Demo Boleh, Tapi Jangan Cederai Rakyat, Badko HMI Bali Nusra: Fasilitas Vital Itu Nafas Bersama

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 15 Mei 2025 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram– Isu pemekaran Pulau Sumbawa kembali bergema dan kali ini terdengar makin nyaring. Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Bali Nusa Tenggara (Badko HMI Nusra), Caca Handika, bicara sangat lantang bahwa pemekaran bukan sekadar wacana ini soal keadilan yang tertunda.

“Sudah terlalu lama Pulau Sumbawa hidup di bawah bayang-bayang ketimpangan. Infrastruktur tak merata, ekonomi stagnan, dan kebijakan tumpang tindih. Ini bukan isu baru, tapi kenyataan pahit yang terus dirasakan masyarakat,” tegas Caca dalam pernyataannya, Kamis (15/5) malam.

Namun begitu, Caca juga mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan santun dan bertanggung jawab. Ia menolak cara-cara anarkis yang justru melumpuhkan fasilitas vital dan menyusahkan rakyat.

“Aspirasi tetap jalan, suara dan gerakan tetap lantang, tapi jangan sampai fasilitas publik lumpuh. Jangan sampai rakyat yang justru jadi korban,” ingatnya.

Baca Juga :  Bukan Cuma Daun, Kelor Bisa Jadi Nugget! BRIDA dan FATEPA Unram Gaspol Riset Pangan Ajaib NTB

Menurut Caca, pemekaran Pulau Sumbawa perlu dilihat dari dua sisi: internal dan eksternal. Secara internal, ada semangat membangun dari bawah, mewujudkan pemerataan, dan mengelola potensi daerah sendiri. Di sisi eksternal, hambatan utamanya adalah moratorium pembentukan daerah otonom baru yang masih belum dicabut pemerintah pusat.

“Badko HMI Bali-Nusra sudah lama mengkaji persoalan ini. Sudah waktunya pemerintah provinsi dan pusat tidak lagi menganggap isu ini angin lalu. Ini soal masa depan Pulau Sumbawa,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa berkas usulan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa pernah dibahas di Badan Legislasi DPR RI. Namun, langkah itu mandek karena moratorium nasional yang seperti tembok bisu, tak pernah memberi kepastian.

Baca Juga :  Selain UMKM, Badko HMI Bali Nusra Dorong Pemprov NTB Program MBG Libatkan Petani Lokal dan Nelayan

“Kalau hanya karena moratorium, lalu pembangunan harus stagnan, itu artinya pemerintah pusat tidak cukup mendengar jeritan rakyat Sumbawa,” kecamnya.

Caca menegaskan bahwa pemekaran bukan berarti putus persaudaraan dengan Pulau Lombok. “Ini bukan soal perceraian, ini soal pembagian tanggung jawab dan keadilan kewilayahan. Jangan terus terjebak dalam romantisme kesatuan yang menyakiti satu pihak,” ucapnya satir.

Di akhir pernyataannya, Caca mendesak Gubernur NTB dan DPRD Provinsi untuk tidak tinggal diam. Menurutnya, sekarang adalah waktu paling tepat untuk mengambil langkah konkret yakni untuk segera buka komunikasi intensif dengan pemerintah pusat, dorong pencabutan moratorium, dan wujudkan pemekaran.

“Cukup sudah jadi penonton di rumah sendiri. Pulau Sumbawa siap naik panggung dan bicara atas nama keadilan,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

TMI NTB Tancap Gas! Tiga DPD Resmi Dibentuk, Siap Kawal Kepentingan Petani
KPID NTB Ajak Santri Jadi Benteng Hoaks, Abdul Muluk: Kuasai Media Sosial dengan Dakwah Positif
Gubernur NTB Resmi Tutup Porprov XII 2026, Miq Iqbal: Pemenangnya Kita Semua
Soroti Dana Tali Asih dan Unggahan Medsos, Elemen Masyarakat Kepung Kantor Hotman 911 di Mataram
Gubernur Iqbal Siapkan Reformasi Pengelolaan APBD, Fokus Tekan SiLPA hingga Optimalkan Aset Daerah
MotoGP Mandalika 2026 Bidik 150 Ribu Penonton, MGPA: SDM NTB Sudah Berstandar Internasional
DPRD NTB Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Beri Catatan Strategis untuk Pemprov
Wabup Nurul Adha Resmi Jalankan Tugas Kepala Daerah Lobar, Pastikan Pemerintahan dan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Berita ini 232 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:12 WIB

TMI NTB Tancap Gas! Tiga DPD Resmi Dibentuk, Siap Kawal Kepentingan Petani

Senin, 27 Juli 2026 - 18:03 WIB

KPID NTB Ajak Santri Jadi Benteng Hoaks, Abdul Muluk: Kuasai Media Sosial dengan Dakwah Positif

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:45 WIB

Gubernur NTB Resmi Tutup Porprov XII 2026, Miq Iqbal: Pemenangnya Kita Semua

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:40 WIB

Soroti Dana Tali Asih dan Unggahan Medsos, Elemen Masyarakat Kepung Kantor Hotman 911 di Mataram

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:01 WIB

Gubernur Iqbal Siapkan Reformasi Pengelolaan APBD, Fokus Tekan SiLPA hingga Optimalkan Aset Daerah

Berita Terbaru