SUMBAWAPOST.com, Sumbawa- Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Komisi III, Andi Rusni, menyampaikan kabar menggembirakan bagi para petani jagung. Pemerintah melalui Perum Bulog memastikan kesiapannya untuk membeli hasil panen jagung petani tahun ini. Hal ini disampaikan Andi usai berkomunikasi langsung dengan Kepala Cabang Bulog Sumbawa.
Menurut Andi Rusni, saat ini Bulog tengah mencari gudang penyimpanan jagung di berbagai wilayah. Ia bahkan turun tangan langsung membantu mencarikan gudang milik masyarakat, organisasi, hingga KUD yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat penampungan hasil panen petani.
“Dari hasil penelusuran, banyak gudang belum siap. Ada yang belum dibersihkan, belum memiliki pallet kayu, hingga belum tersedia alat pemadam api portable. Ini syarat penting dari Bulog,” ungkapnya. Kamis (30/4) dalam keterangan yang diterima media ini.
Ia pun mengajak masyarakat yang memiliki gudang untuk mengajukannya ke Bulog atau melalui dirinya secara langsung.
“Nanti saya fasilitasi. Kita bantu petani bareng-bareng,” tambahnya.
Kapan Bulog Mulai Terima Jagung?
Menjawab keresahan netizen soal kapan Bulog mulai membeli jagung petani, Andi menyampaikan bahwa pihak Bulog menargetkan awal Mei setidaknya sudah ada satu gudang yang memenuhi syarat teknis. Beberapa ketentuan teknis itu antara lain:
Gudang harus memiliki sirkulasi udara baik dan kapasitas minimal 500 ton (karung).
Biaya sewa gudang ditetapkan sebesar Rp100 juta per 1.000 ton per tahun, sudah termasuk biaya pembuatan pallet kayu.
Jagung yang disimpan harus memiliki kadar air maksimal 14 persen (KA 14%) agar bisa bertahan hingga satu tahun lebih.
“Bulog sudah uji coba penjemuran dua hari dan berhasil menurunkan kadar air ke 14%. Artinya, petani pun bisa lakukan penjemuran sendiri untuk capai standar itu,” jelas Andi.
Proses Penjualan dan Harga Jagung Petani
Andi juga menerangkan bahwa jagung petani akan dikumpulkan terlebih dahulu di satu titik di desa atau Gapoktan. Bila gudang sudah siap, petani bisa menghubungi Babinkamtibmas atau Pemerintah Desa yang kemudian akan menghubungi petugas Bulog.
“Jagung yang sudah dibayar akan diangkut oleh armada Bulog langsung ke gudang, dan ongkos angkut ditanggung Bulog. Harga beli tetap Rp5.500 per kg untuk jagung dengan KA 14%,” ujarnya.
Andi Rusni menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga harga dan kesejahteraan petani.
“Saya siap turun langsung ke lapangan. Ini peluang besar. Petani harus merdeka, harus bahagia,” pungkasnya penuh semangat.










