Lawan Perkawinan Anak, Pemprov NTB dan 15 Organisasi Wanita Satu Suara Selamatkan Generasi

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Tengah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama belasan organisasi wanita bersepakat mengambil langkah tegas untuk memutus rantai perkawinan anak usia dini. Kesepakatan itu diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara TP PKK NTB dan BKOW, disaksikan 15 organisasi wanita di NTB, Rabu (13/8) di Kantor Bupati Lombok Tengah.

Aksi kolaboratif ini menjadi puncak Seminar Kesehatan bertema “Dampak Perkawinan Anak Terhadap Kesehatan Mental dan Reproduksi”, yang juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-4 RS Mandalika.

Wagub: Bukan Seremoni, Tapi Aksi Nyata

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar acara seremonial.

Baca Juga :  Bukan Cuma Janji Manis, Bupati Sumbawa Buka Jalur Beasiswa ke Fakultas 'Malaikat Berjas Putih' UNRAM

“Yang utama adalah komitmen semua pihak untuk bergerak bersama, menekan angka perkawinan anak, mensosialisasikan, dan memberi edukasi kepada generasi muda tentang dampak negatifnya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama perlindungan anak.

“Saya berharap adik-adik yang hadir bisa menjadi agen perubahan, menyampaikan pesan ini kepada teman-temannya, sehingga mereka dapat terhindar dari masalah kesehatan mental dan reproduksi, dan bisa fokus mengejar cita-cita,” ujarnya.

TP PKK NTB Target 5 Tahun Tanpa Perkawinan Anak

Ketua TP PKK NTB, Sinta M. Iqbal, menjelaskan bahwa isu perkawinan anak tidak bisa diselesaikan dari satu sisi saja.

Baca Juga :  Undang Akademisi Hingga Tokoh Agama, UIN Mataram Gaungkan Harmoni Manusia dengan Alam

“Kami menggandeng seluruh organisasi wanita dari berbagai bidang, mulai pendidikan, agama, hingga komunitas lokal, karena masalah ini kompleks dan harus ditangani dari banyak aspek,” paparnya.

Dengan optimisme tinggi, ia menargetkan dalam waktu lima tahun, NTB bebas dari kasus perkawinan anak usia dini.

“Ini adalah jawaban kita terhadap isu nasional, mengingat NTB selama ini tercatat memiliki angka perkawinan anak yang cukup tinggi,” pungkasnya.

Langkah bersama ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan, membentuk ekosistem perlindungan anak yang kokoh, serta membuka jalan bagi lahirnya generasi NTB yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Berita Terkait

Ini Daftar Lengkap Pemenang Puteri Anak Dan Puteri Remaja NTB 2026, Ajang Bergengsi Cetak Generasi Berkarakter
KPU NTB ‘Sekolahin’ Jajaran Lewat Class Menulis, KPU Kota Bima Jadi Kelas Perdana
14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi
YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima
YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata
Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima
Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung
NTB Kebagian 30 Cabor PON 2028, Persiapan Dikebut: Tak Mau Sekadar Tuan Rumah, Targetkan Warisan Jangka Panjang
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:12 WIB

Ini Daftar Lengkap Pemenang Puteri Anak Dan Puteri Remaja NTB 2026, Ajang Bergengsi Cetak Generasi Berkarakter

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:40 WIB

KPU NTB ‘Sekolahin’ Jajaran Lewat Class Menulis, KPU Kota Bima Jadi Kelas Perdana

Senin, 11 Mei 2026 - 22:45 WIB

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi

Senin, 11 Mei 2026 - 19:20 WIB

YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:34 WIB

YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata

Berita Terbaru