Uang Rp2,8 Miliar dari Bandar Narkoba Muncul di Kasus Eks Kapolres Bima Kota, Kejati NTB Buka Fakta Baru

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro menjalani proses pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) di Kejaksaan Negeri Bima. Dalam perkara tersebut, penyidik turut menyerahkan barang bukti uang tunai senilai Rp2,8 miliar yang diduga berasal dari jaringan bandar narkoba.

Mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro menjalani proses pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) di Kejaksaan Negeri Bima. Dalam perkara tersebut, penyidik turut menyerahkan barang bukti uang tunai senilai Rp2,8 miliar yang diduga berasal dari jaringan bandar narkoba.

SUMBAWAPOST.com | Kota Bima- Penanganan kasus dugaan tindak pidana narkotika yang menyeret mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, memasuki babak baru. Selain pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), fakta mengejutkan turut terungkap dengan adanya barang bukti uang tunai senilai Rp2,8 miliar yang diduga berasal dari jaringan bandar narkoba.

Pelimpahan tersangka dan barang bukti atau Tahap II dilakukan Tim Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB kepada Kejaksaan Negeri Bima pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 15.50 WITA.

Juru Bicara Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, Harun Al Rasyid, mengungkapkan bahwa dalam proses tahap dua tersebut penyidik turut menyerahkan sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai bernilai miliaran rupiah.

“Itu uang dari bandar Boy sebesar Rp1,8 miliar dan Rp1 miliar dari Koko Erwin,” kata Harun Al Rasyid, dalam keterangan yang diterima media ini.

Harun menegaskan bahwa uang tersebut bukan merupakan bagian dari perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang saat ini masih ditangani Mabes Polri.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena tidak hanya melibatkan jaringan peredaran narkotika di Kota Bima, tetapi juga menyeret nama mantan Kapolres Bima Kota yang kini telah berstatus tersangka.

Koordinator Pidana Umum Kejati NTB, Budi Mukhlis, membenarkan pelaksanaan tahap dua terhadap Didik Putra Kuncoro.

“Jadi, hari ini proses tahap dua atau penyerahan tersangka atas nama Didik dan barang bukti narkoba dari penyidik kepolisian ke jaksa penuntut umum,” ujar Budi Mukhlis.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan tahap dua berlangsung di Kejaksaan Negeri Bima yang menjadi lokus perkara. “Informasi lengkapnya nanti kami kabari,” katanya.

Budi juga memastikan bahwa pelimpahan pada hari itu hanya dilakukan terhadap tersangka Didik Putra Kuncoro. “Untuk lainnya belum ada, hari ini Didik saja,” tegasnya.

Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka. Sebelumnya, lima tersangka lain telah lebih dahulu menjalani tahap dua pada 9 Juni 2026, yakni mantan Kasatresnarkoba Polres Bima Kota Malaungi, Herman alias Kevin, Yusril Ismahendra alias Ucok, Anita alias Bunda, dan Irfan alias Carol.

Sementara empat tersangka lainnya yang belum dilimpahkan ke kejaksaan adalah Erwin Iskandar alias Koko Erwin, Ais Setiawati, Hamid alias Boy, serta Satriawan alias Dae Awan yang masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasus ini masih terus berkembang seiring proses hukum yang berjalan terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru