Kepala SMK PP Negeri Bima Akui Ada Pemotongan Gaji Tenaga Pengajar

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 00:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com| Bima-
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMKPP) Negeri Bima, Abdul Hamid, akhirnya buka suara terkait dugaan pemotongan gaji tenaga pengajar yang sempat menjadi sorotan publik. Ia membenarkan adanya kebijakan pemotongan, namun menegaskan bahwa langkah itu merupakan hasil rapat internal sekolah, bukan keputusan sepihak.

“Terkait isu pemotongan gaji pegawai di SMKPP Negeri Bima, kami perlu menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berawal dari hasil rapat internal sekolah yang membahas peningkatan kedisiplinan pegawai, khususnya bagi yang tidak masuk kerja atau meninggalkan jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tanpa keterangan yang sah,” jelas Abdul Hamid, Senin (10/11/2025) malam.

Menurutnya, pemotongan dilakukan secara proporsional terhadap pegawai yang tidak hadir tanpa alasan jelas. Dana hasil potongan itu, lanjutnya, dialokasikan untuk membayar honor guru pengganti yang mengambil alih jam KBM yang ditinggalkan.

Baca Juga :  Komit Jadi Ujung Tombak Bagi Pelaku Usaha, DPMPTSP NTB Gelar Sosialisasi Perda

“Sebagaimana kesepakatan rapat bersama, dana hasil pemotongan digunakan untuk memberikan honor kepada guru pengganti yang melaksanakan jam KBM yang ditinggalkan,” ujarnya.

Abdul Hamid menegaskan, kebijakan tersebut baru berjalan dua bulan dan tidak dimaksudkan untuk kepentingan pribadi siapa pun. Langkah itu, katanya, diambil semata-mata untuk meningkatkan kedisiplinan, menjaga keberlangsungan proses belajar-mengajar, serta memastikan layanan pendidikan tetap optimal.

Namun setelah menerima sejumlah masukan dari para guru dan pihak eksternal, pihak sekolah telah melakukan rapat evaluasi dan memutuskan untuk menghentikan kebijakan pemotongan gaji tersebut.

“Setelah kami mendapatkan masukan dari berbagai pihak dan melakukan rapat evaluasi bersama, kebijakan tersebut telah kami hentikan. Kami sepakat bahwa upaya peningkatan disiplin akan dilaksanakan melalui pembinaan yang lebih edukatif, persuasif, dan sesuai dengan ketentuan kepegawaian yang berlaku,” tandasnya.

Meski demikian, saat ditanya mengenai dugaan pemotongan gaji pada tahun-tahun sebelumnya yang disebut dilakukan tanpa surat kesepakatan, Kepala Sekolah enggan memberikan tanggapan lebih lanjut.

Baca Juga :  Meski Diguyur Hujan Deras, Ribuan Warga Tetap Padati Karnaval Budaya HUT Dompu ke-211

Hal itu terbongkar setelah sebelumnya, seorang guru honorer yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan  adanya pemotongan gaji yang dilakukan pihak sekolah.

“Iya benar ada pemotongan,” ungkapnya singkat saat dikonfirmasi, Senin (10/11/2025).

Guru tersebut mengaku tidak mengetahui alasan pasti di balik kebijakan tersebut mengenai dasar dan tujuan pemotongan yang nilainya bervariasi antara Rp300 ribu hingga Rp750 ribu.

Informasi lain yang dihimpun media ini menyebutkan, pemotongan gaji tenaga pengajar sebagai salah satu Sekolah dibawah Naungan UPTD Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB itu tidak hanya terjadi tahun ini, tetapi juga di tahun-tahun sebelumnya.
Bahkan, sejumlah pihak berencana melaporkan secara resmi peristiwa tersebut dalam waktu dekat.

 

Berita Terkait

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi
UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026
Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali
Nobar Final Piala Dunia Satukan Ribuan Warga, Pemprov NTB Apresiasi Antusiasme Masyarakat
IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Pemprov NTB Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:23 WIB

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Juli 2026 - 16:47 WIB

Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab

Senin, 20 Juli 2026 - 14:23 WIB

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 13:55 WIB

Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali

Berita Terbaru

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menerima kunjungan silaturahmi Rektor Universitas Mataram (UNRAM) Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. bersama jajaran di Kantor Bupati Sumbawa untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah melalui riset, hilirisasi, inovasi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Pemerintahan

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Jul 2026 - 18:23 WIB