KPU NTB Hadiri Launching Indeks Partisipasi Pilkada 2024: Dorong Demokrasi yang Lebih Bermakna dan Partisipatif

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 12:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Jakarta- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat (NTB) turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi Divisi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Tahun 2025 yang digelar di Jakarta, 17-19 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut menjadi ajang refleksi nasional dan penguatan pasca-Pilkada Serentak 2024, sekaligus momentum peluncuran Indeks Partisipasi Masyarakat (IPP) Pilkada 2024, yang menjadi tolok ukur baru bagi kualitas demokrasi elektoral di Indonesia.

Ketua Divisi Sosialisasi, Parhumas, dan SDM KPU NTB, Agus Hilman, hadir langsung dalam kegiatan yang diinisiasi oleh KPU RI tersebut.

Ketua KPU RI, Muhammad Afifuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian penting dari rencana strategis KPU untuk memperkuat literasi demokrasi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam setiap proses elektoral.

Baca Juga :  Aklamasi, Rektor UIN Mataram Prof Masnun Kembali Terpilih Jadi Ketua PW NU NTB 2025-2030 

“Pemilu bukan sekadar teks, melainkan konteks. Kita perlu menunjukkan kerja nyata, bukan hanya ucapan,” tegas Afifuddin, yang akrab disapa Afif.

Ia juga mengingatkan pentingnya keberanian mengambil risiko dalam bekerja dan meneguhkan peran KPU sebagai penyebar informasi kepemiluan yang positif dan mencerdaskan publik.

Sementara itu, Anggota KPU RI, Agus Melaz, menambahkan bahwa KPU berkomitmen menjadi pusat pengetahuan dan kolaborasi multipihak dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada, guna mewujudkan demokrasi yang semakin inklusif.

Rakor tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Bawaslu RI, kalangan akademisi, hingga tim penyusun IPP, yang memberikan pandangan strategis tentang arah peningkatan partisipasi masyarakat pasca-Pilkada.

Baca Juga :  Jelang Pilkada 2024, KPU NTB Santuni Anak Yatim

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dr. Bahtiar, memberikan catatan kritis terhadap makna partisipasi politik.

“Tingginya angka partisipasi belum tentu mencerminkan kualitas demokrasi,” ujarnya mengingatkan, seraya menekankan pentingnya kualitas pilihan dan kesadaran politik masyarakat.

Melalui kegiatan ini, KPU di seluruh Indonesia, termasuk NTB, diharapkan dapat memperkuat demokrasi yang lebih bermakna, partisipatif, dan berintegritas, bukan sekadar angka partisipasi di atas kertas.

 

Berita Terkait

Nazaruddin Resmi Pimpin NasDem Kabupaten Bima, Abdul Muis Jadi Sekretaris
Mori Hanafi Lantik Pengurus NasDem Kabupaten Bima, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB
Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!
Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram
Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026
Kacang Mete Songgajah NTB Dilirik Jepang, Turki dan Serbia di TEI 2026
Sate Rembiga dan Ayam Taliwang NTB Dilirik Jepang dan Papua Nugini di TEI 2026
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Nazaruddin Resmi Pimpin NasDem Kabupaten Bima, Abdul Muis Jadi Sekretaris

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Mori Hanafi Lantik Pengurus NasDem Kabupaten Bima, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram

Berita Terbaru