NTB Kembangkan Blue Carbon di Lombok Timur, Kadis Kelautan Minta TERANGI Lakukan Survei Konservasi

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim, S.T., M.Si., menerima kunjungan Yayasan TERANGI di Mataram, membahas pengembangan program blue carbon di Lombok Timur.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim, S.T., M.Si., menerima kunjungan Yayasan TERANGI di Mataram, membahas pengembangan program blue carbon di Lombok Timur.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Muslim, S.T., M.Si., menerima kunjungan Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI) pada Selasa, 10 Februari 2026. Pertemuan tersebut membahas konsultasi dan koordinasi terkait pengembangan program blue carbon di Kabupaten Lombok Timur.

Dalam pertemuan itu, Kadis Kelautan NTB memberikan arahan agar Yayasan TERANGI terlebih dahulu melakukan survei di kawasan konservasi sebagai langkah awal sebelum membangun kerja sama lebih lanjut dengan Pemerintah Daerah. “Kami mengarahkan agar dilakukan survei di kawasan konservasi sebagai langkah awal membangun kerja sama dengan Pemerintah Daerah,” ujar Muslim.

Baca Juga :  Disambut Presean hingga Tenun Kembang Komak, Wapres Gibran Puji Desa Sade sebagai Surga Budaya NTB

Meski kerja sama masih berada pada tahap awal, ia berharap program yang dirancang memiliki arah yang jelas dan fokus pada segmen-segmen strategis yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Muslim menegaskan pentingnya pemahaman komprehensif terkait rencana pengembangan blue carbon, termasuk mekanisme pelaksanaan, peluang yang dapat dimanfaatkan, serta manfaat ekologis dan ekonominya bagi daerah.

“Pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme, peluang, dan manfaat blue carbon sangat penting sebagai dasar menyiapkan dukungan kebijakan dan langkah teknis agar implementasinya efektif,” jelasnya.

Menurutnya, kesiapan pemerintah daerah dalam memahami konsep blue carbon akan menentukan arah dukungan kebijakan, fasilitasi, serta penguatan teknis dalam pelaksanaannya di lapangan.

Baca Juga :  Gempur Stunting dari Dapur, Desa Labuan Lombok Digasak Pelatihan Olahan Ikan dan Gerakan GEMARIKAN

Pemerintah Provinsi NTB juga menyatakan kesiapan untuk mendukung serta membangun kerja sama dengan NGO dan mitra pembangunan lainnya. Hal ini dilakukan guna memastikan program yang dijalankan selaras dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah pesisir, khususnya di Lombok Timur.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, NGO, dan pemangku kepentingan terkait, diharapkan terbangun komitmen kuat dalam mendukung terwujudnya ekonomi biru (blue economy) Indonesia yang berkelanjutan, sebagaimana arah kebijakan yang disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas
Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores
Gempa M7,7 Flores Terasa hingga Bima: Rumah, Masjid hingga Gudang Bulog Rusak, Warga Luka
270 ASN dari 30 OPD NTB Lupa Jadi Pejabat, Mendadak Jadi Atlet, Ini Cabornya
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:08 WIB

Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:23 WIB

300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB