Dana Desa Hilang Ditelan Angin, Pemuda Tonda Bima Segel Kantor Kades karena Janji Palsu

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 17 Juli 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima – Suasana Desa Tonda, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima memanas. Sejumlah pemuda dan warga setempat menyegel Kantor Desa sebagai bentuk protes atas dugaan tidak adanya transparansi pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2024–2025.

Aksi ini dipicu oleh kekecewaan mendalam terhadap Pemerintah Desa Tonda yang dinilai tidak memberikan laporan pertanggungjawaban atas penggunaan ADD tahap pertama. Hal itu disampaikan langsung oleh dua tokoh pemuda desa, Sukirman dan Egy (akrab disapa Gery), saat ditemui awak media pada Kamis, 17 Juli 2025.

“Kami tidak melihat realisasi apa pun dari program-program yang sudah dibahas dan disepakati dalam Musrenbang Desa. Semua hanya ada di atas kertas,” ujar Sukirman, Aktivis Pemuda dan Senior Organisasi FORMATOGA Mataram, dengan nada geram.

Baca Juga :  Lagi Ramai Soal “Cagub NTB Pelit”, ini Penjelasan Pelit Secara Psikologis

Menurutnya, informasi penggunaan ADD memang sempat dipajang dalam bentuk spanduk, namun tak ada satupun kegiatan pembangunan yang benar-benar terealisasi di lapangan.

“Lucu rasanya, di spanduk anggaran dijelaskan dengan rapi, tapi kenyataan di lapangan? Nihil. Nol besar,” tegas Sukirman.

Upaya dialog dan koordinasi pun sempat dilakukan oleh mereka. Namun, pertemuan dengan Kepala Desa Arief Fahmi pada Rabu, 16 Juli 2025, justru berujung buntu.

“Kami cuma ingin tahu ke mana ADD itu dialokasikan, tapi jawaban mereka menyakitkan. Katanya, kami tak punya hak minta pertanggungjawaban,” ungkap Egy penuh kekecewaan.

Baca Juga :  Dewan NTB Aji Maman Desak Gubernur: Dana BTT APBD-P 2025 ‘Wajib’ Dianggarkan untuk Korban Banjir Bima

Kritik pun terus berdatangan dari masyarakat. Menurut mereka, selama masa kepemimpinan Arief Fahmi, kondisi infrastruktur desa justru memburuk.

“Coba lihat kantor desa ini.Rusak dan tidak terurus. Belum lagi lembaga-lembaga desa yang mati suri nggak ada kegiatan sama sekali,” beber Egi.

Puncak kemarahan warga terjadi ketika harapan solusi tak juga datang. Akhirnya, pemuda dan masyarakat kompak mengambil langkah tegas dengan menyegel Kantor Desa Tonda sebagai simbol perlawanan dan tuntutan akan keadilan.

Sementara, Kades Tonda yang coba di Hubungi media ini belum bisa tersambung, hingga berita ini diterbitkan.

Berita Terkait

Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif
Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan
Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran
Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi
UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:44 WIB

Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:21 WIB

Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:35 WIB

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:07 WIB

Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran

Senin, 20 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Berita Terbaru