SUMBAWAPOST.com, Mataram – Semangat kolaborasi antara mahasiswa dan aparat kepolisian mewarnai kegiatan Sarasehan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) NTB yang digelar di Bento Cafe, Mataram, Rabu kemarin . Mengusung tema “Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Mendorong Kebijakan Pemerintah untuk Indonesia Maju”, acara ini menjadi ajang tukar gagasan strategis lintas sektor.
Hadir sebagai narasumber utama, Wakil Direktur Binmas (Wadir Binmas) Polda NTB menegaskan pentingnya sinergi antara generasi muda dan institusi negara dalam merancang masa depan bangsa. Kehadiran perwakilan Polda ini sekaligus menunjukkan keterbukaan Polri dalam merespons partisipasi aktif pemuda sebagai mitra perubahan.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK., menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung ruang-ruang dialog seperti ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif PMII NTB. Keterlibatan pemuda bukan hanya penting, tapi vital dalam pembangunan dan pengawasan kebijakan publik,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Wadir Binmas menggarisbawahi bahwa mahasiswa adalah garda depan perubahan sosial. Ia mendorong peserta untuk terus mengasah nalar kritis dan memperkuat wawasan kebangsaan.“Generasi muda adalah aset masa depan. Terlibat dalam kebijakan publik bukan sekadar hak, tapi juga tanggung jawab sejarah,” tegasnya di hadapan peserta.
Sarasehan ini juga diwarnai diskusi dinamis seputar tantangan aktual yang dihadapi pemuda NTB, mulai dari keterbatasan ruang partisipasi hingga pentingnya mengawal kebijakan daerah agar lebih berpihak pada rakyat.
Melalui kegiatan ini, PMII NTB menegaskan bahwa peran mahasiswa tidak berhenti di ruang kuliah. Mereka adalah suara kritis yang membawa harapan, sekaligus solusi, bagi kemajuan daerah dan bangsa.










