SUMBAWAPOST.com|™ Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat pembangunan dari tingkat Desa melalui Program Desa Berdaya. Program unggulan tersebut tidak hanya menghadirkan pendampingan masyarakat, tetapi juga dukungan anggaran sebesar Rp300 juta hingga Rp500 juta bagi Desa-desa terpilih guna mempercepat pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat menghadiri kegiatan Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan dalam rangka Mendukung Program Prioritas Nasional melalui Kemitraan bersama Komisi II DPR RI di Ruang Rapat Tambora, Kantor Gubernur NTB, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, serta para Kepala Desa dari berbagai kabupaten dan kota di NTB.
Di hadapan para kepala desa, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah provinsi menempatkan Desa sebagai titik awal dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami percaya bahwa pembangunan harus dimulai dari desa. Pembangunan harus bertumpu pada desa. Oleh sebab itu, kehadiran kepala desa pada hari ini sangat penting untuk bersama-sama merumuskan langkah pembangunan yang lebih baik,” tegasnya.
Menurut Gubernur, Program Desa Berdaya dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa. Melalui kolaborasi tersebut, berbagai inovasi pembangunan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing.
Program ini menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus memastikan manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat hingga tingkat desa.
Momentum kehadiran Ketua Komisi II DPR RI juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog bagi para kepala desa untuk memperoleh pemahaman lebih luas mengenai arah kebijakan pembangunan nasional dan masa depan Pemerintahan Desa.
“Saya ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada bapak dan ibu kepala desa untuk berdiskusi dengan Ketua Komisi II DPR RI. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, gali pandangan dan arahan beliau terkait prospek pembangunan Desa ke depan,” tutupnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










