Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Benteng Demokrasi di Era Disinformasi Global

Avatar

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, saat menyampaikan pernyataan dalam peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, saat menyampaikan pernyataan dalam peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta.

SUMBAWAPOST.com | Jakarta- Peringatan World Press Freedom Day 2026 menjadi momentum strategis bagi insan pers untuk menegaskan kembali peran vital media dalam menjaga demokrasi, perdamaian, dan keadilan sosial di tengah derasnya arus informasi global yang kian tak terbendung.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa jurnalisme berkualitas merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya tahan terhadap disinformasi.

Dalam peringatan yang berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026, Komaruddin menekankan bahwa peran pers tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penjernih di tengah kabut informasi yang kerap menyesatkan publik.

“Tanpa informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif, sulit membangun perdamaian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  KPU Tetapkan Bambang Firdaus-Syirajuddin Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Dompu Terpilih 2025-2030

Sejalan dengan itu, Forum Organisasi Penyiaran Indonesia (FOPI) turut menggelar rangkaian kegiatan bertema ‘Kolaborasi untuk Informasi Berkualitas dan Keberlanjutan Media’. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Car Free Day, tepatnya di Café Vilo Riverview, area Stasiun KA BNI, Jalan Jenderal Sudirman.

Acara yang dimulai sejak pukul 06.30 hingga 08.00 WIB tersebut dikemas dalam berbagai aktivitas, mulai dari sambutan, penekanan sirine peringatan, hingga kegiatan fun walk bersama Menteri Komunikasi dan Digital, komunitas pers, pelaku industri media, serta masyarakat umum.

FOPI yang merupakan gabungan berbagai asosiasi penyiaran nasional menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, antara media, pemerintah, platform digital, dan publik, untuk menghadirkan informasi yang akurat sekaligus menjaga keberlangsungan industri media di era digital.

Baca Juga :  KPU NTB Gandeng Dikpora, Sekolah Jadi Laboratorium Demokrasi bagi Pemilih Pemula

Selain itu, Dewan Pers juga mendorong penguatan regulasi yang melindungi karya jurnalistik, termasuk percepatan pembahasan undang-undang hak cipta jurnalistik serta gagasan no tax for knowledge sebagai upaya menjaga ekosistem informasi yang sehat.

Menutup pernyataannya, Komaruddin mengajak seluruh insan pers untuk tetap konsisten menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

“Pers Indonesia harus membuktikan diri sebagai pilar utama dalam menciptakan masa depan yang demokratis, damai, adil, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Polda NTB Ungkap 3 Oknum Polisi Terjerat Narkoba, Terancam PTDH
Operasi Antik Rinjani 2026 Ungkap 129 Kasus Narkoba, 178 Tersangka Diamankan Polda NTB
Polresta Loteng Tetapkan Perempuan Ini Tersangka Penipuan Koperasi, Kerugian Capai Rp780,85 Juta
Lalu Wirajaya Dorong Panggung Budaya NTB di Jakarta Jadi Gerbang Menuju Dunia
Gedung Baru DPRD NTB Terancam Molor, Bisa 2029 Baru Ditempati, Mori Hanafi Ungkap Alasannya
Pergub BTT Rp484 Miliar Dipersoalkan, DPM Unram Ajukan Keberatan ke Gubernur Sebelum ke PTUN
Anggota DPR RI Mori Hanafi Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Bima, Perkuat Pemahaman Kebangsaan
Follow the Money Belum Cukup, Membaca Tiga Putusan Bebas Anggota DPRD NTB
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Polda NTB Ungkap 3 Oknum Polisi Terjerat Narkoba, Terancam PTDH

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:52 WIB

Operasi Antik Rinjani 2026 Ungkap 129 Kasus Narkoba, 178 Tersangka Diamankan Polda NTB

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Polresta Loteng Tetapkan Perempuan Ini Tersangka Penipuan Koperasi, Kerugian Capai Rp780,85 Juta

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Lalu Wirajaya Dorong Panggung Budaya NTB di Jakarta Jadi Gerbang Menuju Dunia

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Gedung Baru DPRD NTB Terancam Molor, Bisa 2029 Baru Ditempati, Mori Hanafi Ungkap Alasannya

Berita Terbaru

Polda NTB Mengungkap Tiga Personel Aktif Polri yang Terjerat Perkara Narkoba Dalam Operasi Antik Rinjani 2026. Ketiganya Diproses Melalui Jalur Hukum dan Kode Etik Polri.

Hukum & Kriminal

Polda NTB Ungkap 3 Oknum Polisi Terjerat Narkoba, Terancam PTDH

Kamis, 13 Agu 2026 - 16:13 WIB