Gubernur Iqbal Ubah Arah Pariwisata NTB, Fokus pada Quality Tourism

Avatar

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan paparan saat menjadi narasumber dalam Lombok Sustainability Tea Talk 2026 di STP Mataram. Dalam forum tersebut, Gubernur menegaskan arah baru pembangunan pariwisata NTB yang berfokus pada quality tourism berbasis keberlanjutan.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan paparan saat menjadi narasumber dalam Lombok Sustainability Tea Talk 2026 di STP Mataram. Dalam forum tersebut, Gubernur menegaskan arah baru pembangunan pariwisata NTB yang berfokus pada quality tourism berbasis keberlanjutan.

SUMBAWAPOST.com|™ Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan arah baru pembangunan sektor pariwisata dengan menjadikan Quality Tourism sebagai fondasi utama pengembangan Destinasi. Konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan pariwisata mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat identitas Budaya lokal.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat menjadi narasumber dalam Lombok Sustainability Tea Talk 2026 yang diselenggarakan Guava International di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, Minggu (12/7/2026).

Mengusung tema “From Sustainability to Revenue, Differentiation and Recognition in Hospitality”, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa konsep keberlanjutan harus dipahami sebagai strategi membangun daya saing destinasi, bukan semata-mata sebagai isu pelestarian lingkungan.

Menurutnya, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari tingginya angka kunjungan wisatawan, tetapi juga dari besarnya manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat serta kemampuan menjaga Sumber Daya Alam dan Budaya sebagai daya tarik utama Daerah.

“Pariwisata berkualitas tidak hanya berbicara tentang jumlah kunjungan wisatawan, tetapi bagaimana setiap kunjungan mampu memberikan nilai tambah ekonomi, menjaga lingkungan, melestarikan Budaya Lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” papar Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di hadapan pelaku industri perhotelan, Akademisi, Asosiasi Pariwisata, dan para pemangku kepentingan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat ekosistem pendukung pariwisata melalui berbagai langkah strategis. Di antaranya pengembangan sport tourism, wellness tourism, peningkatan konektivitas antardestinasi, hingga rencana pengoperasian layanan pesawat amfibi (seaplane) guna memperluas akses menuju kawasan wisata unggulan di NTB.

Baca Juga :  Dari Status Facebook ke Status Tahanan Polres Bima Kota, Kisah HP Oppo yang Membawa Petaka Bagi Tiga Sekawan

Sebagai contoh, Gubernur menyoroti keberhasilan penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok yang mampu mendorong tingkat hunian hotel hingga mendekati penuh. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa event berskala internasional mampu menjadi penggerak ekonomi apabila menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang terintegrasi.

Dalam forum diskusi, kalangan akademisi STP Mataram juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan tinggi pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan desa wisata sebagai fondasi pembangunan sektor Pariwisata NTB.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur menegaskan bahwa desa wisata harus dikembangkan sebagai destinasi yang menghadirkan pengalaman autentik bagi wisatawan. Tidak sekadar menyediakan akomodasi, tetapi memperkenalkan budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat lokal sebagai keunggulan utama NTB.

“Kita ingin wisatawan datang untuk merasakan pengalaman hidup masyarakat lokal. Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal itulah yang menjadi pembeda NTB dibanding destinasi lain,” kata Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.

Masukan lainnya datang dari pelaku industri perjalanan wisata yang mendorong penguatan promosi NTB di pasar internasional. Mereka menilai tren wisata global kini semakin mengarah pada destinasi yang menerapkan prinsip keberlanjutan sehingga strategi promosi perlu mengikuti perkembangan tersebut.

Menanggapi hal itu, Gubernur menjelaskan bahwa strategi promosi NTB kini tidak lagi hanya mengandalkan keikutsertaan dalam pameran internasional. Pemerintah daerah mulai memperluas promosi digital melalui media sosial, kolaborasi dengan konten kreator, serta promosi berbasis pengalaman wisatawan. Di saat yang sama, sinergi promosi bersama Bali dan Nusa Tenggara Timur terus diperkuat untuk memperluas jangkauan pasar mancanegara.

Baca Juga :  Ditemukan di Tepi Jalan, Berakhir di Pelaminan: Kisah Bayi ‘Pemersatu’ Dua Keluarga di Sumbawa, Cinta Akhirnya Disahkan

Sementara terkait berbagai tantangan yang dihadapi sektor pariwisata, mulai dari perlambatan kunjungan wisatawan akibat kondisi ekonomi, persoalan pengelolaan sampah, hingga kebutuhan stimulus bagi industri perhotelan agar tetap kompetitif, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa pengelolaan destinasi wisata merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB tengah mendorong penerapan konsep Corporate Environmental Sustainability, yang menempatkan pelaku industri pariwisata sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah, melestarikan sumber daya air, serta menjaga kawasan wisata secara berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Gubernur, kualitas lingkungan menjadi faktor yang sangat menentukan pengalaman wisatawan sekaligus daya saing Destinasi di masa depan.

Selain itu, pembangunan Pariwisata NTB akan terus berpijak pada karakter dan identitas daerah tanpa harus meniru model pengembangan Destinasi lain.

“Kita ingin NTB tumbuh sebagai destinasi kelas dunia tanpa kehilangan jati dirinya. Pariwisata harus menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga lingkungan dan nilai-nilai lokal yang menjadi kekuatan utama Daerah ini,” pungkasnya.

Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut menghasilkan kesepahaman bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memperkuat posisi NTB sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
3.000 Orang Berebut Jadi Volunteer MotoGP Mandalika 2026, MGPA Hanya Ambil 2.500
Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Ubah Pembayaran Jasa Pelabuhan dari Manual ke Digital
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:45 WIB

KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:52 WIB

KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata

Berita Terbaru