BKD NTB Angkat Bendera Meritokrasi Seleksi Kepsek, Sementara Dikbud Masih Bertahan Pada Mekanisme Lama

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram –
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Tri Budiprayitno, mengungkapkan bahwa usulan yang disampaikan oleh politisi PAN, H. Muhamad Aminurlah, mengenai seleksi terbuka kepala sekolah merupakan langkah yang sangat positif. Menurutnya, BKD saat ini tengah mempersiapkan berbagai perangkat pendukung untuk menerapkan sistem meritokrasi yang diusulkan.

“Satu usulan yang bagus. Kami di BKD sedang menyiapkan segala piranti pendukungnya. Kami bekerja sesuai koridor, dan hasilnya akan kami sampaikan langsung,” ujar Tri Budi dengan ramah, Kamis (8/5).

Baca Juga :  Soal Interpelasi DAK, Badko HMI Bali Nusra: Jangan-jangan Pimpinan DPRD NTB dan Fraksi yang Menolak 'Terlibat'

Namun, ia menambahkan, sebelum melangkah lebih jauh, BKD akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan NTB untuk memahami mekanisme yang ada saat ini. Hal ini penting agar sistem meritokrasi bisa diterapkan dengan baik dan menghasilkan aparatur yang ideal dalam jabatan kepala sekolah.

“Mutasi kemarin adalah tahap pertama. Saat ini, kami sedang mempersiapkan semuanya sesuai arahan Gubernur untuk memperbaiki manajemen SDM Aparatur melalui sistem meritokrasi,” jelas mantan Kadispora NTB ini.

Tri Budi menegaskan, inti dari sistem meritokrasi dalam penataan SDM Aparatur terletak pada tiga pilar utama: kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Selain itu, prinsip keadilan, kewajaran, dan non-diskriminasi menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga :  Utak-Atik Dana Pokir Puluhan Miliar, Gubernur NTB Iqbal Dilaporkan ke Polda

“Meritokrasi adalah tentang mencari orang terbaik di bidangnya, dengan prinsip keadilan yang terjaga,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Abdul Aziz menanggapi bahwa proses pengangkatan kepala sekolah selama ini sudah memiliki mekanisme yang jelas.

“Sudah diatur dan sudah ada mekanismenya. Nanti akan dibicarakan,” ujar Aziz singkat saat dimintai tanggapannya.

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 184 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru