SUMBAWAPOST.com, Mataram – Proyek fisik Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menuai sorotan tajam. Legislator PAN, Muhammad Aminurlah, geram dengan keterlambatan proyek yang dinilainya ‘keterlaluan’ dan meminta aparat penegak hukum turun tangan.
Salah satu proyek yang disorot adalah pembangunan di SMAN 2 Bolo, Kabupaten Bima, yang hingga kini baru berdiri temboknya. Padahal, proyek ini diguyur dana lebih dari Rp 2 miliar. “Sudah molor parah! Dunia pendidikan tidak boleh dipermainkan seperti ini. Harus ada yang bertanggung jawab,” tegasnya, Kamis 27 Maret 2025
Maman sapaan Aminurlah mengungkap adanya addendum dua kali pada proyek tersebut. Ia menilai hal ini mencerminkan buruknya manajemen dan dugaan penyimpangan serius. “Ini skandal. Proyek baru naik tembok, padahal anggaran miliaran. APH harus mengusut tuntas, mulai dari dugaan setoran fee hingga permainan tender,” serunya.
Ia juga meminta Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, segera turun tangan sebelum skandal ini makin mencoreng dunia pendidikan. “Jika terus dibiarkan, ini akan menjadi catatan hitam bagi NTB,” pungkasnya.









