Curhat Suami Honorer di Dompu: Pernikahan Dihiasi Pengkhianatan, Istri Cerai Setelah Lulus PPPK

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah pilu datang dari seorang suami honorer di Dompu, Muhammad Anjas Julprija (28), yang mengaku dikhianati dan diceraikan sang istri tak lama setelah perempuan itu dinyatakan lulus PPPK. Pernikahan yang dibangun dengan cinta, pengorbanan, dan restu orang tua mendadak runtuh akibat perubahan sikap sang istri yang disebutnya mulai muncul setelah kelulusan tersebut.

SUMBAWAPOST.com| Dompu- Muhammad Anjas Julprija (28), pegawai honorer di Dinas Sosial Dompu, membagikan kisah pilu rumah tangganya yang penuh gejolak dan kekecewaan mendalam. Pernikahan yang dijalani sejak 2024, kini kandas setelah sang istri, Fitri (30), menceraikannya pada 2025, tak lama setelah lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurut Anjas, rumah tangganya semula terlihat harmonis. Saat pacaran, mereka kerap bertemu di tempat yang dijanjikan dan bahkan sesekali jalan-jalan seperti pasangan muda pada umumnya. Namun di balik momen bahagia itu, konflik mulai muncul seiring perbedaan dan pelanggaran kepercayaan yang dilakukan sang istri.

Baca Juga :  Kontingen NTB Siap Tempur di FORNAS, Gubernur Ingatkan Utusan: Kalian Bukan Cuma Peserta, Kalian Muka NTB di Mata Nasional!

“Yang namanya juga hubungan pasti ada gejolak. Saat dia melakukan hal yang tidak kuinginkan atau kesalahan besar, dia tidak merasa bersalah. Selalu membela diri,” ungkap Anjas, Selasa (18/11/2025).

Masalah memuncak ketika istrinya berani meminta dinikahi, bahkan mengancam akan bunuh diri dan mengaku hamil. Karena takut sesuatu terjadi, Anjas akhirnya memohon restu orang tuanya agar pernikahan dilangsungkan, meski sang istri merupakan anak satu-satunya dari delapan bersaudara.

“Walau memiliki delapan saudara dan satu-satunya yang beruntung menjadi guru honorer, orang tua saya ikhlaskan menikahinya dengan penuh cinta,” kata Anjas.

Setelah menikah, Anjas menegaskan telah menjalankan kewajibannya sebagai suami, tak pernah pelit, dan berusaha mendukung keluarga kecilnya. Namun, kebahagiaan itu tak bertahan lama.

Singkat cerita, sang istri, yang kini mengajar di salah satu SD di Dompu, mengambil langkah gegabah dengan menceraikan Anjas karena persoalan sepele.

Baca Juga :  Prof. Masnun Tahir: Menakhodai UIN Mataram Teruji, Unggul, dan Mendunia

“Kalian bisa bayangkan bagaimana hidup dengan orang yang penuh kekurangan. Saya menikah karena Allah dan menganggapnya sebagai istri yang ditakdirkan untuk menemaniku hingga akhir hayat. Tapi ternyata dia penipu,” tutur Anjas.

Anjas berharap masyarakat dan netizen menilai persoalan ini secara adil, dengan hati yang bersih, dan tidak selalu berpihak hanya karena ia seorang pria.

“Teruntuk netizen, coba cari tahu alur cerita sebenarnya dari awal. Jangan karena saya cowok, lalu wanita selalu benar,” tambahnya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa dinamika rumah tangga tidak selalu terlihat dari luar. Kejujuran, saling menghargai, dan komunikasi sejak awal menjadi kunci agar hubungan tetap harmonis dan tidak berakhir pahit.

Terkait hal tersebut, Fitri
(30) dihubungi media ini belum mendapatkan tanggapan hingga Berita ini diterbitkan.

Berita Terkait

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi
UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026
Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali
Nobar Final Piala Dunia Satukan Ribuan Warga, Pemprov NTB Apresiasi Antusiasme Masyarakat
IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Pemprov NTB Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:23 WIB

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Juli 2026 - 16:47 WIB

Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab

Senin, 20 Juli 2026 - 14:23 WIB

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 13:55 WIB

Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali

Berita Terbaru

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menerima kunjungan silaturahmi Rektor Universitas Mataram (UNRAM) Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. bersama jajaran di Kantor Bupati Sumbawa untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah melalui riset, hilirisasi, inovasi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Pemerintahan

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Jul 2026 - 18:23 WIB