‘Terbongkar Lewat Uji Rambut’, Eks Kapolres Bima Kota dan Istri Positif Narkoba, Resmi Dipecat PTDH, Plh Kapolres Dicopot

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Kapolres Bima Kota Didik Putra Kuncoro bersama istrinya, Miranti Afriana, serta Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Bima Kota

Eks Kapolres Bima Kota Didik Putra Kuncoro bersama istrinya, Miranti Afriana, serta Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Bima Kota

Mataram| SUMBAWAPOST.com-  Penanganan kasus narkoba yang menjerat mantan Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro, terus bergulir. Selain berujung pada sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), perkara ini juga memicu pergantian Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Bima Kota di jajaran Polda NTB.

Polda Nusa Tenggara Barat kembali mengganti Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Bima Kota setelah AKBP Didik Putra Kuncoro ditetapkan sebagai tersangka kasus peredaran narkoba.
Wakil Komandan Satuan (Wadansat) Brimob Polda NTB, AKBP Hariyanto, kini ditunjuk mengisi jabatan Plh Kapolres Bima Kota. Ia menggantikan AKBP Catur Setiawan yang sebelumnya ditugaskan mengisi posisi tersebut.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Mohammad Kholid menegaskan bahwa pergantian itu merupakan hal yang wajar dan hasil evaluasi rutin.

“Mengisi kekosongan sambil menunggu Kapolres dari Mabes. Memang setiap 7 hari sprint (penugasan) dievaluasi,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (21/2/2026) dalam keterangan yang diterima media ini.

Ia menjelaskan, Catur ditarik kembali karena dibutuhkan dalam jabatannya sebagai Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda NTB.

“Pak Catur di jabatan Kasubdit Jatanras dibutuhkan untuk penanganan kasus. Sehingga digantikan AKBP Hariyanto, Wadansat Brimob,” tuturnya.

Sebelumnya, Mabes Polri juga buka suara terkait penunjukan AKBP Catur Setiawan sebagai Plh Kapolres Bima Kota, meski yang bersangkutan pernah memiliki riwayat konsumsi narkoba.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut penunjukan tersebut telah melalui pertimbangan matang dan sesuai mekanisme.

“Dengan menimbang berbagai pertimbangan dan mekanisme yang tentunya sudah dilalui, maka ini sifatnya pengganti, Pelaksana Harian,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (19/2).

Baca Juga :  Tak Mau Pahlawan Terlupakan, Wagub NTB Minta Sejarah Sultan Salahuddin Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah

Ia menambahkan jabatan Plh hanya bersifat sementara hingga ditetapkan Kapolres definitif. “Pasca adanya dugaan pelanggaran dan kemudian pascatindakan yang dilakukan oleh Polda NTB dan Propam dan Bareskrim. Maka nanti perkembangannya tentu akan disampaikan oleh Polda NTB,” jelasnya.

Saat masih berpangkat AKP, Catur pernah menjabat Kasat Reserse Narkoba Polres Ternate. Pada 4 Mei 2017, ia dinyatakan positif mengonsumsi sabu setelah tes urine oleh Biddokes Polda Maluku Utara. Saat itu ia mendapat sanksi disiplin dari Kapolda Maluku Utara Brigjen Dwi Apriyanto dan sempat dicopot sebelum kembali berdinas.
Istri dan Mantan Bawahan Positif MDMA

Perkembangan terbaru, hasil uji laboratoris terhadap istri Didik, Miranti Afriana, menunjukkan hasil positif mengonsumsi narkoba jenis MDMA (ekstasi).

“Dari hasil pendalaman terhadap MA dan Aipda DA diketahui bahwa keduanya adalah pengguna narkotika,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.

“Untuk itu penyidik melakukan uji laboratoris melalui Puslabfor Bareskrim Polri terhadap sampel rambut dari MA dan Aipda DA, yang menunjukkan hasil positif menggunakan MDMA (ekstasi),” tambahnya. Selain Miranti, Aipda Dianita Agustina (DA) juga dinyatakan sebagai pengguna narkotika. Tim Asesmen Terpadu merekomendasikan keduanya menjalani rehabilitasi di Balai Rehabilitasi BNN.

Sebelumnya, Didik juga dinyatakan positif narkoba melalui uji rambut meski tes urine menunjukkan hasil negatif.

“Waktu kita periksa (urine), dia (AKBP Didik) negatif. Tetapi Propam sudah melakukan uji rambut, positif,” ujar Kasubdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Zulkarnain Harahap.

Baca Juga :  Hultah Madrasah NWDI ke-90 Bagi-Bagi Motor, Sepeda Listrik, hingga Tiket Umrah Gratis

Dalam kasus ini, polisi menyita sabu seberat 16,3 gram, 49 butir ekstasi, pil alprazolam, pil happy five, serta ketamin lima gram. Berdasarkan penyidikan, narkotika tersebut disebut untuk konsumsi pribadi.

Dalam sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP), Didik dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat. “Pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH sebagai anggota Polri,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.

Sementara itu, Kapolda NTB Edy Murbowo menyatakan pihaknya masih memburu bandar narkoba berinisial KE. “KE masih dalam proses pengejaran,” kata Edy di Mapolda NTB, Jumat (20/2/2026).

KE diduga memberikan uang Rp1 miliar kepada Didik melalui perantara eks Kasat Narkoba AKP Malaungi. Ia juga disebut sebagai pemilik 488 gram narkotika yang ditemukan di rumah dinas Malaungi dan diduga akan diedarkan di wilayah Sumbawa.

“Ya nanti kita akan lakukan itu semua, sesuai tahapan-tahapan pasti akan sampai ke sana (penetapan DPO),” kata Edy.

“Kita juga kerjasama dengan Mabes Polri karena keberadaan dia akan selalu bergerak, kita juga terbatas langkah kita. Tapi kalau ada informasi, pasti kita akan lakukan pengejaran kepada yang bersangkutan,” tambahnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pejabat kepolisian aktif dan menyeret lingkaran internal dalam perkara narkotika serta pelanggaran etik serius di tubuh Polri.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru