Nikah Lari Beda Agama Gegerkan Lombok Barat, Begini Hasil Akhir Mediasinya

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rumah Kepala Dusun (Kadus) Medas Kepor di Desa Kayangan, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Mendadak menjadi pusat perhatian. Lokasi tersebut menjadi tempat berlangsungnya Mediasi kasus Nikah atau kawin lari beda Agama

Suasana Rumah Kepala Dusun (Kadus) Medas Kepor di Desa Kayangan, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Mendadak menjadi pusat perhatian. Lokasi tersebut menjadi tempat berlangsungnya Mediasi kasus Nikah atau kawin lari beda Agama

SUMBAWAPOST.com | Lombok Barat-Suasana rumah Kepala Dusun (Kadus) Medas Kepor di Desa Kayangan, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Selasa malam (2/12/2025), mendadak menjadi pusat perhatian. Lokasi tersebut menjadi tempat berlangsungnya mediasi kasus nikah atau kawin lari beda agama yang melibatkan dua warga dari desa berbeda.

Proses mediasi dikawal langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Mambalan, Bripka Danang Sigit, guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Dikonfirmasi terpisah pada Rabu (3/12/2025), Kapolsek Gunungsari, Iptu Ida Bagus Adnyana Putra, menjelaskan bahwa mediasi dimulai sekitar pukul 22.00 Wita, setelah adanya laporan dari perangkat desa terkait perbedaan pendapat antara keluarga kedua calon mempelai.

Baca Juga :  Komentar Pedas soal TGB di Facebook, Berujung Damai dan Gratis Antar ke RSJ

“Kehadiran anggota kami dalam mediasi itu untuk memastikan situasi tetap kondusif. Kami ingin prosesnya berjalan baik, tanpa emosi yang meledak dan tetap mengedepankan musyawarah untuk mufakat,” ujar Kapolsek Adnyana.

Pertemuan tersebut menghadirkan kedua calon pengantin, yakni Mas’ud, warga Dusun Medas Kepor, Desa Kayangan, dan Desak Nyoman Budiarti, warga Dusun Lilir Barat, Desa Mambalan, Kecamatan Gunungsari.

Turut hadir pula keluarga besar dari kedua belah pihak, Kadus Medas Kepor, Kadus Lilir Barat, serta Bhabinkamtibmas Desa Mambalan yang sejak awal ikut mengawal jalannya mediasi.

Dalam proses musyawarah itu, keluarga pihak perempuan meminta agar putrinya dibawa pulang terlebih dahulu ke rumah orang tua untuk menenangkan suasana.

Baca Juga :  Kader Golkar Dae Yandi Resmi Dapat Rekomendasi Partai Demokrat Jadi Bacalon Bupati Bima 2024

Permintaan tersebut langsung disetujui pihak laki-laki, sebagai langkah menghindari potensi perselisihan yang lebih besar.

“Keputusan ini kami apresiasi. Semua pihak menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi persoalan yang cukup sensitif,” kata Iptu Adnyana.

Calon mempelai perempuan pun menyatakan siap pulang ke rumah orang tuanya, dengan syarat diantar langsung oleh keluarga pihak laki-laki. Permintaan itu juga disanggupi, dan proses pengantaran nantinya akan didampingi oleh Kadus Lilir Barat serta Bhabinkamtibmas Desa Mambalan.

Kapolsek Gunungsari memastikan seluruh rangkaian mediasi berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan.

“Kami bersyukur situasinya kondusif. Kesepakatan tercapai tanpa ada keributan,” tutupnya.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Editor : SUMBAWAPOST.com

Sumber Berita: Polsek Senggigi

Berita Terkait

Ketua IKA Unram Isvie Rupaeda Tegaskan Kampus Harus Aman dari Kekerasan Seksual
Ketua IKA Unram Isvie Ungkap Resep Sukses ke Maba, dari Dosen hingga Jadi Ketua DPRD NTB
Bukan Sekadar Cari Gelar, Ini Pesan Dekan FHISIP Unram untuk Mahasiswa Baru di PKKMB
Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas
Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ketua IKA Unram Isvie Rupaeda Tegaskan Kampus Harus Aman dari Kekerasan Seksual

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Ketua IKA Unram Isvie Ungkap Resep Sukses ke Maba, dari Dosen hingga Jadi Ketua DPRD NTB

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:40 WIB

Bukan Sekadar Cari Gelar, Ini Pesan Dekan FHISIP Unram untuk Mahasiswa Baru di PKKMB

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:08 WIB

Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB