Dislutkan NTB Tekan Pemkab Bima, Pabrik Garam dan Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Prioritas 2026

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, S.T., M.Si., bersama Wakil Bupati Bima dan jajaran terkait saat menggelar pertemuan koordinasi strategis membahas percepatan pengelolaan pabrik garam dan rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Bima, Selasa (13/1/2025).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, S.T., M.Si., bersama Wakil Bupati Bima dan jajaran terkait saat menggelar pertemuan koordinasi strategis membahas percepatan pengelolaan pabrik garam dan rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Bima, Selasa (13/1/2025).

SUMBAWAPOST.com | Bima- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kabupaten Bima memperkuat sinergi untuk mendorong percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Hal ini ditandai dengan pertemuan koordinasi strategis yang dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi NTB, Muslim, S.T., M.Si., di ruang kerja Wakil Bupati Bima. Selasa (13/1/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bima, Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Bima, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, serta seluruh pejabat eselon III lingkup Dinas Kelautan dan Perikanan terkait.

Fokus utama pertemuan diarahkan pada percepatan dan penguatan tata kelola bangunan serta fasilitas pabrik garam di Kabupaten Bima sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai tambah sektor kelautan dan perikanan daerah. Selain itu, dibahas pula percepatan finalisasi usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang berlokasi di Desa Kore, Kecamatan Sanggar.

Baca Juga :  Menteri KKP Resmikan Kampung Nelayan Merah Putih Bungin Sumbawa, Pulau Terpadat Kini Jadi Model Nasional

Kepala Dislutkan NTB, Muslim, menegaskan pentingnya pengelolaan pabrik garam yang terencana dan terukur agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.

“Pengelolaan pabrik garam harus memiliki arah yang jelas, mulai dari business plan hingga mitigasi risiko. Tanpa itu, sulit memastikan keberlanjutan dan target capaian ke depan,” ujar Muslim dalam pertemuan tersebut.

Ia menambahkan, Kabupaten Bima memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar, terutama di wilayah Sanggar yang dikenal sebagai sentra hasil tangkapan ikan unggulan.

“Desa Kore memiliki potensi perikanan yang kuat, seperti tuna, marlin, dan komoditas strategis lainnya. Ini sangat mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih berbasis hilirisasi dan industri perikanan rakyat,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, para pihak juga membahas peta jalan peningkatan nilai tambah pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. Fokus diarahkan pada optimalisasi fungsi Tempat Pelelangan Ikan (TPI), serta dorongan penyusunan Peraturan Bupati terkait pembinaan kegiatan usaha di daerah, termasuk penguatan penegakan hukum melalui sanksi administratif berupa denda sesuai kewenangan pemerintah kabupaten.

Baca Juga :  Ada 4 Kabupaten 1 Kota di NTB, Warga Meninggal Masih Tercatat Sebagai Pemilih Pilkada 2024

Wakil Bupati Bima menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan pengelolaan pabrik garam sebagai agenda prioritas pada tahun 2026.

“Kami berkomitmen mendorong agar pengelolaan pabrik garam dapat dioptimalkan dan menjadi prioritas. Ini akan kami atensi secara serius agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Wakil Bupati Bima.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Bima siap menindaklanjuti catatan dari Pemprov NTB, khususnya terkait belum dimilikinya dokumen business plan dan mitigasi risiko oleh koperasi pengelola pabrik garam.

Melalui koordinasi lintas pemerintah daerah ini, Pemprov NTB dan Pemkab Bima berharap dapat mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang terintegrasi, berdaya saing, serta mendorong hilirisasi industri agrokemaritiman secara berkelanjutan di Provinsi NTB.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR, Pemprov NTB: Bukan Sekadar Kredit, Tapi Harapan Baru bagi UMKM
Kapal Nelayan Hantam Karang di Gili Banta, 5 Kru Selamat Dievakuasi Sat Polairud Polres Bima Kota
Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR Setelah 8 Tahun Vakum, Siapkan Rp40 Miliar untuk UMKM dan PMI
Akademisi UNBIM Soroti Lemahnya Aspek Sosiologis Perda, DPRD Kabupaten Bima Diajak Susun Regulasi yang Menjawab Kebutuhan Masyarakat
DPRD Kabupaten Bima Gandeng UNBIM untuk ‘Sekolah’ di Mataram, Perkuat Kapasitas Kawal Pembangunan
DPRD Kabupaten Bima Sekolah di Mataram, Biar Makin Jago Kawal Anggaran dan Pembangunan Daerah
MotoGP Mandalika 2026 Resmi Diluncurkan, Balapan Digelar 9-11 Oktober di Sirkuit Mandalika
Dari Marshal Lokal Hingga Mario Aji, MotoGP Mandalika Lahirkan Talenta Indonesia Kelas Dunia
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:43 WIB

Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR, Pemprov NTB: Bukan Sekadar Kredit, Tapi Harapan Baru bagi UMKM

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:50 WIB

Kapal Nelayan Hantam Karang di Gili Banta, 5 Kru Selamat Dievakuasi Sat Polairud Polres Bima Kota

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR Setelah 8 Tahun Vakum, Siapkan Rp40 Miliar untuk UMKM dan PMI

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:07 WIB

Akademisi UNBIM Soroti Lemahnya Aspek Sosiologis Perda, DPRD Kabupaten Bima Diajak Susun Regulasi yang Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:18 WIB

DPRD Kabupaten Bima Gandeng UNBIM untuk ‘Sekolah’ di Mataram, Perkuat Kapasitas Kawal Pembangunan

Berita Terbaru