Mentan Amran Turun ke Sembalun, NTB Diproyeksikan Jadi Lumbung Bawang Putih Nasional

Avatar

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau sentra bawang putih di Sembalun, Lombok Timur.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau sentra bawang putih di Sembalun, Lombok Timur.

SUMBAWAPOST.com | Lombok Timur- Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja ke sentra bawang putih di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin (9/2/2026).

Kunjungan ini menegaskan arah baru Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai lumbung bawang putih nasional dalam mendukung kebijakan pangan strategis Indonesia.

Dalam agenda tersebut, Menteri Pertanian didampingi langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal serta Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB. Pemerintah pusat menempatkan NTB sebagai salah satu wilayah kunci dalam penguatan produksi bawang putih nasional guna mengurangi ketergantungan impor.

Di kawasan dataran tinggi Sembalun, rombongan meninjau fasilitas pascapanen berupa lantai jemur dan gudang benih bawang putih milik pelaku usaha lokal. Mentan Amran juga berdialog langsung dengan petani dan kelompok tani, serta melakukan penanaman bawang putih bersama sebagai simbol komitmen keberlanjutan pengembangan komoditas strategis tersebut.

Menteri Pertanian menilai Sembalun memiliki karakter agroklimat yang ideal serta produktivitas yang konsisten, sehingga layak menjadi tumpuan dalam upaya memperkuat produksi bawang putih dalam negeri.

Baca Juga :  MotoGP Mandalika 2026, Gubernur NTB Minta UMKM Lokal Kebagian ‘Kue’ Ekonomi

“Pengembangan komoditas strategis tidak hanya bertumpu pada perluasan lahan tanam, tetapi juga pada kesiapan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir,” tegas Menteri Pertanian.

Ia menekankan bahwa penguatan ekosistem produksi menjadi kunci agar NTB benar-benar mampu menjadi pusat produksi bawang putih nasional secara berkelanjutan.

Selain bawang putih, Mentan juga memberi perhatian terhadap potensi jagung NTB sebagai sumber pakan nasional. Kapasitas produksi dan kualitas jagung NTB dinilai memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan berpotensi diarahkan ke pasar ekspor apabila dikelola secara optimal.

Untuk menjaga stabilitas harga serta menjamin penyerapan hasil panen petani, pemerintah mendorong optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen penyangga pasar. Skema ini diharapkan mampu menghubungkan langsung hasil produksi petani dengan kebutuhan konsumsi masyarakat, sehingga fluktuasi harga dapat ditekan dan kesejahteraan petani lebih terjamin.

Baca Juga :  Deteksi Narkoba, Ratusan Pagawai Kejaksaan Tinggi NTB Jalani Tes Urine

Menteri Pertanian juga menekankan pentingnya peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai ujung tombak pembangunan pertanian. “PPL harus menjadi motor inovasi budidaya di tingkat petani, bukan hanya sekadar pendamping,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB dalam menindaklanjuti arahan pemerintah pusat secara terukur dan berkelanjutan.

“Penugasan ini kami maknai sebagai amanah strategis. NTB harus mampu membangun ekosistem pangan yang utuh, sehingga nilai tambahnya tidak hanya berhenti di lahan, tetapi juga dirasakan oleh petani dan masyarakat luas,” ujar Gubernur.

Ia menambahkan bahwa sektor pangan akan terus menjadi prioritas pembangunan daerah, sejalan dengan upaya memperkuat peran NTB sebagai daerah penyangga pangan nasional.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pengembangan bawang putih dan jagung di NTB diharapkan berjalan secara terencana dan berkelanjutan, sekaligus menjadi penggerak ekonomi pedesaan serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Ranperda Pajak NTB Dikoreksi Mendagri, Komisi III DPRD Beberkan 6 Poin Ini Wajib Diperbaiki
Kemendagri Koreksi Pajak Air NTB, Komisi III Soroti Water Meter, Air Payau hingga IPR
Kemendagri Hapus Sejumlah Tarif Retribusi dalam Ranperda Pajak NTB, Ini Daftarnya
Bom Meledak di Lombok Tengah Jelang MotoGP Mandalika 2026, Tim Jibom Polda NTB Bergerak
PMI NTB Yanuar Masih Tertahan di Myawaddy, Sudah Terhubung dan Sehat Tapi Belum Bisa Pulang, Ini Alasannya
PKL Nasional di Kemenag RI, Mahasiswa FDIK UIN Mataram Didorong Uji Skill dan Mental di Dunia Kerja
Mahasiswa Bima Tusuk Ihsan hingga Tewas di Pantai Wadu Baba, Terancam Hukuman Mati
Sakit Hati Pacarnya Diduga Diperkosa, Mahasiswa Bima Tusuk Pemuda Pantai Hingga Tewas
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:23 WIB

Ranperda Pajak NTB Dikoreksi Mendagri, Komisi III DPRD Beberkan 6 Poin Ini Wajib Diperbaiki

Selasa, 29 September 2026 - 16:57 WIB

Kemendagri Koreksi Pajak Air NTB, Komisi III Soroti Water Meter, Air Payau hingga IPR

Selasa, 29 September 2026 - 15:44 WIB

Kemendagri Hapus Sejumlah Tarif Retribusi dalam Ranperda Pajak NTB, Ini Daftarnya

Selasa, 29 September 2026 - 11:49 WIB

Bom Meledak di Lombok Tengah Jelang MotoGP Mandalika 2026, Tim Jibom Polda NTB Bergerak

Senin, 28 September 2026 - 19:50 WIB

PMI NTB Yanuar Masih Tertahan di Myawaddy, Sudah Terhubung dan Sehat Tapi Belum Bisa Pulang, Ini Alasannya

Berita Terbaru