Menjelang perebutan kursi Ketua Asprov PSSI NTB, H. Baihaqi ST., MM. tampil percaya diri. Ia berjanji siap menambal ‘Aib’ Sepakbola NTB yang selama ini Mandek. Dengan gaya santainya, Baihaqi menegaskan bahwa ia tahu persis di mana letak kebocoran yang Membuat talenta NTB tak pernah Tembus ke Level tertinggi, dan karena itu ia merasa terpanggil untuk Turun langsung Membenahinya.
SUMBAWAPOST.com| Mataram-Menjelang Konferensi Daerah PSSI NTB pada 22 November mendatang, satu nama mencuat kuat sebagai kandidat Ketua Asprov PSSI NTB. Dia adalah H. Baihaqi ST., MM., pembina klub Fatahillah Mataram sekaligus sosok muda yang selama ini dikenal aktif mendorong kemajuan olahraga di daerah.
Dalam keterangan yang diterima media ini. Rabu (19/11/2025), Baihaqi menegaskan kesiapannya maju. “Saya maju ini untuk memberikan perubahan di Asprov PSSI NTB dengan konsep program kerja yang sudah saya siapkan,” ujarnya mantap.
Baihaqi mengaku langkahnya bukan didorong ambisi pribadi, tetapi kecintaannya pada sepakbola NTB yang menurutnya masih tertinggal dari daerah lain. Padahal, katanya, NTB berkali-kali melahirkan pemain muda bertalenta yang tampil di level nasional.
Namun tanpa sistem pembinaan yang konsisten, potensi itu sulit naik kelas. Ia menilai peran Asprov PSSI NTB bersama pemerintah daerah menjadi kunci dalam membangun ekosistem sepak bola yang lebih profesional.
“Kita punya talenta cukup banyak. Tapi tidak ada yang tembus ke level kompetisi tertinggi,” katanya.
Hal itu, lanjut Baihaqi, menunjukkan adanya masalah serius yang menghambat perkembangan pemain. “Dan saya paham masalahnya ada di mana,” tegas Ketua KNPI NTB tersebut.
Meski begitu, ia belum ingin berbicara terlalu jauh sebelum konferensi berlangsung. Jika dipercaya memimpin Asprov PSSI NTB, ia akan membeberkan sekaligus membenahi setiap kendala yang selama ini menghambat kemajuan sepakbola NTB.
Secara garis besar, Baihaqi menekankan pentingnya ekosistem yang sehat. “Ekosistem ini yang kita benahi. Apa saja unsur ekosistem ini? Nanti saja ya,” ujarnya tersenyum.
Saat ini, Baihaqi memilih fokus pada upaya memenangkan kursi ketua. Ia mengaku optimistis, sebab mendapat dukungan luas dari klub-klub anggota Asprov di Lombok maupun Pulau Sumbawa. “Insyaallah mereka akan mendukung,” ucapnya.
Dari aspirasi klub-klub itu, ia menangkap beberapa kebutuhan mendesak: penguatan pembinaan usia dini melalui SSB yang terstandar, penyelenggaraan kompetisi pelajar dan liga klub secara rutin, serta peningkatan kolaborasi dengan dunia usaha dan BUMD untuk memastikan dukungan berkelanjutan bagi sepak bola NTB.
Baihaqi menargetkan NTB bisa menjadi daerah penyumbang pemain terbaik bagi sepak bola nasional. Dukungan anggaran, perencanaan matang, dan komitmen pembinaan diyakininya mampu membawa NTB ke level baru.
“Sepak bola daerah bukan sekadar olahraga, tapi juga kebanggaan dan simbol kemajuan generasi muda NTB. Kita ingin menghadirkan kebanggaan itu. Apalagi salah satu prioritas Pak Gubernur adalah sport tourism,” ujarnya.
Ia juga menilai sepakbola memiliki kekuatan besar sebagai magnet wisata. “Kalau NTB punya klub yang main di liga satu, bisa kita bayangkan setiap Minggu daerah kita akan kebanjiran pengunjung. Apalagi kalau misalnya kita menggelar turnamen Asean atau Asia,” pungkas Baihaqi.









