Ketua DPD IMM NTB Murka! Tiket Naik 2X Lipat, Gubernur Malah Asyik Selfie

Avatar

- Jurnalis

Senin, 24 Maret 2025 - 11:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Tiket Lebih Panas dari Cuaca, Pemerintah NTB Dingin Kayak Es Batu

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Kenaikan harga tiket mudik yang menggila hingga dua kali lipat kembali membuat masyarakat menjerit. Sementara rakyat kesulitan untuk pulang kampung, Gubernur NTB, Miq Iqbal, justru asyik membangun citra di media sosial.

Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) NTB dengan tegas mengecam lonjakan harga tiket yang dinilai sebagai bentuk pembiaran pemerintah terhadap permainan harga oleh pengusaha transportasi.

Rakyat Tercekik, Pemerintah Cuek?

Ketua Umum DPD IMM NTB, Mahmud, menyayangkan naiknya harga tiket mudik dari Mataram ke Sumbawa, Dompu, dan Bima yang melonjak hingga dua kali lipat.

“Kader-kader kami yang mudik mengeluhkan lonjakan harga yang tidak masuk akal. Pemerintah provinsi ke mana selama ini? Katanya harga tiket dikontrol, tapi di lapangan justru rakyat yang jadi korban,” tegasnya.

Mahmud menduga ada praktik transaksi gelap antara Dinas Perhubungan (Dishub) NTB dan agen pemilik bus.

“Harga standar tiket bus hanya Rp180 ribu, tapi saat Ramadan naik jadi Rp440 ribu. Tidak mungkin pengusaha berani menaikkan harga tanpa restu dari Dishub. Ada permainan harga yang menghisap rakyat di sini,” paparnya dengan nada geram.

IMM NTB Sindir Gubernur: “Stop Pencitraan, Kerja Nyata Dong!”

Baca Juga :  Dana Siluman Rp1,8 Miliar Dikembalikan DPRD NTB Bukan Amal Jariah, Jaksa Jadikan Bukti, Petinggi Pemprov Masuk Radar

Mahmud menilai kebijakan pemerintah provinsi tidak sebanding dengan daya beli masyarakat NTB.

“Pendapatan masyarakat tidak sebanding dengan kenaikan harga tiket ini. Kebijakan ini sama sekali tidak Apple to Apple. Pemerintah seolah menutup mata terhadap penderitaan rakyat. Kebijakan Pemprov NTB gagal kendalikan harga tiket,” sindirnya.

Ia juga menyoroti gaya kepemimpinan Miq Iqbal yang lebih sibuk membangun citra di media sosial ketimbang memastikan anak buahnya bekerja sesuai SOP.

“Pak Gubernur, cukup pencitraannya.Pak Gubernur cukup sudah selfienya. Jangan cuma sibuk tampil di media sosial. Lihat anak buahmu, kerja mereka benar atau tidak? Kalau tidak, evaluasi. Kalau tidak becus, pecat,” tegasnya.

Gagal Mudik, Mahasiswa Kecewa Berat

Akibat harga tiket yang melambung, banyak pelajar dan mahasiswa akhirnya gagal pulang kampung. Hal ini semakin menambah kekecewaan mereka terhadap kepemimpinan Miq Iqbal yang dinilai lemah dalam mengambil kebijakan tegas untuk melindungi rakyat.

Fahrul, seorang mahasiswa Universitas Undikma Mataram, dengan nada kecewa mengungkapkan betapa menyakitkannya harus membatalkan kepulangannya ke kampung halaman.

“Harga tiket naik gila-gilaan. Dari Rp200 ribu jadi Rp400 ribu lebih! Saya sudah menabung, tapi tetap tidak cukup. Akhirnya saya tidak bisa pulang, sementara orang tua sangat berharap saya bisa berkumpul dengan keluarga saat Lebaran. Apa yang bisa saya lakukan sekarang?,” keluhnya.

Baca Juga :  Elpiji 3 Kg Jadi Barang Mewah di NTB, Senator Mirah: Ini Sudah Krisis, Pemerintah Harus Bergerak

Sampai Kapan Rakyat Harus Jadi Korban?

Fenomena ini terus berulang setiap tahun tanpa solusi nyata dari pemerintah. Jika tak ada tindakan tegas, rakyat hanya akan terus jadi korban permainan harga yang licik ini.

Terpisah, sbelumnya, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Chairy Chalidyanto, mengklaim bahwa harga tiket bus tahun ini “masih sama dengan tahun sebelumnya.” Namun, fakta di lapangan berkata lain.

Harga tiket non-eksekutif:

Mataram – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB): Rp132.000
Mataram – Sumbawa: Rp200.000
Mataram – Dompu/Bima: Rp320.000

Harga tiket eksekutif:

Mataram – Bima (Super Eksklusif): Rp450.000
Mataram – Bima (Sleeper Bus): Rp525.000

“Jadi sebenarnya kenaikan ini sama seperti tahun lalu,” ujar Chairy.

Namun, masyarakat tak bisa menutupi kemarahan mereka.

“Katanya sudah ada aturan harga, tapi kok tetap naik gila-gilaan?!” protes seorang pemudik yang merasa kecewa.

Pemerintah Lemah, Mafia Tiket Merajalela?

Dishub NTB mengklaim bahwa harga tiket sudah diatur dalam Pergub NTB Nomor 550/635 Tahun 2022.

“Kami batasi harga sleeper maksimal Rp525 ribu,” ujar Chairy. Tapi siapa yang memastikan aturan ini benar-benar dijalankan?

 

 

Berita Terkait

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya
Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia
Gubernur NTB Siapkan Kendaraan Antar-Jemput Gratis untuk Siswa SLB Mulai Januari 2027
Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat
Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul
Polisi Gerebek Target Operasi di Dompu, Ini Lokasinya! Dua Pria dan Sabu 23,04 Gram Diamankan
Polisi Sisir Kampung Narkoba Karang Bagu Mataram, 19 Pria Diamankan, 4,74 Gram Sabu Disita
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Gubernur NTB Siapkan Kendaraan Antar-Jemput Gratis untuk Siswa SLB Mulai Januari 2027

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat

Berita Terbaru