SUMBAWAPOST.com, Mataram– Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan pidato perdananya saat serah terima jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB di sidang Paripurna DPRD NTB, Rabu 5 Maret 2025, setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara. Dalam pidato yang penuh semangat, Iqbal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam membangun NTB yang lebih maju, makmur, dan mendunia.
Apresiasi untuk Penyelenggara Pemilu dan Pihak Terkait
Gubernur Iqbal mengawali pidatonya dengan menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berperan dalam proses Pilkada Gubernur NTB 2024.
“Meskipun melelahkan dan penuh dinamika, Pilkada NTB berlangsung dengan lancar dan damai. Saya mengucapkan terima kasih kepada KPU, Bawaslu, TNI, Polri, partai politik, DPRD, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh warga NTB yang telah berpartisipasi aktif,” ujar Iqbal.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para pesaingnya, Dr. Hj. Siti Rohmi Jalilah dan Dr. H. Zulkieflimansyah, serta Indah Damayanti Putri, yang telah bersaing secara sportif dalam pemilihan gubernur.
“Saya yakin mereka adalah putra-putri terbaik NTB. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan keberkahan kepada mereka,” tambahnya.
Seruan Persatuan: NTB Milik Semua
Sejak dilantik, Iqbal menegaskan bahwa dirinya bukan lagi milik kelompok atau partai tertentu, tetapi milik seluruh warga NTB, tanpa memandang latar belakang politik, suku, agama, atau status sosial.
“Mari kita rapatkan barisan, lawan korupsi dan kolusi, hilangkan iri dan perpecahan, jaga lingkungan, tingkatkan kualitas pendidikan, dan perangi narkoba serta masalah sampah yang masih menjadi isu besar,” tegasnya.
Iqbal menegaskan bahwa hanya dengan kebangkitan bersama, NTB bisa mengatasi berbagai tantangan, termasuk kemiskinan, dan mencapai kesejahteraan yang merata.
7 Misi, 10 Program Unggulan, dan 3 Isu Prioritas
Untuk mencapai visi NTB yang lebih maju, Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Damayanti Putri akan fokus pada tiga isu prioritas utama, yaitu:
1. Pengentasan kemiskinan ekstrem
2. Penguatan ketahanan pangan
3. Menjadikan NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia
Selain itu, 10 program unggulan yang telah dijanjikan dalam kampanye akan menjadi peta jalan pembangunan lima tahun ke depan.
“Janji kampanye adalah satu-satunya alat ukur kami. Itulah yang akan menjadi fokus utama selama lima tahun ke depan,” tegasnya.
Reformasi Birokrasi untuk NTB yang Lebih Baik
Gubernur Iqbal menegaskan bahwa perubahan NTB harus dimulai dari pembenahan birokrasi.
“Birokrasi itu seperti tanaman. Jika dirawat dengan baik, manfaatnya besar. Jika dibiarkan, akan diserang benalu dan akhirnya mati. Karena itu, kita butuh birokrasi yang ramping, efisien, dan sehat,” katanya.
Ia berjanji menciptakan birokrasi yang:
✔ Memiliki sistem kerja yang efektif dan transparan
✔ Memberikan ruang bagi talenta terbaik
✔ Berpegang pada prinsip good governance
✔ Mampu melayani rakyat dengan cepat dan tanggap
Sebagai seseorang yang telah menghabiskan 28 tahun dalam sistem birokrasi, Iqbal menyadari bahwa reformasi birokrasi tidak bisa terjadi dalam semalam. Namun, ia berkomitmen untuk memulainya secara bertahap dan terencana.
“Kami tidak ingin menjadi Sultan bagi aparatur sipil, tetapi ingin menjadi kolega yang bekerja dan berkeringat bersama. Mari kita jadikan birokrasi NTB sebagai mesin yang bermartabat, dihormati, dan dicintai rakyat karena sepenuhnya diabdikan untuk melayani mereka,” pungkasnya.










