Adat Sudah ‘Merah’, Bupati Najmul Gas Full: Sekolah Adat Jadi Tameng Lawan Modernisasi Galak

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 11:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Utara| SUMBAWAPOST.com-Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, resmi membuka Sosialisasi Pendidikan Adat yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Paer Daya Lombok Utara, Jumat (28/11), di Pendopo Kembang Dangar, Desa Jenggala. Kegiatan ini mengusung tema ‘Perkuat Gerakan Masyarakat Adat, Perkuat Gerakan Pendidikan Adat’ sebagai upaya memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian adat istiadat.

Dalam sambutannya, Bupati Najmul menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah mulia dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang pernah diwariskan para leluhur, namun kini kian tergerus zaman. Ia mengapresiasi peran Aman yang dinilainya konsisten bergerak dalam menjaga adat dan budaya di Lombok Utara.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Aliansi Masyarakat Adat ko Nusantara, khususnya Lombok Utara, yang alhamdulillah banyak membantu pemerintah dan masyarakat dalam ikhtiar melestarikan budaya di Kabupaten Lombok Utara,” ucap Bupati.

Ia menambahkan bahwa adat dan budaya menyangkut banyak aspek kehidupan masyarakat. Adat, menurutnya, merupakan nilai yang disepakati bersama serta tidak bertentangan dengan ajaran agama. Karena itu, ia memberikan apresiasi khusus atas keberadaan Sekolah Adat yang digagas Aman.

Baca Juga :  NTB Sabet Juara Digital Nasional, Wagub Umi Dinda: Kita Motor Transformasi Indonesia Timur

“Saya mengapresiasi betul Sekolah Adat yang digagas oleh Aman. Terima kasih kepada seluruh yang hadir telah menyempatkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk terus berikhtiar menjaga adat dan budaya lokal Lombok Utara,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Aman Paer Daya Lombok Utara, Sinarto, menegaskan bahwa Aman kini fokus pada penguatan pendidikan adat sebagai respons terhadap degradasi nilai moral dan semakin lunturnya kearifan lokal akibat modernisasi.

Menurutnya, Aman telah menyiapkan konsep besar berupa ‘Sekolah Adat’, sebuah lembaga yang dirancang untuk merevitalisasi serta mentransformasikan nilai-nilai adat dan budaya agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Ia memaparkan bahwa Sekolah Adat berfungsi menggali potensi lokal di setiap wilayah adat, termasuk pengetahuan obat-obatan tradisional, makanan tradisional, kesenian, hingga permainan tradisional  seluruhnya untuk kembali dihidupkan melalui pendidikan adat.

“Di Lombok Utara telah berdiri empat Sekolah Adat, yaitu Sekolah Adat Bayan, Sekolah Adat Gumantar Pengorongan Amor-Amor, Sekolah Adat Wet Sesait, dan Sekolah Adat Bentek,” jelas Sinarto.

Baca Juga :  Dirut Bulog-Plt Kadistanketapang NTB Turun ke Sawah, Gaspol Serapan Gabah Target 4 Juta Ton Beras 2026

Ia juga menyampaikan bahwa Lombok Utara akan kedatangan fasilitator dari seluruh Indonesia untuk berdiskusi dan berkonsultasi mengenai pengembangan adat dan budaya lokal, mengingat kekayaan adat KLU yang dinilai berbeda dari daerah lain.

“Kegiatan ini tentu akan melahirkan tujuan yang jelas, hasil yang jelas, sehingga nanti hasil dari hari ini akan menjadi ruang perbincangan di masing-masing wilayah adat,” tambahnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Utara, Kabid Kebudayaan Dikbudpora Lombok Utara, Ketua Dewan Adat Kebudayaan Lombok Utara, serta seluruh wet adat yang ada di Lombok Utara.

Pertemuan tersebut menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi adat, dan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan adat, budaya, dan identitas lokal di tengah arus modernisasi.

Jika Anda ingin, saya dapat membuatkan judul sensasional, lead lebih dramatis, atau versi berita gaya media nasional.

Berita Terkait

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah
Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar
Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika
Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?
MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan
Enam Produk Unggulan NTB Siap Nembus Pasar Ekspor Lewat TEI 2026
Mori Hanafi Kembali Maju, Daftar Sebagai Calon Ketua KONI NTB 2026-2030
Marc Marquez Sebut Mandalika Seperti Rumah Kedua, Ribuan Warga Sambut Parade MotoGP di Mataram
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:05 WIB

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:27 WIB

MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan

Berita Terbaru

Lima pembalap Moto2 dan Moto3 Berinteraksi dan Berbagi Inspirasi dengan Siswa SDN 2 Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (8/10/2026).

Olahraga

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:53 WIB