SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XIII KONI NTB
Tahun 2026 menjadi Momentum Penting untuk Menentukan masa depan Olahraga Nusa Tenggara Barat. Bukan hanya Mengevaluasi Kepengurusan Periode 2022-2026, Forum ini juga menjadi Ruang untuk menyusun Arah Kebijakan Olahraga NTB menghadapi PON 2028.
Musorprov XIII KONI NTB resmi digelar di Hotel Lombok Raya, Minggu (30/8/2026), dan berlangsung selama dua hari hingga 31 Agustus 2026.
Di tengah dinamika yang mengiringi proses menuju Musorprov, Ketua Umum KONI Provinsi NTB H. Mori Hanafi mengingatkan seluruh pihak agar tidak terjebak dalam konflik internal. Menurutnya, dinamika dalam organisasi merupakan bagian dari proses sekaligus menunjukkan betapa strategisnya posisi KONI dalam pembinaan olahraga NTB.
“Walaupun terjadi dinamika dalam Prosesnya, ini merupakan pertanda bahwa Organisasi KONI ini merupakan Organisasi sangat Strategis,” kata Mori Hanafi.
Mori menegaskan, Musorprov tidak boleh hanya dipandang sebagai Forum untuk mengevaluasi Program, mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan, maupun memilih Kepemimpinan baru.
Lebih jauh, Musorprov harus menjadi momentum untuk menentukan arah kebijakan Olahraga NTB ke depan, terlebih Daerah ini akan menghadapi agenda besar PON 2028.
“Musyawarah saat ini bukan cuma pada Kita melakukan Evaluasi dan Mempertanggungjawabkan Program Pelaksanaan, menyusun arah Kebijakan Organisasi, menentukan Kepemimpinan KONI,” ujarnya.
Karena itu, Mori mengajak seluruh peserta Musorprov menempatkan kepentingan Olahraga NTB di atas Kepentingan Pribadi maupun Kelompok.
“Kita semua memiliki tujuan yang sama untuk NTB, Untuk Kemajuan Olahraga NTB,” tegasnya.
Menurut Mori, kepengurusan KONI NTB periode 2022-2026 telah menjalankan amanah dengan berbagai keterbatasan. Berbagai program pembinaan telah dilaksanakan bersama cabang olahraga maupun KONI Kabupaten/Kota.
Namun, ia mengakui masih terdapat kekurangan yang harus menjadi bahan evaluasi bagi kepengurusan berikutnya.
“Kita menyadari bahwa perjalanan 4 tahun tidak semua berjalan sempurna, masih terdapat kekurangan keterbatasan,” katanya.
Mori menilai NTB kini berada dalam posisi yang sangat strategis. Bersama NTT, NTB akan menjadi Tuan Rumah PON 2028, dengan DKI Jakarta sebagai Wilayah Pendukung.
Kondisi tersebut membuat konsolidasi dan soliditas Organisasi menjadi semakin penting. Mori tidak ingin waktu yang tersedia justru habis untuk mempertajam Konflik Internal.
“Siapapun nanti yang akan memimpin Saya berharap dapat segera merampungkan seluruhnya. Tidak ada lagi bumbu-bumbuan, tidak ada lagi kelompok, yang ada satu keluarga besar,” tegas Mori.
Menurutnya, persatuan merupakan modal utama untuk menghadapi tantangan PON 2028. NTB tidak hanya dituntut sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga harus mampu menunjukkan prestasi melalui perolehan medali.
Mori bahkan mendorong seluruh Cabang Olahraga melakukan pemetaan secara serius terhadap peluang Medali. Cabang Olahraga yang memiliki Potensi Emas harus dipersiapkan secara maksimal sejak sekarang.
“Kita harus merekayasa supaya kita tetap punya amanat itu kepada teman-teman,” ujarnya.
Ia menilai NTB memiliki banyak Atlet potensial. Sejumlah Atlet bahkan telah mengharumkan nama Daerah di tingkat Nasional maupun Internasional.
Karena itu, pembinaan Atlet harus dilakukan secara berkelanjutan dan lebih terarah agar target Prestasi pada PON 2028 tidak berhenti sebagai slogan. “Perkuat pembinaan secara berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bidang OKK KONI Pusat Mayjen TNI Purn Eko Budi, S. yang mewakili Ketua Umum KONI Pusat, menilai NTB memiliki potensi besar dalam dunia olahraga.
Menurutnya, NTB merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak atlet potensial. “NTB itu saya lihat gudangnya atlet,” ujarnya.
Namun, Eko mengingatkan bahwa potensi tersebut tidak akan berkembang maksimal tanpa pengelolaan dan sinergi seluruh pihak. Pemerintah daerah bersama seluruh komponen olahraga harus bersatu untuk meningkatkan prestasi atlet.
“Untuk mengelola ini nggak bisa sendiri, harus semua komponen yang ada, apakah itu Pemerintah Daerah, harus bersatu padu untuk bisa meningkatkan Prestasi,” katanya.
Eko juga menyampaikan apresiasi kepada Provinsi NTB atas partisipasinya dalam PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, termasuk dalam ajang olahraga bela diri yang dilaksanakan di Kudus.
Musorprov XIII KONI NTB diharapkan menjadi titik awal konsolidasi baru seluruh kekuatan olahraga NTB. Setelah proses musyawarah selesai, seluruh pihak diharapkan kembali bersatu dan mengarahkan energi untuk mempersiapkan atlet menghadapi PON 2028.
Sebab, PON 2028 sudah semakin dekat. Tantangan bagi kepengurusan KONI NTB berikutnya bukan hanya menjaga soliditas organisasi, tetapi juga memastikan potensi besar atlet NTB benar-benar bertransformasi menjadi prestasi dan medali.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










