Dua ‘Preman Tarzan’ Rampas Motor di Mataram, Ditangkap Jatanras Sebelum Sempat Nonton TikTok Lagi

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Aksi premanisme kembali mencoreng wajah Kota Mataram. Sebuah video memperlihatkan perampasan sepeda motor secara paksa oleh dua pria tak dikenal viral di media sosial, memicu keresahan publik. Menindaklanjuti laporan warga dan bukti video tersebut, Unit Jatanras Ditreskrimum Polda NTB bergerak cepat dan berhasil meringkus dua terduga pelaku pada Kamis, 1 Mei 2025.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., dalam keterangannya pada Selasa (13/05/2025), menjelaskan bahwa insiden bermula saat korban tengah mengendarai sepeda motor Honda Beat di wilayah Kota Mataram. Tanpa diduga, korban dipepet dan diberhentikan secara paksa oleh dua pelaku yang kemudian mengintimidasi dan memaksa korban turun dari kendaraan.

Baca Juga :  Kapal Nelayan Hantam Karang di Gili Banta, 5 Kru Selamat Dievakuasi Sat Polairud Polres Bima Kota

“Korban mengaku ketakutan setelah digertak dan akhirnya membiarkan sepeda motornya dibawa pergi oleh kedua pelaku,” jelas Kombes Kholid.

Aksi brutal itu terekam oleh warga sekitar dan menyebar luas di media sosial. Kejadian ini pun memantik perhatian publik dan langsung direspons oleh Unit Jatanras melalui penyelidikan intensif. Hasilnya, kedua pelaku berhasil dilacak dan diamankan di wilayah Cakranegara, Kota Mataram.

Kedua terduga pelaku berinisial NPS (42) dan IBA (37), yang diketahui merupakan warga Cakranegara. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor milik korban.

Baca Juga :  TPID Kalsel Belajar Pengendalian Inflasi di Pemprov NTB

“Penangkapan ini merupakan bagian dari Operasi Pekat II Rinjani 2025, yang fokus pada pemberantasan aksi premanisme dan kekerasan jalanan untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di wilayah NTB,” tegas Kholid.

Polda NTB mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor jika menjadi korban atau menyaksikan tindak kriminal serupa. Peran serta masyarakat, termasuk lewat media sosial, dinilai sangat membantu proses pengungkapan kasus.

Berita Terkait

Tiga Nyawa Melayang di Tambang Lantung, PDIP Sumbawa Desak Pemodal PETI Diusut
Polda NTB Selidiki Misteri Kematian 3 Penambang Lantung, Olah TKP Digelar
Wabup Sumbawa Datangi Rumah Duka Korban Tambang Lantung, Aktivitas Dihentikan Sementara
Longsor Tambang Lantung Telan 9 Korban, Pemkab Sumbawa Tegas: Tambang Tanpa Izin Harus Dihentikan
Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Longsor, 3 Tewas dan 6 Luka, Ini Nama-Nama Korbannya
Longsor Tambang Rakyat Lawang Tua Lantung Sumbawa, Tiga Pekerja Tewas Tertimbun
Gili Krisis Air, Gubernur NTB Miq Iqbal Minta Maaf kepada Warga dan Wisatawan
Krisis Air Gili Trawangan, Ratusan Tamu Hotel Disebut Check Out Lebih Awal
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:02 WIB

Tiga Nyawa Melayang di Tambang Lantung, PDIP Sumbawa Desak Pemodal PETI Diusut

Minggu, 6 September 2026 - 20:13 WIB

Polda NTB Selidiki Misteri Kematian 3 Penambang Lantung, Olah TKP Digelar

Minggu, 6 September 2026 - 19:17 WIB

Wabup Sumbawa Datangi Rumah Duka Korban Tambang Lantung, Aktivitas Dihentikan Sementara

Minggu, 6 September 2026 - 18:00 WIB

Longsor Tambang Lantung Telan 9 Korban, Pemkab Sumbawa Tegas: Tambang Tanpa Izin Harus Dihentikan

Minggu, 6 September 2026 - 17:49 WIB

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Longsor, 3 Tewas dan 6 Luka, Ini Nama-Nama Korbannya

Berita Terbaru

Tim Kepolisian Saat Melakukan Olah TKP di Lokasi Pertambangan Rakyat Lantung, Kabupaten Sumbawa.

Hukum & Kriminal

Polda NTB Selidiki Misteri Kematian 3 Penambang Lantung, Olah TKP Digelar

Minggu, 6 Sep 2026 - 20:13 WIB