Paripurna LKPJ Gubernur NTB Diwarnai Interupsi, Anggota DPRD Aji Maman Soroti Mekanisme Pembahasan

Avatar

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD NTB Aji Maman menyampaikan interupsi dalam rapat paripurna LKPJ Gubernur NTB Tahun Anggaran 2025 di Mataram.

Anggota DPRD NTB Aji Maman menyampaikan interupsi dalam rapat paripurna LKPJ Gubernur NTB Tahun Anggaran 2025 di Mataram.

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Rapat Paripurna DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur NTB Tahun Anggaran 2025, Senin (30/3/2026), diwarnai interupsi.

Anggota DPRD NTB, Muhamad Aminurlah atau Aji Maman, menyela jalannya sidang dan mempertanyakan mekanisme pembahasan LKPJ yang dinilai perlu diperbaiki.

Ia menyoroti rencana pembahasan yang akan dilakukan melalui komisi. Menurut dia, skema tersebut belum cukup untuk menjawab kebutuhan pengawasan dan penyehatan APBD ke depan.

“Kita akan perbaiki semuanya bagaimana APBD ke depan kita harus sehatkan. Saya ingin sampaikan Pimpinan pada kesempatan ini karena tadi disampaikan pimpinan bahwa LKPJ akan dibahas oleh komisi-komisi. Kalau saya bisa saya usulkan pimpinan, kalau bisa saya usul LKPJ APBD ini dibahas oleh tim kerja atau Pansus,” ujarnya.

Aji Maman menegaskan, usulan pembentukan panitia khusus (pansus) memiliki dasar regulasi. Ia merujuk pada PP Nomor 13 Tahun 2019 serta praktik yang umum diterapkan di sejumlah daerah.

“Kenapa saya mengatakan seperti itu pimpinan, karena sesuai dengan PP 13 tahun 2019 maupun Permendagri 2024 itu jelas dibahas oleh internal DPRD. Karena di setiap kabupaten/kota itu dibentuk pansus dalam membahas LKPJ APBD, begitu juga di provinsi-provinsi lain,” katanya.

Baca Juga :  Sungai Kotor Diserbu Pasukan Hijau, Duta Lingkungan NTB dan PLN UIP Nusra Kompak Bersihkan Sunset Land Mataram

Ia juga menyinggung persoalan tugas pembantuan yang dinilai belum tersampaikan secara utuh kepada DPRD. Kondisi itu, menurut dia, berpotensi memicu tumpang tindih perencanaan.

“Makanya saya tadi ingatkan pimpinan sesuai dengan Undang-Undang 23 tahun 2014 itu ada di pasal 22 maka kita sampaikan pada pak gubernur untuk disampaikan juga rencana tugas pembantuan supaya DPRD Provinsi NTB bisa mengawasi daripada perencanaan, ada tumpang tindih antara perencanaan di provinsi NTB,” ucapnya.

Ketua DPRD NTB, Hj. Isvie Rupaeda, yang memimpin rapat, merespons interupsi tersebut dengan menegaskan bahwa pembahasan LKPJ melalui pansus tidak bersifat wajib. Menurut dia, selama ini pembahasan dilakukan melalui komisi dan tidak ada ketentuan yang mengharuskan pembentukan pansus.

“Selama saya menjadi pimpinan tidak pernah ada pembahasan LKPJ dan pansus, dan tidak diharuskan dalam ketentuan peraturan. Karena itu untuk lebih memahami tentunya di komisi tepat untuk membahas LKPJ,” ujarnya.

Ia menambahkan, aspek teknis, termasuk soal tugas pembantuan, dapat dibahas dalam rapat kerja masing-masing komisi bersama organisasi perangkat daerah (OPD).

Perdebatan sempat berlanjut. Aji Maman kembali menekankan pentingnya merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 sebagai dasar pembahasan. Ia menyebut interupsinya sebagai bagian dari upaya perbaikan ke depan.

Baca Juga :  Ekonomi NTB Minus 1,47 Persen Gara-Gara Tambang: Gubernur Iqbal Blak-blakan, 'Salah Smelter'

Sejumlah anggota dewan lain turut menanggapi. Lalu Sudiartawan meminta agar usulan tersebut dikaji di tingkat fraksi.

Sementara itu, Ali Usman Ahim dari fraksi Gerindra menilai pembahasan melalui pansus bersifat opsional, sehingga DPRD tetap dapat berpedoman pada tata tertib yang berlaku.

Menutup diskusi, Isvie menyatakan seluruh masukan akan ditampung dan dibahas lebih lanjut oleh pimpinan fraksi.

“Semua masukan kita terima. Untuk perbaikan ke depan akan kita bahas di tingkat pimpinan fraksi. Yang jelas, pembahasan LKPJ akan segera dilaksanakan dan rekomendasinya harus ditindaklanjuti,” kata Isvie.

Ia menegaskan, keputusan dalam rapat paripurna merupakan hasil kesepakatan bersama, bukan kewenangan sepihak pimpinan.

“Tidak ada kewenangan ketua memutuskan dalam paripurna ini, tapi semuanya kembali kepada pimpinan,” ujarnya.

Rapat paripurna ini menjadi tahap awal pembahasan LKPJ Gubernur NTB Tahun Anggaran 2025.

Proses selanjutnya akan bergulir di internal DPRD sebelum menghasilkan rekomendasi resmi kepada pemerintah daerah.

Di akhir rapat, pimpinan juga menyampaikan ucapan selamat Dirgahayu ke-56 Lanal Mataram dan ditutup dengan Pantun.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Ini Daftar Lengkap Pemenang Puteri Anak Dan Puteri Remaja NTB 2026, Ajang Bergengsi Cetak Generasi Berkarakter
KPU NTB ‘Sekolahin’ Jajaran Lewat Class Menulis, KPU Kota Bima Jadi Kelas Perdana
14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi
YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima
YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata
Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima
Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung
NTB Kebagian 30 Cabor PON 2028, Persiapan Dikebut: Tak Mau Sekadar Tuan Rumah, Targetkan Warisan Jangka Panjang
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:12 WIB

Ini Daftar Lengkap Pemenang Puteri Anak Dan Puteri Remaja NTB 2026, Ajang Bergengsi Cetak Generasi Berkarakter

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:40 WIB

KPU NTB ‘Sekolahin’ Jajaran Lewat Class Menulis, KPU Kota Bima Jadi Kelas Perdana

Senin, 11 Mei 2026 - 22:45 WIB

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi

Senin, 11 Mei 2026 - 19:20 WIB

YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:34 WIB

YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata

Berita Terbaru