SUMBAWAPOST.com | Mataram- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat merilis perkembangan terbaru sektor pariwisata dan perhotelan yang memperlihatkan dinamika kontras lonjakan signifikan pergerakan Wisatawan, namun belum sepenuhnya diikuti peningkatan tingkat hunian Hotel.
Rilis yang digelar di Kantor BPS NTB, Senin (4/5/2026), memaparkan sejumlah indikator utama, mulai dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK), Rata-rata Lama Menginap (RLM), hingga pergerakan wisatawan domestik dan mancanegara.
Kepala BPS NTB, Wahyudin, menyampaikan bahwa kinerja sektor pariwisata NTB menunjukkan tren positif, meskipun masih diwarnai fluktuasi pada beberapa indikator utama.
Pada Maret 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat sebesar 31,26 persen. Angka ini mengalami penurunan tipis sebesar 0,52 poin secara bulanan (month to month/MoM), namun secara tahunan (year on year/YoY) justru meningkat signifikan sebesar 4,90 poin.
“TPK hotel berbintang tercatat 31,26 persen, turun secara bulanan, namun meningkat secara tahunan,” ungkap Wahyudin.
Dari sisi durasi tinggal, Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel berbintang berada di angka 1,90 hari, dengan total 87.816 tamu, yang didominasi wisatawan domestik sebesar 65,72 persen.
Sementara itu, hotel nonbintang menunjukkan tren yang relatif lebih stabil. TPK tercatat sebesar 20,84 persen, naik 0,84 poin secara bulanan dan cenderung stagnan secara tahunan. RLM di segmen ini berada di angka 1,63 hari, dengan total 110.249 tamu, di mana 63,66 persen merupakan wisatawan domestik.
Lonjakan paling mencolok terlihat pada pergerakan wisatawan. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) meningkat 24,72 persen (MoM) menjadi 6.428 orang.
Di saat yang sama, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) melonjak lebih tajam, yakni 34,64 persen (MoM) hingga mencapai 1.393.460 orang.
“Pergerakan wisatawan domestik meningkat signifikan hingga mencapai lebih dari 1,39 juta orang,” jelas Wahyudin.
Data tersebut mencerminkan mulai pulihnya sektor pariwisata NTB seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan daya tarik destinasi wisata daerah.
Meski demikian, BPS mengingatkan bahwa fluktuasi tingkat hunian dan lama tinggal wisatawan tetap menjadi pekerjaan rumah, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas layanan serta memperpanjang durasi kunjungan.
Secara keseluruhan, perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah, dengan sektor pariwisata tetap menjadi salah satu motor utama pertumbuhan di Nusa Tenggara Barat.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










