Pansel Kecolongan, Meritokrasi Ternodai? Dewan Gerindra Desak Gubernur NTB Evaluasi Kepala DPMPTSP

Avatar

- Jurnalis

Senin, 22 September 2025 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Polemik pengangkatan mantan terpidana sebagai Kepala Dinas di lingkup Pemerintah Provinsi NTB terus menuai sorotan. Wakil Ketua DPRD NTB dari Fraksi Gerindra, Wirajaya, menegaskan bahwa persoalan tersebut harus dicermati serius karena menyangkut aturan kepegawaian dan integritas pejabat publik.

“Saya kira sudah ada aturannya. Negara kita kan negara hukum, tinggal kita lihat pencermatannya di proses hukum,” ungkap Wirajaya kepada sejumlah wartawan usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD NTB di Aula Rinjani, Kantor Gubernur, Senin (22/9).

Dalam Undang-Undang ASN disebutkan dengan jelas bahwa seorang pejabat harus berintegritas, memiliki rekam jejak yang baik, dan tidak pernah berhadapan dengan hukum. Sementara yang bersangkutan sudah ada putusan inkrah.

“Nah, ini yang perlu dicermati kembali, apakah putusan kemarin ada yang dilanggar atau tidak?,” sebutnya.

Wirajaya menambahkan, jika terbukti ada aturan yang dilanggar, maka Gubernur NTB perlu segera melakukan evaluasi.

“Tinggal dibuka kitabnya. Ada biro hukum yang bisa menyatakan itu seperti apa. Harusnya kan menyertakan surat pernyataan integritas, rekam jejak, dan keterangan tidak pernah berkaitan dengan hukum,” tegasnya.

Terkait kemungkinan adanya kecolongan, ia menyebut pansel juga perlu dievaluasi.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Masyarakat Sipil Arief Hantam Proyek Prestisius di NTB: Beton Irigasi Bintang Bano Diduga Bermasalah, APH Didesak Bergerak

“Namanya manusia biasa, bisa saja ada yang terlewat,” ujarnya.

Menurutnya, pengakuan adanya kekeliruan atau kecolongan dalam proses seleksi bukanlah hal tabu, melainkan sikap gentle yang justru harus ditunjukkan.

“Kalau memang ada yang kelewat, ya perlu diakui. Itu bisa jadi dasar gubernur mereview keputusannya. Bisa saja berpotensi terjadi pergantian. Yang jelas semangat kita adalah membangun meritokrasi yang baik supaya melahirkan pejabat sesuai harapan masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan, seorang pejabat publik adalah figur panutan di tengah masyarakat. Karena itu, integritas dan rekam jejaknya harus menjadi prioritas. Apalagi pejabat ini public figure, panutan masyarakat. Kalau rekam jejaknya seperti itu, bagaimana jadinya?

“Saya juga tahunya dari media, tetapi kalau memang benar seperti itu, sebaiknya dievaluasi. Ke depan, ini bisa jadi pelajaran agar setiap proses seleksi lebih teliti dan cermat lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pj Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal dan juga ketua panitia seleksi terbuka, menambahkan, memastikan bahwa seluruh rekam jejak Irnadi, termasuk kasus hukum di masa lalu, sudah dipelajari dengan teliti sebelum ia dilantik.

“Kasusnya juga sudah kita lihat, ada masa lalu yang sudah kita lakukan klarifikasi terhadap Irnadi ini. Pada prinsipnya semua hal yang berkaitan dengan Irnadi sudah kita dalami, semuanya,” ujar Faozan.

Baca Juga :  Istri Oknum Polisi di Lobar Ngotot Dirikan Pondok Bambu di Tanah Orang, PH: Segera Kami Penjarakan

Menurutnya, panitia seleksi (pansel) bekerja dengan standar yang berlaku dalam proses pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama. Ada persyaratan pokok maupun tambahan yang menjadi acuan, namun tidak semua catatan masa lalu otomatis menggugurkan hak seseorang untuk ikut seleksi.

“Ada standar-standarnya. Pansel itu bekerja melihat standarisasi, ada persyaratan pokok dan persyaratan ikutannya. Tidak semua itu bisa menjadi acuan bahwa dia pernah begini-begitu,” tegas Faozan.

Ia menambahkan, Gubernur NTB juga telah memberikan penekanan bahwa pejabat yang baru dilantik harus menunjukkan kinerja dalam enam bulan ke depan. Jika mampu membuktikan kinerja yang baik, maka polemik masa lalu tidak perlu lagi dipermasalahkan.

“Kan ada waktu kemarin sudah disampaikan oleh Gubernur, enam bulan mereka harus bekerja. Kalau kerjanya baik, ya saya kira tidak ada masalah,” jelasnya.

Lebih jauh, Faozan menegaskan bahwa proses seleksi yang melibatkan Irnadi telah dilakukan sesuai aturan. “Artinya, secara pribadi yang namanya Irnadi itu sudah melalui proses mengikuti seleksi dan lain-lain,” pungkasnya.

Berita Terkait

Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa
Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan
Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA
NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project
Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat
KPU NTB dan Bawaslu NTB Touring Monitoring Coktas di Lombok Utara, Pastikan Data Pemilih Akurat
TPA Kebon Kongok di NTB Berpotensi Hasilkan 9 Juta Ton Gas Metana per Tahun, Siap Jadi Sumber Energi Alternatif
Wakil Ketua DPRD Lalu Wirajaya Hadiri Penutupan MTQ XXXI NTB 2026, Dorong Lahirnya Generasi Qurani Berprestasi
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:05 WIB

Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:59 WIB

Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:45 WIB

Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:27 WIB

NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:19 WIB

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat

Berita Terbaru

Suasana diskusi antara Delegasi Konsulat Amerika Serikat dan Bupati serta perangkat daerah Kabupaten Sumbawa terkait tambang rakyat Lantung.

Pemerintahan

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:19 WIB