BKD NTB Jadi ‘Ruang Meditasi’ Honorer 518, Duduk Bersila Harap Gubernur Tak Tutup Mata Soal PPPK

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com| Mataram-Suasana Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Selasa pagi 25 November 2025, tampak berbeda dari biasanya. Puluhan anggota Aliansi Honorer 518 Pemprov NTB memilih duduk bersila di halaman kantor, menyampaikan aspirasi secara damai namun penuh makna sebuah cara mengetuk hati Pemerintah agar membuka kembali peluang bagi honorer Non-data base yang selama ini belum mendapatkan kepastian status.

Aksi damai ini dilakukan untuk menyambut peluang baru berupa Skema PPPK Paruh Waktu Tambahan, yang dinilai bisa menjadi solusi bagi honorer non-data base yang sebelumnya tidak terakomodir dalam proses rekrutmen.

Dalam momentum tersebut, Aliansi memaparkan hasil audiensi mereka bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) di Jakarta.

Baca Juga :  Dari Bui ke Kursi Empuk Birokrasi: Eks Napi Lulus Ujian Meritokrasi Ajaib NTB

Irfan, Koordinator Aliansi Honorer 518 Pemprov NTB, menegaskan bahwa peluang ini bukan sekadar kabar baik, melainkan jalan konkret yang dapat diambil oleh pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah dapat mengusulkan kembali honorer non data base yang tidak dapat terakomodir sebelumnya pada skema PPPK Paruh Waktu Tambahan, dengan mengajukan surat permohonan tambahan yang melampirkan nama-nama yang dimohonkan beserta surat pernyataan kesanggupan penggajian oleh daerah tersebut,” jelas Irfan.

Pernyataan itu langsung disambut positif oleh BKD NTB. Kepala Bidang PPI BKD NTB, Rian Priandana, menegaskan bahwa pihaknya siap membersamai perjuangan honorer 518.

Namun, ia mengingatkan bahwa langkah tersebut tetap membutuhkan restu Pimpinan Daerah.

Baca Juga :  DPRD NTB Kawal Nasib 518 Tenaga Non-ASN Pemprov yang Terancam PHK Tak Masuk P3K

“Kami akan sampaikan peluang ini kepada Pak Gubernur, dan melakukan follow up kepada MenPAN-RB atas informasi ini,” ujarnya.

BKD memastikan bahwa tindak lanjut atas informasi yang dibawa Aliansi akan dilakukan sesuai prosedur, termasuk koordinasi resmi ke pemerintah pusat.

Aksi duduk bersila para honorer menjadi simbol kesabaran, keteguhan, dan harapan. Mereka berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat agar peluang yang telah dibuka pemerintah pusat tidak berlalu begitu saja.

Kini, bola berada di tangan pemerintah daerah. Honorer menantikan langkah nyata sebagai bentuk keberpihakan terhadap ratusan tenaga pengabdi yang selama ini setia menjaga pelayanan publik di NTB.

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru