Kontroversi Dana BOS, Guru SMK PP Negeri Bima Dipotong Gaji, Pengembalian Jadi Sorotan

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com| Bima- Dugaan praktik pemotongan gaji tenaga pengajar di SMK PP Negeri Bima kembali mencuat. Informasi ini muncul setelah beberapa guru mengaku pernah mengalami pemotongan gaji dengan nilai bervariasi antara Rp300 ribu hingga Rp750 ribu. Salah seorang guru bahkan mengungkap bahwa dana yang dipotong pernah dikembalikan pada tahun-tahun sebelumnya. Pengembalian ini bagi sebagian guru menjadi indikasi kuat bahwa pemotongan memang terjadi, dan ditambah lagi sebelumnya berita pihak Kepala sekolah mengakui pemotongan gaji tersebut.

Berdasarkan keterangan sejumlah sumber internal, muncul dugaan kuat bahwa pengembalian dana tersebut diduga menggunakan dana BOS atau anggaran sekolah. Jika benar, penggunaan dana BOS untuk menutupi kebijakan internal disebut sebagai penyimpangan, karena dana BOS semestinya tidak diperuntukkan untuk menambal kesalahan atau praktik internal yang tidak prosedural.

Baca Juga :  Tunggakan Pajak Kendaraan Dinas: Ujian Nyata Komitmen Membangun Kepercayaan Publik

Hingga kini, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan pengembalian dana yang bersumber dari BOS.

Salah seorang guru honorer yang meminta identitasnya dirahasiakan mengakui pemotongan Gaji Tenaga Pengajar, dan honorer.

“Iya benar ada pemotongan,” ujar guru tersebut singkat saat dikonfirmasi, Sabtu (15/11/2025).

Ia menambahkan tidak mengetahui alasan pemotongan gaji dan menyebut tidak ada penjelasan resmi yang diberikan pihak sekolah.

Menanggapi isu ini, Kepala Sekolah Abdul Hamid menjelaskan bahwa kebijakan pemotongan gaji bukan langkah utama, melainkan opsi terakhir dalam proses pembinaan disiplin pegawai honorer.

“Sebelum keputusan itu diambil, sekolah selalu mengutamakan pembinaan bertahap, mulai dari teguran lisan/tulisan, hingga evaluasi kinerja secara personal. Pemotongan hanya diberlakukan pada kondisi tertentu, ketika pembinaan tidak menunjukkan perubahan yang berarti, dan dilakukan berdasarkan pada penilaian kinerja bersama. Nilainya sekitar Rp30.000 per hari bila tidak masuk tanpa keterangan,” jelas Abdul Hamid.

Baca Juga :  NTB Dorong Pariwisata Berkualitas dan Lestari, Poltekpar: Perubahan Bisa Dimulai dari Satu Orang

Ia menegaskan, kebijakan tersebut semata-mata bertujuan untuk menumbuhkan tanggung jawab, menjaga kedisiplinan, dan memastikan layanan pembelajaran bagi peserta didik tetap optimal. Abdul Hamid menambahkan, seiring masukan dari berbagai pihak, mekanisme pemotongan kini telah dihentikan, dan sekolah berfokus pada pembinaan yang lebih edukatif dan memotivasi.

Informasi lain yang dihimpun media ini menunjukkan bahwa dugaan pemotongan gaji bukan hanya terjadi tahun ini, tetapi juga berlangsung di tahun-tahun sebelumnya di sekolah yang berada di bawah naungan UPTD Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhammad Riadi, SP, M.Ec.Dev, menjawab singkat. “Nanti selesai rapat saya baca dulu,”kata Muhammad Riadi,

 

Berita Terkait

Yuri Kemal Fadlullah Dikukuhkan Pimpin PBB, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Tegaskan Soliditas Menuju Pemilu 2029
Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029
Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Apresiasi Seluruh Kontingen, Cabor Selancar Porprov XII NTB 2026 Resmi Ditutup Sukses
Daftar Peraih Medali Emas Cabor Selancar PSOI Porprov XII NTB 2026, Ini Nama-Nama Juaranya
Lomba Cabor PSOI Porprov XII NTB Berakhir Sukses, Juri Pastikan Fair Play dan Netral
Lombok Tengah Dominasi Selancar Porprov XII NTB 2026, Sabet Emas di Tiga Divisi PSOI
Porprov XII NTB 2026: PSOI Pertandingkan Tiga Divisi, 27 Atlet dari Enam Daerah Adu Kemampuan di Tanjung Aan
Kalungkan Medali di Porprov XII NTB, Anggota DPRD Dr. Syamsuriansyah Janji Kawal Pembinaan Atlet
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:44 WIB

Yuri Kemal Fadlullah Dikukuhkan Pimpin PBB, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Tegaskan Soliditas Menuju Pemilu 2029

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:27 WIB

Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:23 WIB

Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Apresiasi Seluruh Kontingen, Cabor Selancar Porprov XII NTB 2026 Resmi Ditutup Sukses

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:01 WIB

Daftar Peraih Medali Emas Cabor Selancar PSOI Porprov XII NTB 2026, Ini Nama-Nama Juaranya

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:22 WIB

Lomba Cabor PSOI Porprov XII NTB Berakhir Sukses, Juri Pastikan Fair Play dan Netral

Berita Terbaru