4 Hari Lawan Maut! 6 Nelayan Muat Garam Asal Bima Terapung di Laut, Diselamatkan Nelayan Lombok Utara

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 7 September 2025 - 04:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST. com, Mataram- Empat hari terapung di tengah lautan luas tanpa makanan, tanpa air, hanya berpegangan pada benda seadanya. Itulah kisah dramatis enam awak kapal KAYA ILAHI yang selamat dari maut setelah kapal barang yang mereka tumpangi tenggelam. Nelayan lokal menemukan mereka di perairan Lombok Utara, Selasa (4/9/2025), sebelum kemudian dievakuasi oleh Polres Lombok Utara.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK, mengungkapkan, informasi pertama datang dari masyarakat yang melihat enam orang tengah terombang-ambing di laut. Beruntung, nelayan setempat yang kebetulan melintas segera menolong para korban.

“Begitu mendapat laporan, personel Polres Lombok Utara langsung bergerak melakukan evakuasi. Para korban segera dibawa ke Puskesmas Bayan untuk mendapat pertolongan medis,” jelas Kholid. Minggu (7/09/2025).

Baca Juga :  KM Camara Nusantara 3 Angkut 545 Sapi dari Pulau Sumbawa ke Kalsel: Tol Laut NTB Resmi Tembus Pasar Nasional

Berdasarkan keterangan korban, insiden ini bermula ketika M. Saleh dan lima rekannya berangkat dari Pelabuhan Bima pada 31 Agustus 2025 menggunakan kapal barang KAYA ILAHI yang mengangkut 350 ton garam menuju Banjarmasin.

Namun, pada 2 September 2025, kapal mereka dihantam ombak besar hingga terbalik dan akhirnya tenggelam. Tanpa peralatan keselamatan memadai, keenam awak kapal berjuang berenang dan bertahan hidup dengan memanfaatkan benda-benda yang mereka temukan di laut.

Setelah empat hari terombang-ambing di lautan, keenam korban ditemukan nelayan dalam kondisi sangat lemas dan kehabisan tenaga.

“Diperkirakan mereka sudah terapung selama empat hari sebelum akhirnya ditolong nelayan,” terang Kholid.

Baca Juga :  DPRD NTB Soroti Kasus Imam Masjid Gantung Diri Usai Diperiksa Polisi, Begini Kronologinya

Setelah berhasil dievakuasi, para korban langsung mendapat perawatan intensif di Puskesmas Bayan. Hingga kini, kondisi mereka perlahan mulai stabil.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material dalam insiden ini cukup besar. Satu unit kapal barang beserta muatan 350 ton garam dipastikan hilang. Polres Lombok Utara saat ini tengah berkoordinasi dengan keluarga korban yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Bima, sekaligus menginvestigasi penyebab pasti tenggelamnya kapal.

Kisah enam awak kapal KAYA ILAHI ini bukan hanya tentang perjuangan melawan maut, tapi juga menjadi peringatan keras tentang pentingnya keselamatan pelayaran. Ombak besar bisa datang kapan saja, dan tanpa perlengkapan memadai, nyawa taruhannya.

Berita Terkait

Nazaruddin Resmi Pimpin NasDem Kabupaten Bima, Abdul Muis Jadi Sekretaris
Mori Hanafi Lantik Pengurus NasDem Kabupaten Bima, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB
Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!
Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram
Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026
Kacang Mete Songgajah NTB Dilirik Jepang, Turki dan Serbia di TEI 2026
Sate Rembiga dan Ayam Taliwang NTB Dilirik Jepang dan Papua Nugini di TEI 2026
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Nazaruddin Resmi Pimpin NasDem Kabupaten Bima, Abdul Muis Jadi Sekretaris

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Mori Hanafi Lantik Pengurus NasDem Kabupaten Bima, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Bawaslu RI Salurkan Santunan untuk Keluarga Almarhum PNS Bawaslu Mataram

Berita Terbaru