Nadirah Al-Habsyi: Kami Bangga! Sultan Salahuddin, Pahlawan Nasional dari Bima yang Menyalakan Obor Peradaban NTB

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 12 November 2025 - 02:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sorak bangga dan haru menyelimuti Bumi Samawa Dana Mbojo. Ketua DPW PBB dan juga Anggota DPRD Provinsi NTB, Nadirah Al-Habsyi, SE.,Akt, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya usai Presiden RI menetapkan Sultan Muhammad Salahuddin dari Bima sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, keputusan itu bukan sekadar penghormatan terhadap sosok pejuang, melainkan pengakuan atas api peradaban dan intelektualisme Islam Nusantara yang pernah menyala terang dari Bima untuk seluruh Nusa Tenggara Barat (NTB)

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Kabar menggembirakan datang dari Istana Negara. Sultan Bima ke-XIV, Muhammad Salahuddin, resmi dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (10/11/2025).

Penetapan ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional, menjadikan momentum tersebut kian bermakna bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya di tanah Bima dan Dompu.

Dalam upacara kenegaraan yang penuh khidmat di Jakarta, Sultan Muhammad Salahuddin ditetapkan bersama sembilan tokoh nasional lainnya yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Penghargaan ini seolah menjadi pengakuan negara atas jejak panjang perjuangan, pengabdian, dan pemikiran besar sang sultan dalam bidang pendidikan, budaya, dan kemanusiaan.

Di Bima dan Dompu, kabar bahagia itu disambut dengan rasa haru dan bangga. Masyarakat menganggap penetapan tersebut sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi sang sultan yang selama hidupnya menjadi simbol keilmuan, keadaban, dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Baca Juga :  Pilkada Serentak 2024: NTB Masih Masuk Provinsi yang Rawan

Salah satu tokoh yang turut menyampaikan apresiasi adalah Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) NTB sekaligus Anggota DPRD Provinsi NTB, Nadirah Al-Habsyi SE.,Akt,. Ia menyebut, penganugerahan itu bukan hanya penghormatan atas sejarah masa lalu, tetapi juga penegasan bahwa semangat perjuangan Sultan Salahuddin masih relevan di masa kini.

“Kami, anak cucu dan penerus perjuangan beliau, merasa sangat bangga memiliki Pahlawan Nasional dari Kabupaten Bima-Dompu. Beliau bukan hanya simbol keberanian dan intelektualitas, tapi juga teladan dalam perjuangan pendidikan dan keberpihakan terhadap kaum perempuan,” ujar Nadirah Al-Habsyi di Mataram, Rabu (12/11/2025).

Menurut Nadirah Al-Habsyi, perjuangan Sultan Salahuddin jauh melampaui zaman dan konteks politik. Ia tidak hanya memimpin rakyatnya secara administratif, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang makna kemerdekaan yang sejati yakni kebebasan berpikir, berpendidikan, dan berbudaya.

“Beliau berjuang bukan dengan senjata, tapi dengan pena, gagasan, dan ketulusan membangun manusia. Keperpihakan beliau pada pendidikan dan kebudayaan menjadi fondasi penting bagi lahirnya generasi cerdas dan berdaya di NTB,” tambah Nadirah Al-Habsyi yang juga dikenal sebagai aktivis perempuan dan pegiat sosial.

Baca Juga :  Resmi dan Sah! Ketua DPW Nadirah Bagikan SK Baru PBB NTB, Ajak Kader Bersatu dan Rapatkan Barisan

Dalam tinjauan sosial-historis, Sultan Salahuddin menjadi simbol pahlawan yang melawan kebodohan dan ketimpangan sosial melalui ilmu dan budaya, bukan semata dengan peperangan. Ia memaknai perjuangan sebagai upaya mencerdaskan bangsa dan mengangkat martabat rakyat melalui pendidikan dan kemanusiaan.

“Beliau pantas mendapatkan gelar ini. Karena nilai perjuangannya lintas zaman, melampaui batas politik dan geografis. Sosoknya adalah bukti bahwa pahlawan sejati tidak hanya lahir di masa perang, tetapi juga di masa perjuangan membangun bangsa,” tegas Nadirah Al-Habsyi.

Bagi Nadirah Al-Habsyi yang juga istri dari Sekwil GP Ansor NTB Arman Anwar, menilai penganugerahan ini juga menjadi refleksi moral bagi generasi muda NTB. Ia mengajak agar semangat keilmuan dan sosial yang diwariskan Sultan Salahuddin terus dijaga, dirawat, dan diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Kita harus melanjutkan perjuangan beliau dengan cara kita sendiri mencerdaskan masyarakat, memperjuangkan keadilan, dan menjaga kebudayaan daerah sebagai identitas bangsa,” tutupnya.

 

Berita Terkait

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan
Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Berita Terbaru