SUMBAWAPOST.com |™ Mataram-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus Mendorong Penguatan Industri Daerah melalui Hilirisasi Komoditas Lokal. Langkah ini diarahkan agar Potensi Unggulan NTB tidak hanya dipasarkan sebagai Bahan Mentah, tetapi Diolah menjadi Produk bernilai Tambah dan Memiliki Daya Saing.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, turut mendampingi kunjungan kerja Plh. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI dalam Pertemuan dengan Tim Reses Komisi VII DPR RI di Ruang Rapat Tambora, Kantor Gubernur NTB, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay dan membahas sejumlah Potensi serta kebutuhan Pembangunan NTB, khususnya Penguatan Industri, Pemberdayaan UMKM, Hilirisasi Komoditas Lokal, serta Pengembangan Sektor Pangan dan Peternakan.
Bagi Disperindag NTB, pembahasan tersebut sejalan dengan arah Kebijakan Daerah untuk Memperkuat Hilirisasi sekaligus meningkatkan nilai tambah Komoditas Unggulan NTB.
Melalui Hilirisasi, Komoditas Daerah diharapkan tidak berhenti sebagai Bahan Baku. Komoditas tersebut dapat diolah menjadi Produk bernilai Ekonomi lebih tinggi sekaligus membuka peluang Usaha dan memperkuat Daya Saing Produk NTB.
Jagung dan Kelor Jadi Perhatian
Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah Pengembangan Industri Pakan Berbasis Bahan Baku Lokal, termasuk pemanfaatan Jagung dan Kelor.
Pengembangan Industri tersebut dinilai dapat membuka peluang Usaha Baru bagi Masyarakat sekaligus mengurangi Ketergantungan terhadap Bahan Baku dari luar Daerah.
Selain sektor Pangan dan Peternakan, Penguatan Industri Pengolahan hasil Perikanan juga menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan nilai tambah Komoditas NTB.
NTB memiliki potensi besar pada Komoditas Udang dan berbagai Hasil Perikanan. Potensi tersebut perlu didukung dengan peningkatan kapasitas pengolahan hingga pengemasan agar nilai Ekonomi dan Manfaatnya lebih banyak dirasakan Masyarakat serta Pelaku Usaha di Daerah.
Lalu Wiranata menekankan bahwa penguatan industri harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Menurutnya, Bahan Baku yang dihasilkan NTB perlu mendapat ruang untuk diolah dan dikembangkan di Daerah sehingga mampu menciptakan Nilai Tambah, membuka Peluang Usaha, sekaligus memperkuat Daya Saing Produk Lokal.
“Penguatan Industri harus berjalan dari Hulu hingga Hilir. Bahan baku yang dihasilkan NTB dapat diolah di NTB, memiliki Nilai Tambah, membuka Lapangan Usaha, dan Memperkuat Daya Saing Produk Daerah,”ungkap Lalu Wiranata, dalam keterangan yang diterima media ini, Rabu (12/8/2026).
Langkah tersebut, sambung Ia, menjadi bagian dari upaya memperkuat Ekosistem Industri Lokal sekaligus memastikan Potensi Komoditas Unggulan NTB memberikan manfaat Ekonomi yang lebih besar bagi Daerah.
Dengan Potensi Jagung, Kelor, Udang, serta berbagai Komoditas lainnya, Lalu Wiranata Sebutkan
NTB memiliki peluang untuk memperluas Industri Pengolahan berbasis Bahan Baku Lokal.
“Hilirisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai jual produk, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM, membuka lapangan usaha, dan memperkuat posisi produk NTB di pasar yang lebih luas,”Terang Lalu Wiranata.
Dengan demikian, Jagung, Kelor, dan Udang NTB tidak sekadar keluar sebagai Bahan Mentah, tetapi dapat Diolah di Daerah sehingga Nilai Tambah dan Manfaat Ekonominya tetap lebih banyak Berputar di NTB.
Dorongan Hilirisasi Komoditas Lokal NTB juga mendapat perhatian langsung dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal memaparkan perkembangan Ekonomi NTB yang semakin Positif.
Menurutnya, pertumbuhan Ekonomi Daerah tidak lagi semata bertumpu pada Pertambangan, tetapi semakin diperkuat Sektor Pertanian dan Pariwisata.
Salah satu indikatornya terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) NTB yang mencapai 132, meningkat dari sebelumnya 123 dan berada di atas rata-rata nasional sebesar 127.
Menurut Lalu Muhamad Iqbal, kondisi tersebut menunjukkan sektor pertanian semakin memberikan Prospek Ekonomi yang baik bagi Petani, terutama pada sub-sektor Hortikultura dan Perkebunan.
“Ini menunjukkan bahwa Sektor Pertanian kita memberikan return yang cukup baik bagi Petani. Hortikultura dan perkebunan juga tumbuh cukup baik,” ujar Lalu Muhamad Iqbal.
Untuk memperbesar manfaat Ekonomi tersebut, Pemprov NTB mendorong hilirisasi agar Komoditas Daerah tidak hanya Diproduksi, tetapi juga diolah dan menghasilkan nilai tambah di dalam Daerah.
Salah satunya pada Sektor Perikanan, khususnya Udang Vaname, yang sebagian Produksinya masih dikirim ke Luar NTB untuk diproses dan Diekspor.
“Prioritas kami adalah Mendorong Investasi Hilirisasi di NTB. Minimal sampai proses Packing, sehingga Dokumen dan status Ekspornya dapat tercatat atas Nama NTB,” jelasnya.
Di Sektor Peternakan, Pemerintah juga mendorong pengembangan pakan mandiri berbasis Potensi Lokal untuk menekan Biaya Produksi.
Jagung menjadi salah satu bahan utama, sementara Kelor dikaji sebagai bahan Alternatif karena ketersediaannya melimpah dan memiliki kandungan Nutrisi.
“Kita ingin melihat bagaimana Kelor dapat menjadi bagian dari Solusi untuk Mengurangi Ketergantungan terhadap Bahan Pakan dari Luar,” katanya.
Selain pengembangan industri pakan skala Lokal, Pemprov NTB mendorong Kawasan Percontohan Sapi Perah terintegrasi di Sembalun, mulai dari Pakan dan Pembibitan hingga Pengolahan Susu dan Produk turunannya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










