Gubernur Miq Iqbal Sentil Warga NTB, Tak Mau Banjir Bandang? Mulai Tanam Pohon Sekarang

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Miq Iqbal menyampaikan ajakan gerakan menanam pohon kepada masyarakat saat Safari Ramadan di Masjid Agung Praya, Lombok Tengah.

Gubernur NTB Miq Iqbal menyampaikan ajakan gerakan menanam pohon kepada masyarakat saat Safari Ramadan di Masjid Agung Praya, Lombok Tengah.

SUMBAWAPOST.com | Lombok Tengah- Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengajak masyarakat melakukan gerakan menanam pohon sebagai upaya menjaga keseimbangan alam sekaligus mencegah bencana banjir di berbagai wilayah Nusa Tenggara Barat.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur NTB saat bersilaturahmi dengan masyarakat dalam rangka Safari Ramadan Pemerintah Provinsi NTB di Masjid Agung Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (5/3/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa dirinya baru saja melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Nusa Tenggara Barat, mulai dari Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa, termasuk wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Dari hasil kunjungan tersebut, ia mencermati bahwa dalam dua bulan terakhir sejumlah daerah di NTB mengalami berbagai bencana alam, terutama banjir bandang yang sebelumnya jarang terjadi. “Dalam dua bulan terakhir ini hampir semua tempat mengalami bencana, dan yang paling banyak kita hadapi adalah banjir bandang yang dulu tidak pernah ada, sekarang mulai terjadi,” ujarnya.

Baca Juga :  Pergelaran Tradisi Budaya Pujawali dan Perang Topat 2024 Lombok Barat Berlangsung Sukses

Menurutnya, meningkatnya frekuensi bencana tersebut tidak terlepas dari terganggunya keseimbangan alam, salah satunya akibat kerusakan hutan di berbagai wilayah.

Ia menjelaskan bahwa penggundulan hutan untuk pembukaan lahan tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan menyebabkan tanah menjadi mudah terbawa aliran air saat hujan deras. Kondisi ini kemudian memicu banjir bandang dan merusak berbagai infrastruktur di daerah. “Ketika hutan gundul, air tidak lagi terserap dengan baik. Akibatnya, lumpur dan air mengalir deras ke wilayah pemukiman dan merusak berbagai fasilitas,” jelasnya.

Melalui momentum Safari Ramadan tersebut, Gubernur Iqbal mengajak seluruh masyarakat NTB untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dengan menanam pohon serta tidak merusak kawasan hutan. “Mari kita mulai menanam pohon, pohon apa saja. Pohon keras, pohon buah, apa saja yang bisa kita tanam untuk menjaga keseimbangan alam,” ajaknya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan menanam pohon, Pemerintah Provinsi NTB akan menyiapkan ratusan bibit pohon yang dapat diambil masyarakat secara gratis untuk ditanam di lingkungan masing-masing.

Baca Juga :  NTB Jadi Pusat Inovasi Laut: BRIN Masuk Lombok Utara, Garam Bima dan Budidaya Lobster Jadi Fokus

“Nanti mulai hari Senin saya siapkan di Kauman beberapa ratus bibit pohon, mulai dari durian, alpukat, kopi, dan lainnya. Silakan masyarakat mengambil dan menanamnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal juga mengajak masyarakat untuk mendoakan keselamatan umat Islam di berbagai negara di kawasan Timur Tengah yang saat ini tengah menghadapi situasi sulit. Hal ini mengingat banyak warga Indonesia, termasuk masyarakat dari NTB, yang bekerja di kawasan tersebut.

“Mari kita doakan saudara-saudara kita kaum muslimin dan muslimat agar diberikan keselamatan, kemudahan, dan solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur NTB juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Pemerintah Provinsi NTB.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata
Paradoks “No Viral, No Justice”
Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’
Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut
Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II
Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II

Berita Terbaru

Dr. Ufran, SH., MH., Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, menyoroti Paradoks “No Viral, No Justice” dan Pengaruh Viralitas Media Sosial Terhadap Perhatian Publik Serta Penegakan Hukum

Hukum & Kriminal

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:07 WIB