Panas di Dunia Maya Nyaris Berdarah di Dunia Nyata, Polisi Redam Konflik Dua Kelompok Pemuda di Lombok Tengah

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 5 Maret 2025 - 18:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Tengah– Situasi nyaris memanas setelah dua kelompok pemuda dari Desa Banyu Urip dan Desa Mangkung saling menantang dengan kata-kata kasar dan senjata tajam di media sosial. Video aksi mereka yang viral di Facebook langsung direspons cepat oleh Polsek Praya Barat Polres Lombok Tengah, yang segera mengambil langkah mediasi sebelum terjadi bentrokan fisik.

Kapolsek Praya Barat, AKP L. Punia Asmara, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin perseteruan ini berujung pada kekerasan yang dapat merugikan semua pihak.

“Kami bertindak cepat untuk memediasi kedua kelompok pemuda ini agar masalah tidak semakin melebar dan menimbulkan konflik terbuka,” ujar AKP L. Punia Asmara usai mediasi, Rabu 5 Maret 2025.

Baca Juga :  Heboh, Penumpang Ferry Poto Tano-Kayangan Tiba-tiba Loncat ke Laut

Dalam mediasi yang juga dihadiri oleh Kepala Desa Mangkung dan Sekretaris Desa Banyu Urip, kedua kelompok pemuda akhirnya sepakat untuk berdamai dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa, baik di dunia nyata maupun di media sosial.

“Kesepakatan damai telah dicapai. Kami mengingatkan agar mereka tidak lagi saling memprovokasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial,” tambah AKP Punia.

Polisi Ingatkan Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial

AKP Punia mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing oleh provokasi yang bisa memicu konflik.

Baca Juga :  Hijabers Mom Mendunia, Gubernur Miq Iqbal Ungkap Wastra NTB Nongol di Forum Internasional

“Kami akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Jangan sampai ulah segelintir orang membuat Lombok Tengah dicap sebagai daerah tidak aman, terutama bagi wisatawan yang berkunjung,” tegasnya.

Langkah cepat kepolisian ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa Mangkung, yang berharap insiden serupa tidak terulang. Sementara itu, Sekretaris Desa Banyu Urip, Samian, juga mengucapkan terima kasih kepada kepolisian atas mediasi ini dan mengajak para pemuda untuk memanfaatkan bulan Ramadan dengan kegiatan positif dan bermanfaat.

Konflik berhasil diredam, namun polisi tetap mengawasi perkembangan agar situasi tetap kondusif.

 

Berita Terkait

NTB Jadi Provinsi Pertama Terapkan SPM Terintegrasi, Umi Dinda Soroti Ego Sektoral
Dari Mandalika ke Panggung Dunia, Marshal NTB Kini Dipercaya di Sepang dan Formula E
Haul ke-3 TGH Lalu Muh. Thahir Badri, Pemprov NTB Tegaskan Pesantren Benteng Spiritual dan Moral Masyarakat
Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB, Iqbal: Perkuat Pertahanan dan Ekonomi Daerah
Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB
400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya
KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap
MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:20 WIB

NTB Jadi Provinsi Pertama Terapkan SPM Terintegrasi, Umi Dinda Soroti Ego Sektoral

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Dari Mandalika ke Panggung Dunia, Marshal NTB Kini Dipercaya di Sepang dan Formula E

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Haul ke-3 TGH Lalu Muh. Thahir Badri, Pemprov NTB Tegaskan Pesantren Benteng Spiritual dan Moral Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB, Iqbal: Perkuat Pertahanan dan Ekonomi Daerah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB

Berita Terbaru