SUMBAWAPOST.com, Lombok Tengah — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri peringatan Milad ke-25 Yayasan Madrasah Unggulan Nahdlatul Wathan (Yanmu NW) Praya, sekaligus tasyakuran penamatan santri dan santriawati Tahun Pelajaran 2024/2025, di Lombok Tengah, Minggu (4/5).
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menekankan pentingnya menjadikan ilmu sebagai jalan hidup yang utuh, tanpa dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum.
“Ilmu itu pada hakikatnya satu. Tidak ada batas antara ilmu agama dan ilmu umum. Dalam mempelajari ilmu agama, kita membutuhkan astronomi untuk menentukan awal Ramadan atau matematika untuk menghitung warisan. Sebaliknya, dalam ilmu umum, kita menemukan tanda-tanda keagungan Allah,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum mulai menguat sejak abad ke-17. Padahal, para ulama terdahulu telah menegaskan pentingnya ilmu sebagai kunci kehidupan. Ia mengutip pesan klasik: “Man arāda ilā Allāh fa ‘alayhi bil-‘ilm, wa man arāda al-ākhirah fa ‘alayhi bil-‘ilm, wa man arādahumā jamī‘an fa ‘alayhi bil-‘ilm” siapa yang menginginkan Allah, akhirat, atau keduanya, maka tempuhlah jalan ilmu.
Gubernur juga memberikan apresiasi tinggi kepada Ponpes Yanmu NW Praya yang terus berikhtiar mengintegrasikan ilmu agama dan umum dalam sistem pendidikannya.
“Inilah warisan luhur para pendiri pesantren yang harus terus dijaga. Saya berharap para santri yang diwisuda hari ini bisa menjadi apapun: ilmuwan, birokrat, pengusaha, bahkan pemimpin. Namun yang paling penting, karakter santri yang berakhlak, disiplin, dan mencintai ilmu harus tetap melekat di manapun mereka berada,” tegasnya.










