Disnakertrans Provinsi NTB Sosialisasi PP 6/2025: Perlindungan Pekerja Kini Level VVIP, Klaim JKP Lebih Mudah

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Muslim, ST., M.Si., secara resmi membuka sosialisasi PP Nomor 6 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan. Regulasi baru ini memberikan perlindungan pekerja level VVIP dengan kemudahan klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), menjanjikan kepastian hukum dan manfaat lebih maksimal bagi Pekerja di NTB. Kegiatan ini dihadiri perwakilan Perusahaan, Serikat Pekerja, Mediator hubungan Industrial, dan BPJS Ketenagakerjaan.

SUMBAWAPOST.com| Mataram-Suasana Hotel Golden Palace Mataram dibuat lebih hidup pada Kamis (20/11/2025) ketika Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Muslim, ST., M.Si., secara resmi membuka kegiatan ‘Sosialisasi PP Nomor 6 Tahun 2025’. Acara ini menyatukan berbagai unsur Ketenagakerjaan seperti Perwakilan Perusahaan, Organisasi Pengusaha, Serikat Pekerja, Mediator Hubungan industrial, hingga BPJS Ketenagakerjaan sebuah forum lengkap untuk membedah aturan baru yang digadang-gadang akan memperkuat perlindungan pekerja.

Baca Juga :  Dana Tipis Bukan Alasan, Wagub NTB Tegaskan BPJS untuk Pekerja Miskin Harus Masuk APBD

Dalam sambutannya, Muslim menegaskan bahwa PP ini adalah amunisi regulasi terbaru yang memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan perlindungan bagi pekerja, terutama terkait program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Program ini mengalami sejumlah penyempurnaan penting, mulai dari perluasan kepesertaan, perpanjangan masa klaim, penghapusan syarat masa iur, peningkatan manfaat uang tunai menjadi 60% dari upah selama enam bulan, kenaikan biaya pelatihan menjadi Rp2,4 juta, serta penegasan bahwa bukti laporan PHK kini dapat diterbitkan oleh Disnaker provinsi maupun kabupaten/kota,” jelasnya.

Dalam paparannya, Muslim turut mengungkapkan kondisi ketenagakerjaan NTB hingga Oktober 2025. Total 24 kasus PHK dengan 32 pekerja terdampak tercatat sepanjang tahun angka yang masih relatif kecil, namun tetap menjadi alarm kewaspadaan.

Ia menegaskan bahwa setiap proses PHK wajib mengikuti regulasi dan dilaporkan ke Disnaker agar hak-hak pekerja tetap aman.

“Setiap proses PHK, jika memang tidak bisa dihindarkan, harus sesuai ketentuan dan dilaporkan agar hak-hak pekerja dapat dipastikan terpenuhi,” tegasnya.

Baca Juga :  BPJS Bayar Klaim Rp163 Miliar di NTB, Ribuan Pekerja Terbantu, Bagaimana Nasib yang Belum Terdaftar?

Muslim juga menyoroti pentingnya hubungan industrial yang harmonis sebagai pondasi iklim investasi.

“Pemberi kerja dan pekerja itu ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Komunikasi harus dibangun secara baik agar tidak menimbulkan gesekan yang berpotensi menghambat investasi,” ungkapnya.

Salah satu tantangan besar yang diangkat adalah belum tersedianya database kebutuhan tenaga kerja jangka panjang dari perusahaan. Menurut Muslim, keterbukaan data ini sangat penting agar pelatihan vokasi di NTB bisa tepat sasaran dan mampu menekan angka pengangguran.

Kegiatan sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan teknis dari Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, dan praktisi hubungan industrial membahas klaim JKP, bukti PHK, hingga mekanisme pembayaran manfaat.

Menutup sambutannya, Muslim menyampaikan apresiasi kepada semua peserta dan berharap regulasi ini benar-benar menjadi acuan utama dalam meningkatkan efektivitas program JKP.

“PP ini harus menjadi pedoman bagi seluruh pihak agar pelaksanaan JKP semakin optimal,” tutupnya.

Berita Terkait

Gubernur Iqbal Jual Sejumlah Potensi Strategis NTB ke Oman, Nilainya Tembus Rp1 Triliun
BRIN Siap Turun ke NTB, Tindak Lanjuti ‘Daftar Belanja’ yang Dibawa Gubernur Iqbal
Jagung NTB 2 Juta Ton per Tahun, Iqbal Gandeng BRIN Dorong Hilirisasi Pakan Ternak
Inilah ‘Daftar Belanja’ NTB yang Dibawa Gubernur Iqbal ke BRIN
Wabup Lobar Kaget! 90 Persen Dana Rp1 Miliar per Desa Hanya untuk Proyek Fisik, Stunting Terabaikan
Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa
Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan
Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:55 WIB

Gubernur Iqbal Jual Sejumlah Potensi Strategis NTB ke Oman, Nilainya Tembus Rp1 Triliun

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:42 WIB

BRIN Siap Turun ke NTB, Tindak Lanjuti ‘Daftar Belanja’ yang Dibawa Gubernur Iqbal

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:15 WIB

Jagung NTB 2 Juta Ton per Tahun, Iqbal Gandeng BRIN Dorong Hilirisasi Pakan Ternak

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:59 WIB

Inilah ‘Daftar Belanja’ NTB yang Dibawa Gubernur Iqbal ke BRIN

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:42 WIB

Wabup Lobar Kaget! 90 Persen Dana Rp1 Miliar per Desa Hanya untuk Proyek Fisik, Stunting Terabaikan

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat melakukan audiensi dengan Kepala BRIN di Jakarta untuk membahas dukungan riset terkait air bersih, teknologi perikanan, dan pengembangan pakan ternak bagi pembangunan NTB.

Pemerintahan

Inilah ‘Daftar Belanja’ NTB yang Dibawa Gubernur Iqbal ke BRIN

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:59 WIB