Mutasi Massal 392 Pejabat Eselon III dan IV di NTB, Gubernur Ingatkan: Kerja Pakai Hati, Jangan Masukkan ke Hati

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengambilan sumpah jabatan 392 pejabat Eselon III dan IV lingkup Pemprov NTB di Aula Tambora, Kantor Gubernur NTB, Jumat (20/2/2026).

Pengambilan sumpah jabatan 392 pejabat Eselon III dan IV lingkup Pemprov NTB di Aula Tambora, Kantor Gubernur NTB, Jumat (20/2/2026).

Mataram | SUMBAWAPOST.com-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan perombakan besar dalam struktur birokrasi. Sebanyak 392 pejabat Eselon III dan Eselon IV resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Aula Tambora, Kantor Gubernur NTB, Jumat (20/2/2026).

Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah penataan organisasi sekaligus penguatan kinerja birokrasi daerah. Dari total pejabat yang dimutasi, 147 merupakan pejabat Eselon III dan 245 pejabat Eselon IV di lingkungan OPD Pemprov NTB. Mereka dijadwalkan mulai efektif bertugas pada Senin (23/2/2026).

Suasana pelantikan turut dihadiri pejabat Eselon I dan II, serta ratusan administrator dan pengawas. Momentum ini menjadi salah satu mutasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir di lingkup Pemprov NTB.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari dinamika birokrasi yang sehat. Ia menyebut langkah ini dilakukan menyusul perampingan struktur organisasi sesuai arahan pemerintah pusat, yang menyebabkan sejumlah jabatan struktural dihapus dan perlu dilakukan penyesuaian di berbagai OPD.

Baca Juga :  Sari Yuliati Serahkan 1.200 Paket Sembako di Lombok Tengah, Rayakan HUT ke-61 Golkar Bersama Warga

“Rotasi dan mutasi adalah hal yang biasa dalam birokrasi. Yang terpenting adalah komitmen terhadap sumpah dan janji jabatan yang telah diucapkan,” tegasnya.

Menurutnya, penataan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem karier berjenjang yang lebih terstruktur dan profesional.

Gubernur menjelaskan bahwa proses mutasi dilakukan melalui mekanisme uji kompetensi (beauty contest) untuk memetakan potensi aparatur secara objektif. Hasil uji kompetensi tersebut, ditambah profil kepegawaian serta catatan dari inspektorat, menjadi dasar utama dalam penempatan jabatan.

Ia menekankan pentingnya peran pejabat Eselon III sebagai pengambil keputusan dan pelaksana kebijakan, sekaligus sebagai jenjang strategis menuju posisi Eselon II.

“Saya ingin sistem karier berjenjang berjalan dengan baik. Harapannya, suatu saat pejabat Eselon II di setiap OPD berasal dari kader terbaik Eselon III di OPD tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, jabatan Eselon IV dinilai sebagai tahap awal kaderisasi kepemimpinan. Gubernur menitipkan pesan kepada pejabat Eselon III untuk aktif membina dan mengembangkan pejabat Eselon IV sebagai bagian dari proses regenerasi birokrasi di NTB.

Baca Juga :  Gas Program 3 Juta Rumah, Pimpinan DPR RI Sari Yuliati dan Menteri PKP Perkuat Integrasi Data Agar Tepat Sasaran

Ke depan, Pemprov NTB juga akan mendorong penguatan jabatan fungsional dengan sistem kerja yang lebih adaptif dan fleksibel. Langkah ini diharapkan membuka ruang pengembangan karier yang lebih luas bagi aparatur sipil negara (ASN), sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan publik.

Dalam penutup sambutannya, Gubernur menyampaikan pesan moral yang menjadi sorotan. “Jika dihadapkan pada pilihan antara kemampuan intelektual dan komitmen, pilihlah komitmen. Kemampuan bisa dibangun, tetapi komitmen lahir dari integritas dan niat yang bersih,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak mungkin dapat menyenangkan semua pihak. Karena itu, ASN diminta bekerja dengan hati, namun tidak membawa persoalan pekerjaan ke dalam hati. Selain itu, Gubernur menekankan agar aparatur tidak menggantungkan karier kepada siapa pun, melainkan membangun kinerja terbaik dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Mutasi dan pelantikan 392 pejabat ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta mempercepat kualitas pelayanan publik di Provinsi NTB.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi
Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini
Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB
Jelang MotoGP 2026, Wagub NTB Umi Dinda Minta Warga Siap Jadi Tuan Rumah Tamu Dunia
Anggota DPR RI Mori Hanafi Apresiasi Kerja Keras Basarnas Cari Korban KM Virgo
Mahasiswa Penjual Kopi Keliling Asal Kota Bima di Mataram Ditangkap Polisi, Ini Kasusnya
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba, Getaran Dirasakan hingga Bima, Warga Panik
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Jelang MotoGP 2026, Wagub NTB Umi Dinda Minta Warga Siap Jadi Tuan Rumah Tamu Dunia

Berita Terbaru