Perampingan OPD NTB Disorot DPRD, Ali Usman Ahim Nilai Iqbal–Dinda Tak Tergesa Menempatkan ASN

Avatar

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 21:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD NTB Ali Usman Ahim saat menyampaikan pandangan terkait perampingan OPD dan penataan ASN usai mengikuti rapat Paripurna Laporan LKPJ Gubernur NTB 2025

Anggota DPRD NTB Ali Usman Ahim saat menyampaikan pandangan terkait perampingan OPD dan penataan ASN usai mengikuti rapat Paripurna Laporan LKPJ Gubernur NTB 2025

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Proses perampingan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat sorotan dari DPRD. Anggota DPRD NTB, Ali Usman Ahim, menilai penataan birokrasi tersebut merupakan bagian dari konsekuensi kebijakan yang memiliki dasar hukum jelas.

Menurutnya, perampingan OPD berdampak pada penyesuaian jabatan di berbagai level, termasuk eselon II dan eselon III, yang dalam beberapa kasus memicu penurunan posisi jabatan.

“Apakah setiap orang yang memiliki kemampuan kapasitas kapabilitas mempuni sesuai bidangnya. Perampingan OPD ini dengan dasar hukum ini memang mengharuskan ada beberapa pejabat yang sebelumnya berada di eselon II, eselon III yang memang turun atau yang sering disebut sebagai konsekuensinya,” ujar Ali Usman Ahim usai mengikuti rapat paripurna DPRD NTB terkait LKPJ Gubernur 2025.

Ia menilai, hingga saat ini masih terdapat struktur organisasi yang belum sepenuhnya rampung, sehingga proses penataan sumber daya manusia (SDM) masih terus berjalan.

Ali Usman melihat kondisi tersebut sebagai indikasi bahwa Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur Indah Dhamanyati Putri tidak tergesa-gesa dalam mengisi jabatan yang masih kosong, khususnya pada level eselon III.

Baca Juga :  Menteri Pendidikan Turun ke NTB, Gubernur dan Ketua DPRD Bahas Masa Depan Sekolah di Bumi Gora

“Ini menunjukkan bahwa Iqbal Dinda itu tidak ingin terburu-buru juga dalam melakukan penempatan-penempatan terhadap beberapa jabatan, terutama eselon III karena prosesnya masih berjalan, penilaiannya masih berjalan,” jelasnya.

Ia menegaskan, pejabat yang ditempatkan seharusnya merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kapasitas moral, mental, serta kemampuan dalam menjalankan visi dan misi kepala daerah.

Di sisi lain, ia juga menyoroti masih adanya penempatan jabatan yang belum sepenuhnya selaras dengan latar belakang keilmuan. Meski demikian, ia menilai dalam sistem birokrasi modern, aspek manajerial dan pengalaman tetap menjadi faktor penting.

“Seorang kepala OPD itu kan manajer, tidak harus selalu linear dengan latar belakang pendidikan. Yang penting adalah kemampuan mengelola dan menggerakkan sumber daya hingga mencapai target,” ungkapnya.

Ali Usman juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja birokrasi, terutama dalam hal penyerapan program pembangunan yang sebelumnya sempat mengalami keterlambatan.

“Tahun kemarin ada keterlambatan, tahun ini akhir tahun sudah mulai baik, awal tahun ini sudah kelihatan kinerja,” katanya.

Baca Juga :  Ratusan Ribu Kasus Kanker dan Stroke Serang NTB, RSUD Kota Bima Jadi Garda Terdepan Penanganan Timur

Ia berharap, dengan pengalaman kepemimpinan dan jejaring yang dimiliki pasangan Iqbal-Dinda, kinerja pemerintahan NTB ke depan dapat semakin optimal.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa masukan dari DPRD akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kinerja pemerintahan ke depan.

“Semoga dari sidang ini pelajaran dan catatan yang disampaikan DPRD akan membuat kerja dan hubungan kami pimpinan gubernur dan wakil gubernur akan membangun hubungan yang lebih baik pada tahun yang akan datang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mendorong pembangunan daerah. “NTB Makmur Mendunia membutuhkan keberanian dan kerja keras kita semua. Saatnya terus bergandengan tangan sambil melengkapi dan menyatukan semangat agar daerah kita yang kecil ini tetap memiliki mimpi-mimpi yang besar untuk memetik buah manis di hari esok,” ucapnya.

Di akhir penyampaiannya, Gubernur NTB menyampaikan apresiasi kepada DPRD, pemerintah Kabupaten/Kota, serta seluruh elemen masyarakat yang dinilai menjadi mitra strategis dalam Pembangunan Daerah

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi
Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini
Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB
Jelang MotoGP 2026, Wagub NTB Umi Dinda Minta Warga Siap Jadi Tuan Rumah Tamu Dunia
Anggota DPR RI Mori Hanafi Apresiasi Kerja Keras Basarnas Cari Korban KM Virgo
Mahasiswa Penjual Kopi Keliling Asal Kota Bima di Mataram Ditangkap Polisi, Ini Kasusnya
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba, Getaran Dirasakan hingga Bima, Warga Panik
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Jelang MotoGP 2026, Wagub NTB Umi Dinda Minta Warga Siap Jadi Tuan Rumah Tamu Dunia

Berita Terbaru