Program Koperasi Merah Putih Terhambat Lahan, DPRD Sumbawa ‘Curhat’ ke Diskop UKM NTB

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empat anggota DPRD Kabupaten Sumbawa saat melakukan konsultasi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB beserta jajaran di Kantor Diskop UKM NTB, Mataram, membahas kendala dan solusi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Jumat (30/1/2026).

Empat anggota DPRD Kabupaten Sumbawa saat melakukan konsultasi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB beserta jajaran di Kantor Diskop UKM NTB, Mataram, membahas kendala dan solusi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Jumat (30/1/2026).

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Empat Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan kerja ke Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna berkonsultasi terkait kebijakan serta pengembangan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Keempat legislator tersebut yakni Edy Syarifuddin, Muhammad Taufik, Abron Ishak, A.Md, dan I Ketut Sawitra. Kunjungan kerja berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Januari 2026, dan secara resmi diterima pada Jumat (30/1/2026) di Kantor Diskop UKM NTB, Mataram.

Rombongan DPRD Sumbawa diterima langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Wirawan Ahmad, didampingi Kepala Bidang FPSP Baiq Ayu Juita Mayasari serta Plt Kepala Bidang Pembinaan Koperasi sekaligus Pengawas Koperasi, I Wayan Robi Setiawan.

Dalam forum konsultasi tersebut, DPRD Kabupaten Sumbawa menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Program Koperasi Merah Putih di lapangan, khususnya terkait kesiapan lahan untuk pembangunan fisik gerai koperasi.

Baca Juga :  Tanggapan KPU NTB Soal Pantarlih Gunakan Joki Coklit Pemilih Pilkada 2024

Salah seorang anggota DPRD menjelaskan bahwa hasil peninjauan di dua kecamatan menunjukkan persoalan yang hampir serupa. Di Kecamatan Moyo Utara, hanya satu desa yang telah memiliki fasilitas. Sementara di Kecamatan Moyo Hilir, meskipun terdapat satu desa yang dinilai siap dengan lokasi yang telah ditentukan, namun dari total sepuluh desa yang ada, sembilan desa lainnya belum terakomodasi terkait penyediaan lahan.

“Kami ingin menegaskan permasalahan ini agar ke depan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan solusi yang jelas. Harapannya, hasil konsultasi ini bisa kami bawa kembali ke daerah, sehingga tidak perlu lagi ke pusat untuk menanyakan kelanjutan persoalan tersebut,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Wirawan Ahmad, mengakui bahwa persoalan lahan masih menjadi salah satu kendala utama dalam pembangunan fisik gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di sejumlah daerah.

“Permasalahan lahan memang menjadi tantangan di beberapa wilayah. Karena itu, seluruh kendala yang muncul akan kami bahas secara komprehensif melalui forum koordinasi agar dapat ditemukan solusi bersama,” kata Wirawan.

Baca Juga :  Bupati Pathul Bahri Pamer Surplus 120 Ribu Ton di Hadapan RI 1, Lombok Tengah Siap Jadi Raksasa Baru Padi Nusantara

Ia menjelaskan, pembahasan lanjutan terkait kendala tersebut akan dilakukan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Fisik Gerai KDKMP yang digelar pada hari yang sama.

Rakor tersebut berlangsung di Aula Tambora Lantai II Kantor Gubernur NTB dan dihadiri oleh Plt Sekretaris Daerah Provinsi NTB Lalu Muhammad Fauzal, Dandrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, Kepala Diskop UKM NTB, para Sekda kabupaten/kota se-NTB, kepala OPD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta perwakilan DPKAD, DPMPD, dan OPD terkait koperasi.

Melalui konsultasi ini, diharapkan pelaksanaan Program Koperasi Merah Putih di Kabupaten Sumbawa dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi desa dan kelurahan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Gubernur NTB Turun Langsung ke Arena Panjat Tebing, Ketua FPTI Nadirah Al-Habsyi: Jadi Suntikan Semangat Atlet
Gubernur NTB Pastikan Pemerintahan Lombok Barat Tetap Berjalan Meski Bupati Jadi Tersangka KPK
Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif
Gubernur NTB Soroti Kontribusi Koperasi Masih 1,7 Persen, Tata Kelola dan Kepercayaan Publik Jadi PR Besar
Gubernur NTB Ajak Koperasi Tinggalkan Dualisme, Saatnya Bertransformasi Jadi Badan Usaha Modern
Wagub NTB dan Bupati Dompu Hadir, Hari Ketiga Shorinji Kempo Porprov XII Makin Semarak
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah: Porprov Bukan Sekadar Rebut Medali, Tapi Merajut Persaudaraan
Di Tengah Dinamika Porprov, Ketua PERKEMI NTB Pilih Bangun Kebersamaan, Atlet hingga Wasit Dapat Saweran
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:52 WIB

Gubernur NTB Turun Langsung ke Arena Panjat Tebing, Ketua FPTI Nadirah Al-Habsyi: Jadi Suntikan Semangat Atlet

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:24 WIB

Gubernur NTB Pastikan Pemerintahan Lombok Barat Tetap Berjalan Meski Bupati Jadi Tersangka KPK

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:44 WIB

Panitia Optimistis Shorinji Kempo Porprov XII Cetak Atlet Nasional, Hari Ketiga Berlangsung Sengit dan Sportif

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:34 WIB

Gubernur NTB Soroti Kontribusi Koperasi Masih 1,7 Persen, Tata Kelola dan Kepercayaan Publik Jadi PR Besar

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:18 WIB

Gubernur NTB Ajak Koperasi Tinggalkan Dualisme, Saatnya Bertransformasi Jadi Badan Usaha Modern

Berita Terbaru