DPRD NTB Sahkan Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Potensi PAD Bertambah Rp160 Miliar

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlihat Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri saat menghadiri rapat paripurna DPRD NTB terkait pengesahan Raperda Perubahan Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang diproyeksikan menambah PAD hingga Rp160 miliar.

Terlihat Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri saat menghadiri rapat paripurna DPRD NTB terkait pengesahan Raperda Perubahan Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang diproyeksikan menambah PAD hingga Rp160 miliar.

SUMBAWAPOST.com|Mataram- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam rapat paripurna yang digelar di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB, Kamis (21/5/2026).

Pengesahan regulasi tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mendukung pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, menegaskan bahwa kebijakan perubahan pajak dan retribusi daerah ini tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan penerimaan daerah, tetapi juga tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat serta dunia usaha.

“Kebijakan ini memperkuat kapasitas fiskal, kualitas pelayanan, investasi namun tetap memperhatikan agar tidak memberatkan masyarakat dan dunia usaha,” jelas Wagub.

Berdasarkan proyeksi pemerintah daerah, perubahan regulasi tersebut diperkirakan mampu menambah pendapatan daerah hingga sekitar Rp160 miliar per tahun.

Baca Juga :  Pimpinan dan Anggota DPRD NTB Menyampaikan Ucapan Selamat Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026

Tambahan penerimaan daerah tersebut berasal dari tiga sektor utama, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pajak bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk industri mineral, serta retribusi Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Salah satu potensi penerimaan terbesar berasal dari kendaraan luar daerah yang beroperasi di wilayah NTB lebih dari tiga bulan. Kendaraan tersebut nantinya diwajibkan melakukan balik nama dengan besaran pajak sebesar 10 persen dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain itu, kendaraan listrik juga akan dikenakan pajak sebesar 11 persen dari PKB, sementara pajak BBM untuk industri mineral direncanakan naik dari 5 persen menjadi 7,5 persen.

Perubahan regulasi tersebut juga mencakup pengaturan terkait pajak kendaraan air dan angkutan air yang selama ini menjadi salah satu potensi penerimaan daerah yang belum tergarap secara optimal. Pengesahan Perda ini menjadi salah satu agenda penting bersama sejumlah Raperda inisiatif DPRD NTB lainnya yang tengah dibahas, termasuk Raperda Bale Mediasi dan Raperda Tambang Rakyat.

Baca Juga :  DPRD NTB Sahkan APBD-P 2025 Rp6,489 Triliun, Surplus Rp264 Miliar Jadi ‘Bintang Utama’

Dalam kesempatan yang sama, DPRD NTB juga membahas usulan Rancangan Peraturan Daerah tentang BPR Syariah sebagai dasar hukum konversi PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB (Perseroda) dari sistem konvensional menjadi sistem syariah.

Konversi tersebut mencakup perubahan sistem operasional, akad nasabah, hingga tata kelola manajemen agar sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip perbankan syariah. Pemerintah Provinsi NTB menilai langkah tersebut akan memperkuat arsitektur ekonomi daerah, memperluas ekosistem keuangan syariah, serta menghadirkan layanan yang lebih inklusif bagi masyarakat, termasuk pembiayaan mikro dan layanan gadai syariah. “BPR Syariah tidak boleh semata mata dipandang sebagai entitas bisnis namun sebagai instrumen pembangunan ekonomi rakyat yang sesuai dengan karakter sosial masyarakat NTB,” sebut Gubernur.

Pemerintah optimistis transformasi tersebut akan memberikan dampak positif sebagaimana keberhasilan konversi Bank Pembangunan Daerah menjadi Bank NTB Syariah, yang mampu meningkatkan aset dari sekitar Rp7 triliun menjadi Rp18 triliun.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Yuri Kemal Fadlullah Dikukuhkan Pimpin PBB, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Tegaskan Soliditas Menuju Pemilu 2029
Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029
Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Apresiasi Seluruh Kontingen, Cabor Selancar Porprov XII NTB 2026 Resmi Ditutup Sukses
Daftar Peraih Medali Emas Cabor Selancar PSOI Porprov XII NTB 2026, Ini Nama-Nama Juaranya
Lomba Cabor PSOI Porprov XII NTB Berakhir Sukses, Juri Pastikan Fair Play dan Netral
Lombok Tengah Dominasi Selancar Porprov XII NTB 2026, Sabet Emas di Tiga Divisi PSOI
Porprov XII NTB 2026: PSOI Pertandingkan Tiga Divisi, 27 Atlet dari Enam Daerah Adu Kemampuan di Tanjung Aan
Kalungkan Medali di Porprov XII NTB, Anggota DPRD Dr. Syamsuriansyah Janji Kawal Pembinaan Atlet
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:44 WIB

Yuri Kemal Fadlullah Dikukuhkan Pimpin PBB, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Tegaskan Soliditas Menuju Pemilu 2029

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:27 WIB

Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:23 WIB

Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Apresiasi Seluruh Kontingen, Cabor Selancar Porprov XII NTB 2026 Resmi Ditutup Sukses

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:01 WIB

Daftar Peraih Medali Emas Cabor Selancar PSOI Porprov XII NTB 2026, Ini Nama-Nama Juaranya

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:22 WIB

Lomba Cabor PSOI Porprov XII NTB Berakhir Sukses, Juri Pastikan Fair Play dan Netral

Berita Terbaru