Bima di Ambang Kehancuran Akibat Narkoba, Polisi Lemah atau Ada yang Main? Ini Kata Dewan Gelora

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 2 Maret 2025 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima- Peredaran narkoba di Kabupaten Bima kian menggila. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akhirnya angkat bicara, mempertanyakan kinerja aparat yang seolah tak mampu memberantasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bima, Irwan menegaskan bahwa Bima bukan sekadar cerita dalam dongeng korban narkoba terus bertambah, tapi para bandar besar tetap tak tersentuh. Ada apa dengan aparat?

“Apakah benar kepolisian di Kabupaten Bima dibuat tak berdaya? Jika polisi saja tak mampu, lalu kepada siapa rakyat harus mengadu?” tegas Irwan, Anggota Komisi I Bidang Hukum, Poltik dan Pemerintahan. Minggu (2/3/2025).

Baca Juga :  Badai NTB Ungkap Keterlibatan DL dan Keluarganya Dalam Jaringan Narkoba

Sebagai Duta Partai Gelora, ia menegaskan bahwa negara sudah memberikan kewenangan penuh kepada polisi untuk menindak segala bentuk kejahatan. Dengan fungsi dan kewenangan dari penyelidikan hingga penetapan tersangka, seharusnya jaringan narkoba bisa diberantas. Polisi pun memiliki unit khusus seperti Intel, Reskrim, hingga Narkoba, yang seharusnya bekerja maksimal.

“Namun, faktanya? Yang tertangkap hanya pemakai dan pengedar kecil. Di mana bandar besarnya? Kenapa mereka selalu lolos?,”cetusnya.

Baca Juga :  Tenun Muna Pa’a Dompu Hebohkan IFW 2025, Ketua Dekranasda: Ini Kain Lokal Punya Masa Depan Global 

Apakah ada kekuatan besar yang melindungi mereka? tanya pria yang akrab disapa Bang Rangga, menyoroti fakta bahwa spekulasi liar mulai berkembang. Jangan-jangan ada oknum aparat yang bermain di dalamnya?

“Jika aparat selalu berdalih butuh barang bukti untuk bertindak, lalu untuk apa kewenangan besar yang telah diberikan oleh negara?,”ujar Bang Rangga.

“Narkoba bukan sekadar kejahatan biasa ini adalah racun yang menghancurkan generasi!,”pungkasnya.

Berita Terkait

Dituding Dana NTBCare Rp31 Miliar Mengalir ke Pribadi, Bang Zul Buka Suara: Ini Keterlaluan, Audit Saja
Aklamasi Tanpa Lawan, Hartati Nahkodai Kohati HMI Bima 2026-2027, Begini Proses Penetapannya
Gubernur Iqbal Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Tegaskan Status UNESCO Tanpa Kompromi, Ini Alasannya
Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang
Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di NTB Era Iqbal-Dinda Dapat Tambahan Insentif Rp500 Ribu
Dipaksakan dan Tak Sah, Subhan Bongkar Dugaan Kejanggalan Muscab PPP Dompu
PPP NTB Bergejolak, Marga Harun Sebut Muscab Dompu Tak Sah dan Bermasalah
Iqbal Libatkan Buruh di ‘Dapur Perda’, Skema PMI Disiapkan Putus Kemiskinan, Umi Dinda Ingatkan Ini
Berita ini 230 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:15 WIB

Dituding Dana NTBCare Rp31 Miliar Mengalir ke Pribadi, Bang Zul Buka Suara: Ini Keterlaluan, Audit Saja

Senin, 4 Mei 2026 - 19:24 WIB

Aklamasi Tanpa Lawan, Hartati Nahkodai Kohati HMI Bima 2026-2027, Begini Proses Penetapannya

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:58 WIB

Gubernur Iqbal Resmikan Pusat Informasi Geopark Rinjani, Tegaskan Status UNESCO Tanpa Kompromi, Ini Alasannya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:57 WIB

Diduga Telantarkan Istri Usai Jadi Ajudan Bupati, Polisi di Bima Sepakat Cerai Usai Disidang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:23 WIB

Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu di NTB Era Iqbal-Dinda Dapat Tambahan Insentif Rp500 Ribu

Berita Terbaru