Provinsi NTB Siap Jadi ‘Kerajaan Ayam’

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusa Tenggara Barat (NTB) dibawah Kepemimpinan Iqbal-Dinda, tampaknya benar-benar siap naik takhta sebagai ‘Kerajaan Ayam’. Hilirisasi industri Ayam tidak boleh mandek hanya karena Daerah masih sibuk mencari alasan. Gubernur  meminta seluruh Kabupaten/Kota segera memetakan lahan dan ketersediaan bahan baku pakan, bukan sekadar melapor tanpa aksi, sebagai fondasi terbentuknya Ekosistem Per-ayam-an NTB dari hulu hingga hilir.

Langkah ini menjadi pintu masuk penyusunan strategi besar mulai dari Identifikasi Lahan, Penyediaan Pabrik Pakan, Penguatan jalur Logistik, hingga kepastian serapan pasar. Bagi Gubernur Iqbal, program ini bukan sekadar menata kandang, tetapi menata alur Ekonomi agar Ayam bukan hanya berkokok di pagi hari, tetapi juga menggemukkan dompet Peternak (Ekonomi Rakyat) dan menjaga Stabilitas harga di seluruh NTB.

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mendorong percepatan hilirisasi industri ayam terintegrasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menargetkan terbentuknya ekosistem peternakan berskala Provinsi yang kuat, mulai dari rantai pasok, logistik, hingga kemampuan menyerap Produksi lokal.

Baca Juga :  Atasi Antrian Ternak, Disnakkeswan NTB Batasi Penerbitan Rekomendasi: Hanya 1.200 Ekor per Dua Hari

Pesan itu disampaikan Gubernur saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Program Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Hotel Aston Inn, Mataram, Selasa (25/11).

Dalam arahannya, Gubernur meminta seluruh Dinas terkait di kabupaten/kota segera memetakan potensi wilayah, termasuk ketersediaan lahan untuk kandang maupun area Produksi pakan.

“Kita lihat potensinya. Karena itu nanti Pak Kadis minta dari masing-masing Dinas Kabupaten/Kota untuk mengusulkan semuanya di sini. Ada tanah sekian cocok untuk peternakan, dan cocok untuk Produksi pakan. Jadi setiap pimpinan menyampaikan dengan landasan alasan yang cocok,” ujarnya.

Baca Juga :  Rayu Australia, NTB Tawarkan Hotel Mewah, Diskon Khusus, dan Status VIP

Gubernur juga menegaskan pentingnya kajian logistik agar pengembangan industri ayam dapat berjalan efisien dan kompetitif.

“Yang jelas kita akan berusaha mengembangkan pada skala Provinsi dengan mempertimbangkan berbagai hal, terutama supply chain-nya dan transportasinya secara logistik memungkinkan atau tidak. Ini juga harus kita gunakan sebagai alat untuk pembelian hasil lokal,” jelasnya.

Ia berharap kolaborasi antar-daerah dapat memastikan ketersediaan lahan dan bahan baku pakan sehingga terbentuk ekosistem industri ayam terintegrasi yang benar-benar mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Jadi sekali lagi saya mohon kerjasamanya untuk membantu mengidentifikasi kesediaan lahan dan kesediaan bahan baku, mulai dari jalur logistik untuk memudahkan. Ini akan menjadi satu ekosistem pada skala provinsi. Hal ini akan meningkatkan ekonomi lokal kita nanti Insya Allah,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Kementan Genjot Produksi Beras Nasional, Poligonisasi Padi Gogo di Sukabumi Targetkan 320 Ribu Hektar
PSOI NTB Jajaki Kerja Sama Pengembangan Surfing dan Sport Tourism di Sumbawa Barat
Bupati Sumbawa Barat Sambut Baik Kunjungan PSOI NTB, Siap Dukung Pengembangan Surfing di KSB
Ketua PSOI NTB Dorong Pengembangan Surfing dan Pembinaan Atlet Muda di Desa Labuhan Kertasari Sumbawa Barat 
NTB Berduka, Kepala Bapenda dr Jack Meninggal Dunia di Jakarta
NTB Gaet ID FOOD, Mega Proyek Industri Ayam Rp1,2 Triliun Segera Dibangun di Sumbawa
Paripurna Raperda Pajak dan Retribusi Daerah, NTB Siapkan Sumber PAD Baru dari Pajak Kendaraan hingga Tambang Rakyat
Diduga Lecehkan Anak SD di Kota Bima, Pria 52 Tahun Dilaporkan ke Polisi, Ibu Korban Tolak Damai
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:48 WIB

Kementan Genjot Produksi Beras Nasional, Poligonisasi Padi Gogo di Sukabumi Targetkan 320 Ribu Hektar

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:49 WIB

PSOI NTB Jajaki Kerja Sama Pengembangan Surfing dan Sport Tourism di Sumbawa Barat

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:06 WIB

Bupati Sumbawa Barat Sambut Baik Kunjungan PSOI NTB, Siap Dukung Pengembangan Surfing di KSB

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:24 WIB

Ketua PSOI NTB Dorong Pengembangan Surfing dan Pembinaan Atlet Muda di Desa Labuhan Kertasari Sumbawa Barat 

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:04 WIB

NTB Berduka, Kepala Bapenda dr Jack Meninggal Dunia di Jakarta

Berita Terbaru

Almarhum Herman Mahaputra atau dr Jack semasa menjabat sebagai Direktur RSUD Provinsi NTB sebelum dipercaya memimpin Badan Pendapatan Daerah NTB.

Pemerintahan

NTB Berduka, Kepala Bapenda dr Jack Meninggal Dunia di Jakarta

Selasa, 10 Mar 2026 - 22:04 WIB