SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Abul Chair, menyoroti kenakalan remaja dan Kekerasan yang melibatkan Pelajar di Kota Mataram. Ia menegaskan, pembinaan karakter generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga Sekolah, Guru, dan Lingkungan Masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Abul Chair seusai memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikpora) Provinsi NTB, Mataram, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, persoalan kenakalan dan kekerasan di kalangan remaja membutuhkan perhatian serta keterlibatan semua pihak. Upaya membangun generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga harus diiringi pengawasan, pendampingan, dan penanaman nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
“Tentu ini jadi tanggung jawab kita semua, jadi bukan cuma orang tuanya, tapi lingkungannya, sekolahnya, dan semua, termasuk gurunya dan lain sebagainya,” tegas Abul Chair.
Ia mengingatkan, keluarga tetap memiliki peran penting dalam mengawasi dan mendampingi anak, meskipun mereka telah mendapatkan pendidikan di sekolah. Karena itu, kerja sama antara orang tua, tenaga pendidik, dan lingkungan sosial perlu diperkuat untuk membentuk karakter generasi muda.
Pendampingan yang konsisten diharapkan mampu menanamkan nilai moral, empati, dan rasa tanggung jawab sejak dini. Dengan demikian, generasi muda dapat menghadapi tantangan pergaulan dan perkembangan zaman secara lebih bijak.
Di tengah persoalan kenakalan remaja, Abul Chair juga menekankan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki karakter kuat dan mampu berkontribusi terhadap kemajuan daerah.
Ia menilai, cita-cita menjadikan NTB lebih maju harus dimulai dari pemuda yang patriotik, gigih, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Justru sebenarnya relevansinya bagi kita, bagi NTB yang memang bercita-cita ingin segera maju. Dan itu harus dimulai dari pemudanya yang patriotik, yang gigih, dan berempati,”ujar Abul Chair.
Menurutnya, semangat Hari Sumpah Pemuda tidak cukup diwujudkan melalui seremoni atau ucapan semata. Nilai-nilai kepeloporan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata, pengabdian, inovasi, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang dibacakan dalam upacara. Amanat itu mengajak pemuda Indonesia menunjukkan dedikasi di bidang masing-masing, tangguh menghadapi tantangan zaman, serta berani memulai perubahan melalui inovasi.
Abul Chair mengingatkan bahwa masa depan bangsa turut bergantung pada kualitas generasi muda yang dibina hari ini. Karena itu, pembentukan karakter dan penguatan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pemuda menghadapi tantangan masa depan.
“Betapa harapan negeri ini dititipkan kepada mereka,” pungkasnya.
Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Provinsi NTB berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI/Polri, Organisasi Kepemudaan, Mahasiswa, serta Perwakilan Pelajar.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











