SLB Fiktif, Dana BOS Tetap Mengalir: DPRD NTB Maman Bongkar Dugaan Permainan Kotor

Avatar

- Jurnalis

Senin, 12 Mei 2025 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Anggota DPRD NTB, Muhammad Aminurlah, kembali menyoroti dugaan keberadaan sekolah luar biasa (SLB) fiktif di Kabupaten Bima. Kali ini, temuan mencuat di Desa Mangge, Kecamatan Lambu, tempat di mana sebuah SLB diketahui sudah tidak aktif namun tetap menerima dana bantuan pemerintah.

“Informasi yang saya terima dari masyarakat, SLB AH (disebutkan namanya) tidak aktif. Tidak ada siswanya juga,” ungkap legislator PAN itu, dalam keterangan yang diterima media ini, senin (12/5).

SLB AH tercatat berlokasi di Desa Mangge dan dipimpin oleh seseorang berinisial SU. Berdasarkan data yang dihimpun, sekolah ini dilaporkan memiliki 40 siswa dan 13 guru. Namun fakta di lapangan menunjukkan tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.

Ironisnya, pada tahun 2024, SLB AH tetap menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahap pertama dan kedua dengan total mencapai Rp229,2 juta. Dana Program Indonesia Pintar (PIP) juga disebut tetap mengalir.

“Setiap tahun sekolah tersebut menerima dana BOS sebesar Rp229.200.000, belum termasuk dana PIP,” ungkap Maman sapaan akrab Aminurlah. Ia menegaskan, hal itu sangat janggal mengingat tidak ada proses belajar mengajar yang berlangsung.

Baca Juga :  PMI Asal Lombok Timur Pulang dalam Peti Jenazah, Ini Penyebabnya

Maman yang juga merupakan mantan anggota DPRD Bima tiga periode itu mengaku telah mengkonfirmasi kondisi SLB AH kepada Kepala Desa Mangge, Nasarudin. Dari hasil pengecekan, diketahui sekolah itu sudah lama tidak menyelenggarakan kegiatan pendidikan, bahkan hingga ujian nasional.

“Selama lebih kurang 5 tahun terakhir ini tidak ada proses kegiatan belajar mengajar, termasuk kegiatan ujian sekolah atau ujian nasional. Namun blangko ijazah tetap diberikan oleh pihak dinas,” beber Maman dengan nada geram.

Meski bangunan fisik SLB masih berdiri, aktivitas pendidikan di dalamnya disebut sudah lama berhenti. “Dinas harus turun cek. Apakah benar ada siswa atau tidak. Kalau sudah tidak aktif lagi, harus dievaluasi,” tandasnya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Desa Mangge, Nasarudin. Ia menyatakan, tidak ada kegiatan pendidikan yang berlangsung di SLB itu.

“Bangunan fisik sekolah itu ada, namun sudah tidak ada lagi aktivitas belajar mengajar,” bebernya saat dihubungi wartawan melalui telepon seluler.

Baca Juga :  Disnakertrans NTB Perkuat Benteng Anti-Gratifikasi: Cegah, Bukan Sekadar Kendalikan

Menurut pengamatannya, dalam tiga tahun terakhir, kegiatan belajar mengajar tidak pernah tampak. “Tenaga pengajar di SLB itu hanya datang untuk nongkrong. Ndak ada (belajar mengajar),” ujar Nasarudin.

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa SLB AH dimiliki oleh seorang guru berstatus ASN. Namun, Nasarudin tidak mengetahui secara pasti siapa pemiliknya. “Yang kami tahu bahwa pemilik SLB itu berasal dari luar Kecamatan Lambu. Tenaga pengajar juga dari luar Kecamatan Lambu,” tambahnya.

Sebelumnya, Aminurlah juga mengungkap temuan serupa di Kecamatan Ambalawi, Bima. Sebuah SLB berinisial BB disebut tidak pernah menyelenggarakan proses belajar mengajar sejak berdiri pada 2018. Kondisi fisik bangunannya pun disebut lebih mirip kandang ternak daripada fasilitas pendidikan.

Meski demikian, SLB BB juga tetap menerima dana BOS dan PIP setiap tahun. Pada 2024, sekolah tersebut tercatat menerima dana BOS sebesar Rp229 juta.

 

Berita Terkait

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN
Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan
HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara
Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah
Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Berita ini 195 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:13 WIB

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN

Rabu, 2 September 2026 - 10:46 WIB

Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan

Rabu, 2 September 2026 - 09:45 WIB

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara

Rabu, 2 September 2026 - 07:16 WIB

Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Berita Terbaru