen dan total DBH mencerminkan tingginya ketergantungan fiskal terhadap sektor tambang. Namun, dana ini berpotensi menjadi modal awal diversifikasi ekonomi ke sektor non-tambang seperti pertanian, pariwisata, dan UMKM, guna membangun struktur ekonomi NTB yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Mendorong Pemprov NTB segara transformasi ekonomi yang lebih berkelanjutan dan tangguh menghadapi dinamika global,”tutup senator Mirah Midadan Fahmid.

 

 

Berita Terkait

Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif
Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan
Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran
Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi
UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:44 WIB

Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:21 WIB

Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:35 WIB

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:07 WIB

Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran

Senin, 20 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Berita Terbaru