SUMBAWAPOST.com| Mataram- Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menerima gelar kehormatan Manggala Bhumi Nusa Tenggara Barat dari Majelis Adat Sasak (MAS) pada Festival Budaya Lombok Mirah Sasak Adi sekaligus Milad ke-30 MAS di D’Golong Narmada, Rabu (10/12). Gelar itu disambut Gubernur sebagai tanggung jawab besar, bukan hanya bagi masyarakat Sasak, tetapi seluruh warga NTB.
“Ini bukan sekadar simbol tetapi ini adalah amanah yang diberikan kepada saya untuk memberikan pengayoman bukan saja kepada Bangsa Sasak tapi juga kepada NTB secara keseluruhan,” ujarnya dalam sambutan.
Dalam pidatonya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa tantangan terbesar NTB saat ini adalah kemiskinan ekstrem. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang berakar pada nilai tindih, maliq, dan mereng untuk mempercepat perubahan.
“Musuh kita bersama hari ini adalah kemiskinan. NTB sampai hari ini masih menjadi satu dari 12 provinsi termiskin di republik ini. Karena itu melalui kepemimpinan yang tindih, maliq, dan mereng, insyaa Allah kita nawaitu, kita niatkan di tahun 2029, 106 desa kemiskinan ekstrem ini akan kita nol-kan,” tegasnya.
Nilai tindih, maliq, dan mereng, lanjut Gubernur, merupakan karakter dasar masyarakat Sasak: kejujuran, integritas, keikhlasan bekerja untuk kepentingan kolektif, serta kerendahan hati yang berpadu dengan ketegasan moral.
“Bukanlah sebuah kebetulan, kita Bangsa Sasak diamanahkan untuk lahir dan besar di Pulau Lombok… dibutuhkan kombinasi karakter yang kompleks dan kuat untuk menjaga dan memeliharanya. Tindih, maliq, mereng,” jelasnya.
Pengerakse Agung MAS, Sajim Sastrawan, menyerukan agar masyarakat Sasak ikut menopang kepemimpinan Gubernur Iqbal dalam membangun daerah.
“Kita Sasak satu, marilah kita bersatu di dalam bendera Sasak untuk membangun daerah ini. untuk membantu kepala daerah, dalam hari ini Manggala Bhumi Sasak, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mewujudkan cita-citanya dalam menjadikan NTB makmur dan mendunia,” katanya.
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Deklarasi Gunung Rinjani oleh Gubernur NTB, pimpinan DPRD NTB, para kepala daerah se-Pulau Lombok, Rektor UIN, dan perwakilan UNRAM. Deklarasi ini memperkuat komitmen kolektif untuk:
1. Menjaga nilai ekologis Gunung Rinjani
2. Menolak segala bentuk perusakan lingkungan
3. Menguatkan status Rinjani sebagai Global Geopark dan Cagar Biosfer UNESCO
Deklarasi juga menekankan pentingnya penguatan lembaga adat lingkar Rinjani serta kemitraan multisektoral. Pengelolaan kawasan Rinjani didorong dilakukan secara kolaboratif, adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan sebagai wujud penghormatan terhadap Rinjani sebagai kemali beleq, simbol luhur budaya dan spiritual masyarakat Sasak.










